Kisah Berkesan Bersama Habib Thahir Al-Kaff Dipertemukan Wali Mastur (3)
Minggu, 06 Desember 2020 - 07:05 WIB
loading...
A
A
A
Saya tidak membayangkan sekiranya ada kerusuhan atau penembak misterius, bagaimana nasib kami di malam itu. Wallahu A'lam.
(Baca Juga: Indonesia Berduka karena Kehilangan 4 Ulama Kharismatik )
Akhirnya, beberapa lama dengan perasaan was-was, antara bangga dan takut, saya dan kawan-kawan berhasil selamat melewati gerombolan massa itu, tentu lagi-lagi dengan susah payah dan perasaan campur aduk berkecamuk. Menegangkan dan mencekam.
Si sopir mengarahkan apartemen yang kami maksudkan. Kami tinggal menerobos beberapa meter lagi. Sementara itu, di halaman apartemen itu ribuan orang memadati kawasan itu dengan suara bising teriakan-teriakan dan pekikan orasi yang membakar dari panggung orasi yang didirikan di halaman Masjid Rab'ah, bersebelahan dengan apartemen yang kami datangi.
Kami memasuki sebuah apartemen tua yang di bagian depannya terdapat pertanda "Baqalah" semacam kios dengan palang nama bertuliskan "Coca-Cola".
Kami menaiki tangga-tangga apartemen. Itulah tujuan tempat tinggal orang Mesir yang ingin dikunjungi Habib Thahir Al-Kaff itu. Bel dipencet. Pintu dibuka. Tampak seorang tua sepuh menyambut kami dengan sangat ramah dan hangat.
"Ahlan.. ahlan!! Marhaba ya Marhabaa!" Sambut empunya rumah dengan senang. "Fadhal.. fadhal khuz guwwah. Silakan masuk!" ucap orang Mesir itu dengan senyum bahagia.
Alhamdulillah, kami sudah sampai tujuan dengan selamat. Masa-masa menegangkan dan menakutkan baru saja kami alami seperti mimpi. Kami tidak tahu apa yang akan terjadi sekiranya ada amukan massa di bawah tadi. Tentu, segala kemungkinan terburuk bisa saja terjadi pada kondisi yang sangat kacau dan buruk ini.
[Baca Juga: Kisah Berkesan Bersama Habib Thahir Al-Kaff Dipertemukan Wali Mastur (2) ]
(Bersambung)!
(Baca Juga: Indonesia Berduka karena Kehilangan 4 Ulama Kharismatik )
Akhirnya, beberapa lama dengan perasaan was-was, antara bangga dan takut, saya dan kawan-kawan berhasil selamat melewati gerombolan massa itu, tentu lagi-lagi dengan susah payah dan perasaan campur aduk berkecamuk. Menegangkan dan mencekam.
Si sopir mengarahkan apartemen yang kami maksudkan. Kami tinggal menerobos beberapa meter lagi. Sementara itu, di halaman apartemen itu ribuan orang memadati kawasan itu dengan suara bising teriakan-teriakan dan pekikan orasi yang membakar dari panggung orasi yang didirikan di halaman Masjid Rab'ah, bersebelahan dengan apartemen yang kami datangi.
Kami memasuki sebuah apartemen tua yang di bagian depannya terdapat pertanda "Baqalah" semacam kios dengan palang nama bertuliskan "Coca-Cola".
Kami menaiki tangga-tangga apartemen. Itulah tujuan tempat tinggal orang Mesir yang ingin dikunjungi Habib Thahir Al-Kaff itu. Bel dipencet. Pintu dibuka. Tampak seorang tua sepuh menyambut kami dengan sangat ramah dan hangat.
"Ahlan.. ahlan!! Marhaba ya Marhabaa!" Sambut empunya rumah dengan senang. "Fadhal.. fadhal khuz guwwah. Silakan masuk!" ucap orang Mesir itu dengan senyum bahagia.
Alhamdulillah, kami sudah sampai tujuan dengan selamat. Masa-masa menegangkan dan menakutkan baru saja kami alami seperti mimpi. Kami tidak tahu apa yang akan terjadi sekiranya ada amukan massa di bawah tadi. Tentu, segala kemungkinan terburuk bisa saja terjadi pada kondisi yang sangat kacau dan buruk ini.
[Baca Juga: Kisah Berkesan Bersama Habib Thahir Al-Kaff Dipertemukan Wali Mastur (2) ]
(Bersambung)!
(rhs)
Lihat Juga :