Benarkah Ka'bah Selalu Dikunjungi Salah Seorang Wali? (Bagian 3)
Senin, 09 November 2020 - 09:30 WIB
loading...
A
A
A
Imam Abu Qasim al-Qusyairi mengungkapkan dalam Al-Risalah karyanya bahwa kemunculan karamah pada para wali mungkin terjadi karena bisa dipahami secara rasional. Lagi pula kemunculannya tidak melenyapkan asal-usul karamah, tetapi justru menunjukkan sifat-sifat Allah Yang Maha Kuasa. Jika keberadaan karamah sangat tergantung kepada Allah, maka tidak ada satu pun hal yang dapat merintangi keberadaannya.
Kemunculan karamah merupakan tanda kejujuran orang yang memilikinya. Orang yang tidak jujur tidak mungkin mampu memunculkan karamah . Dalilnya adalah bahwa ilmu makrifat yang diberikan Allah kepada manusia sehingga ia bisa membedakan antara orang yang jujur dengan orang yang batil ketika meniti jalan yang ditempuhnya adalah persoalan yang abstrak.
Hal-hal itu tidak akan terjadi kecuali pada para wali secara khusus, tidak pada orang yang hanya berpura-pura mengaku wali . Inilah persoalan karamah yang sedang kita bicarakan. Karamah pasti merupakan sesuatu yang bertentangan dengan adat kebiasaan dan menjelaskan sifat kewalian untuk menyatakan kebenaran keadaannya.
[Baca Juga: Apakah Seorang Wali Dapat Mengetahui Kewalian Dirinya? (Bagian 2) ]
(Bersambung)!
Sumber:
Kitab "Jami' Karamat Al-Aulia" karya Yusuf bin Ismail an-Nabhani
Kemunculan karamah merupakan tanda kejujuran orang yang memilikinya. Orang yang tidak jujur tidak mungkin mampu memunculkan karamah . Dalilnya adalah bahwa ilmu makrifat yang diberikan Allah kepada manusia sehingga ia bisa membedakan antara orang yang jujur dengan orang yang batil ketika meniti jalan yang ditempuhnya adalah persoalan yang abstrak.
Hal-hal itu tidak akan terjadi kecuali pada para wali secara khusus, tidak pada orang yang hanya berpura-pura mengaku wali . Inilah persoalan karamah yang sedang kita bicarakan. Karamah pasti merupakan sesuatu yang bertentangan dengan adat kebiasaan dan menjelaskan sifat kewalian untuk menyatakan kebenaran keadaannya.
[Baca Juga: Apakah Seorang Wali Dapat Mengetahui Kewalian Dirinya? (Bagian 2) ]
(Bersambung)!
Sumber:
Kitab "Jami' Karamat Al-Aulia" karya Yusuf bin Ismail an-Nabhani
(rhs)
Lihat Juga :