Sekilas Tak Masuk Akal, Inilah Mukasyafah yang Dialami Para Wali (3)
Jum'at, 25 Desember 2020 - 07:05 WIB
loading...
A
A
A
Anak itu mengucapkan salam kepadanya, lalu perempuan tua itu menghidangkan nampan berisi piring dan roti. Syaikh dan anak itu mulai makan. Si syaikh berkata, "Saya ingin yang saya makan ini menjadi begini." Anak itu lalu menjawab, "Wahai Syaikh, dengan nama Allah makanlah apa yang kau inginkan."
Abu Madyan kemudian berkata, "Ketika saya terus menerus mengangankan keinginanku, anak itu melontarkan ucapan pertamanya, dan tiba-tiba saya mendapatkan makanan yang saya angankan. Anak itu masih muda, belum punya rambut di pelipisnya."
Ada wali yang bisa menjadikan makanan, minuman dan bajunya tergantung di udara. Seperti yang terjadi pada salah seorang wali yang membutuhkan air di padang pasir. Tiba-tiba ia mendengar deringan di atas kepalanya, lalu ia mendongakkan kepalanya, dan di situ ada gelas yang tergantung pada rantai emas. Ia meminumnya lalu meninggalkannya.
Ada wali yang bisa merubah air yang pahit dan asin yang ditemukannya menjadi manis dan segar. Ibnu Arabi berkata, "Saya pernah meminum air semacam itu dari Abdullah, anak Syaikh Al-Marwazi, salah seorang khawwash murid dari salah seorang guru Abu Madyan.
[Baca Juga: Sekilas Tak Masuk Akal, Inilah Mukasyafah yang Dialami Para Wali (2)]
Wallahu A'lam
(bersambung)!
Abu Madyan kemudian berkata, "Ketika saya terus menerus mengangankan keinginanku, anak itu melontarkan ucapan pertamanya, dan tiba-tiba saya mendapatkan makanan yang saya angankan. Anak itu masih muda, belum punya rambut di pelipisnya."
Ada wali yang bisa menjadikan makanan, minuman dan bajunya tergantung di udara. Seperti yang terjadi pada salah seorang wali yang membutuhkan air di padang pasir. Tiba-tiba ia mendengar deringan di atas kepalanya, lalu ia mendongakkan kepalanya, dan di situ ada gelas yang tergantung pada rantai emas. Ia meminumnya lalu meninggalkannya.
Ada wali yang bisa merubah air yang pahit dan asin yang ditemukannya menjadi manis dan segar. Ibnu Arabi berkata, "Saya pernah meminum air semacam itu dari Abdullah, anak Syaikh Al-Marwazi, salah seorang khawwash murid dari salah seorang guru Abu Madyan.
[Baca Juga: Sekilas Tak Masuk Akal, Inilah Mukasyafah yang Dialami Para Wali (2)]
Wallahu A'lam
(bersambung)!
(rhs)
Lihat Juga :