Inilah Karamah Paling Agung yang Dimiliki Para Wali (Bagian 5/Habis)
Rabu, 11 November 2020 - 09:05 WIB
loading...
A
A
A
Dalam hal ini, para ulama berbeda pendapat, ada yang berpendapat bahwa mukjizat Nabi صلى الله عليه وسلم adalah karamah bagi wali. Ada juga yang menolak pendapat ini, ada juga yang berpendapat bahwa wali memiliki karamah yang bukan merupakan mukjizat bagi Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم. (Baca Juga: Ini Karamah Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani yang Tak Masuk di Akal )
Tokoh-tokoh sufi tidak menafikan karamah karena mereka melihatnya ada pada diri mereka sendiri dan rekan-rekan mereka. Sebab mereka adalah orang yang mencapai tingkatan kasyf dan dzauq. Jika mereka mengungkapkan karamah-karamah yang mereka saksikan dan cerita-cerita dari orang-orang tsiqah (tepercaya) tentang karamah , pasti orang yang mendengarnya akan mendustakannya, bahkan mungkin mencelanya.
Ini disebabkan kurangnya pemahaman mereka terhadap diri orang yang menampakkan karamah melalui tangannya, karena kepribadian dan sikap mereka yang memandang rendah terhadapnya. Kalau saja ia menyempurnakan pandangannya terhadap orang yang mampu dan dipilih oleh Allah untuk menunjukkan karamah , tentu kebingungan dan sikap mereka yang mendustakannya tidak akan muncul.
Imam Tajuddin al-Subki dalam Kitab Thabaqat-nya berbicara panjang lebar tentang ketetapan adanya karamah para wali dan menyatakan kepalsuan argumentasi para penentang karamah. Setelah menjelaskan beberapa karamah sahabat Nabi صلى الله عليه وسلم, ia berkata, "Peristiwa-peristiwa luar biasa yang muncul dari tangan para sahabat yang telah kami ceritakan akan diterima orang yang memiliki bashirah (penglihatan mata hati). Kami akan mengemukakan dalil-dalil khusus untuk mematahkan kekacauan pandangan para penentang karamah dan menangkis argumen mereka."
Demikian ulasan tentang karamah dan eksistensi para Waliyullah . "Apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: "Jadilah!" maka terjadilah ia". (QS Yasin Ayat 82). [Baca Juga: 10 Karomah Sayyidina Umar Bin Khattab (2) ]
Sumber:
Kitab Jami' Karamat Al-Aulia karya Yusuf bin Ismail an-Nabhani
Wallahu A'lam
Tokoh-tokoh sufi tidak menafikan karamah karena mereka melihatnya ada pada diri mereka sendiri dan rekan-rekan mereka. Sebab mereka adalah orang yang mencapai tingkatan kasyf dan dzauq. Jika mereka mengungkapkan karamah-karamah yang mereka saksikan dan cerita-cerita dari orang-orang tsiqah (tepercaya) tentang karamah , pasti orang yang mendengarnya akan mendustakannya, bahkan mungkin mencelanya.
Ini disebabkan kurangnya pemahaman mereka terhadap diri orang yang menampakkan karamah melalui tangannya, karena kepribadian dan sikap mereka yang memandang rendah terhadapnya. Kalau saja ia menyempurnakan pandangannya terhadap orang yang mampu dan dipilih oleh Allah untuk menunjukkan karamah , tentu kebingungan dan sikap mereka yang mendustakannya tidak akan muncul.
Imam Tajuddin al-Subki dalam Kitab Thabaqat-nya berbicara panjang lebar tentang ketetapan adanya karamah para wali dan menyatakan kepalsuan argumentasi para penentang karamah. Setelah menjelaskan beberapa karamah sahabat Nabi صلى الله عليه وسلم, ia berkata, "Peristiwa-peristiwa luar biasa yang muncul dari tangan para sahabat yang telah kami ceritakan akan diterima orang yang memiliki bashirah (penglihatan mata hati). Kami akan mengemukakan dalil-dalil khusus untuk mematahkan kekacauan pandangan para penentang karamah dan menangkis argumen mereka."
Demikian ulasan tentang karamah dan eksistensi para Waliyullah . "Apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: "Jadilah!" maka terjadilah ia". (QS Yasin Ayat 82). [Baca Juga: 10 Karomah Sayyidina Umar Bin Khattab (2) ]
Sumber:
Kitab Jami' Karamat Al-Aulia karya Yusuf bin Ismail an-Nabhani
Wallahu A'lam
(rhs)
Lihat Juga :