Nuzulul Qur'an, Haedar: Kita Tidak Berdebat Soal Kapan Persisnya
Selasa, 12 Mei 2020 - 03:57 WIB
loading...
A
A
A
Surat Al-‘Alaq adalah yang pertama kali diturunkan, pada ayat pertama surat tersebut dicantumkan kata iqra’ yang artinya bacalah. (Baca juga: Nuzulul Qur'an: Tafsir dan Kisah Turunnya Surat Al-Alaq 1-5 )
Perintah membaca memiliki arti dan menghimpun banyak makna antara lain meneliti, mengkaji, mendalami dan juga mengetahui ciri sesuatu. "Pilihan sikap dan kebijakan dalam menghadapi setiap persoalan hidup sudah seharusnya ditentukan melalui berbagai proses sebagaimana makna yang terkandung dalam perintah membaca tersebut. Oleh karenanya, yang dibaca tidak hanya yang tertulis semata akan tetapi juga yang tidak tertulis," katanya sebagaimana dikutip laman resmi PP Muhammadiyah.
Oleh karenanya membaca fenomena munculnya wabah virus yang telah masuk kategori pandemi (penyebarannya yang luas) ini juga perlu dilakukan dengan semangat iqra’. Banyak aspek yang perlu dipertimbangkan agar semua bisa selamat dan segera mampu melewati masa darurat ini.
Al Quran sejak awal mengajarkan tentang keseimbangan dan perpaduan antara aspek ikhtiar dalam bentuk usaha lahiriah dan pertolongan Allah, akal dan qalbu (hati), pikir dan zikir, ilmu dan iman. Sesuai semangat yang ada didalam Al- Quran maka setiap pribadi muslim perlu memadukan masing-masing kedua aspek tersebut dalam perjalanan hidupnya. (Baca juga: Nuzulul Qur’an, Airlangga Sebut Pentingnya Spiritualitas Agama saat Pandemi )
“Sikap pasrah dan juga permohonan do’a kepada Allah agar wabah Covid-19 segera berakhir, perlu diikuti juga dengan usaha dalam bentuk pelaksanaan protokol kesehatan yang sudah dibuat dan disusun berdasarkan pertimbangan akal, pikiran dan juga ilmu pengetahuan,” tuturnya.
Jumari yang juga Ketua Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kabupaten Magelang tersebut menambahkan bahwa kemampuan membaca Al-Qur’an perlu disempurnakan dengan ikhtiar memahami dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. “Jadikan setiap peringatan Nuzulul Qur’an sebagai momentum untuk refleksi dan evaluasi terkait pelaksanaan setiap pedoman hidup yang tercantum didalam Al-Qur’an itu sendiri,” pungkasnya. (Baca juga: Nuzulul Qur'an 17 Ramadhan, Malam Berkah untuk Berdoa dan Tadarus )
Perintah membaca memiliki arti dan menghimpun banyak makna antara lain meneliti, mengkaji, mendalami dan juga mengetahui ciri sesuatu. "Pilihan sikap dan kebijakan dalam menghadapi setiap persoalan hidup sudah seharusnya ditentukan melalui berbagai proses sebagaimana makna yang terkandung dalam perintah membaca tersebut. Oleh karenanya, yang dibaca tidak hanya yang tertulis semata akan tetapi juga yang tidak tertulis," katanya sebagaimana dikutip laman resmi PP Muhammadiyah.
Oleh karenanya membaca fenomena munculnya wabah virus yang telah masuk kategori pandemi (penyebarannya yang luas) ini juga perlu dilakukan dengan semangat iqra’. Banyak aspek yang perlu dipertimbangkan agar semua bisa selamat dan segera mampu melewati masa darurat ini.
Al Quran sejak awal mengajarkan tentang keseimbangan dan perpaduan antara aspek ikhtiar dalam bentuk usaha lahiriah dan pertolongan Allah, akal dan qalbu (hati), pikir dan zikir, ilmu dan iman. Sesuai semangat yang ada didalam Al- Quran maka setiap pribadi muslim perlu memadukan masing-masing kedua aspek tersebut dalam perjalanan hidupnya. (Baca juga: Nuzulul Qur’an, Airlangga Sebut Pentingnya Spiritualitas Agama saat Pandemi )
“Sikap pasrah dan juga permohonan do’a kepada Allah agar wabah Covid-19 segera berakhir, perlu diikuti juga dengan usaha dalam bentuk pelaksanaan protokol kesehatan yang sudah dibuat dan disusun berdasarkan pertimbangan akal, pikiran dan juga ilmu pengetahuan,” tuturnya.
Jumari yang juga Ketua Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kabupaten Magelang tersebut menambahkan bahwa kemampuan membaca Al-Qur’an perlu disempurnakan dengan ikhtiar memahami dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. “Jadikan setiap peringatan Nuzulul Qur’an sebagai momentum untuk refleksi dan evaluasi terkait pelaksanaan setiap pedoman hidup yang tercantum didalam Al-Qur’an itu sendiri,” pungkasnya. (Baca juga: Nuzulul Qur'an 17 Ramadhan, Malam Berkah untuk Berdoa dan Tadarus )
(mhy)
Lihat Juga :