Simak Ucapan Para Khalifah dan Orang Saleh Jelang Ajalnya (Bagian 4)
Minggu, 13 Desember 2020 - 11:44 WIB
loading...
A
A
A
Ruwaim mengatakan, "Aku menyaksikan saat-saat kritis Abu Sa'id al-Kharraz. Ia melantunkan syair:
"Kerinduan hati para Arifin adalah kepada zikir.
Zikir mereka dalam munajat adalah demi sebuah rahasia.
Gelas-gelas kematian diedarkan di antara mereka.
Lalu mereka berpaling dari dunia sebagai ungkapan syukur.
Hasrat mereka berputar-putar mengitari markas para perindu Tuhan.
Laksana gugusan bintang-bintang yang terang.
Jasad mereka terbujur mati sebagai korban cintanya.
Dan arwah mereka terhalang menembus ketinggian bintang kejora.
Keinginan mereka hanyalah bisa berada di dekat Sang Kekasih.
karena di sanalah mereka terjauh dari sengsara dan nestapa."
Ketika diberitahu bahwa Abu Sa'id al-Kharraz nampak amat gembira saat ajalnya sudah dekat, Al-Junaid mengatakan, "Itu tidaklah aneh. Ruhnya terbang melayang karena telah rindu kepada Tuhannya."
[Baca Juga: Begini Ucapan Para Khalifah dan Orang Saleh Jelang Ajalnya (3)]
(Bersambung)!
Sumber:
Dibalik Tabir Kematian karya Imam Al-Ghazali
"Kerinduan hati para Arifin adalah kepada zikir.
Zikir mereka dalam munajat adalah demi sebuah rahasia.
Gelas-gelas kematian diedarkan di antara mereka.
Lalu mereka berpaling dari dunia sebagai ungkapan syukur.
Hasrat mereka berputar-putar mengitari markas para perindu Tuhan.
Laksana gugusan bintang-bintang yang terang.
Jasad mereka terbujur mati sebagai korban cintanya.
Dan arwah mereka terhalang menembus ketinggian bintang kejora.
Keinginan mereka hanyalah bisa berada di dekat Sang Kekasih.
karena di sanalah mereka terjauh dari sengsara dan nestapa."
Ketika diberitahu bahwa Abu Sa'id al-Kharraz nampak amat gembira saat ajalnya sudah dekat, Al-Junaid mengatakan, "Itu tidaklah aneh. Ruhnya terbang melayang karena telah rindu kepada Tuhannya."
[Baca Juga: Begini Ucapan Para Khalifah dan Orang Saleh Jelang Ajalnya (3)]
(Bersambung)!
Sumber:
Dibalik Tabir Kematian karya Imam Al-Ghazali
(rhs)
Lihat Juga :