Putri Raja dan Azab Pedih Karena Durhaka

Jum'at, 25 Desember 2020 - 14:26 WIB
loading...
Putri Raja dan Azab...
Seorang putri yang mengkhianati ayahnya, akhirnya mendapat azab pedih karena kelakuan dari pengkhianatannya sendiri. Foto ilustrasi/ist
A A A
Dari kitab ‘Uyun al-Hikayat min Qashash ash-Shalihin wa Nawadir az-Zahidin karya Ibnu al-Jauzi, Abdullah bin Muslim bin Qutaibah menulis sebuah kisah tentang kejamnya siksaan seorang anak yang telah durhaka kepada ayahnya.

Dahulu kala, tersebutlah Ardasyir. Ia adalah seorang Kaisar bangsa Ajam yang berhasil mendirikan pemerintahan Sasaniyah sejak tahun 226 M. Ardasyir juga mampu mempersatukan bangsa Persia dan mengusai orang-orang Arab yang tinggi di daerah kekuasaannya.

(Baca juga: Inilah Alasan Mengapa Seorang Muslim Wajib Berbaik Sangka pada Allah SWT )

Suatu ketika, Kaisar Ardasyir hendak menaklukkan Raja Suryani dengan melancarkan beberapa serangan blokade . Sementara Raja Suryani dan pasukannya tengah berlindung dan tertahan di sebuah kota. Usaha Ardasyir ini sempat kandas hingga pada suatu hari, putri Raja Suryani tengah bermain di sekitar kastilnya. Ia naik ke atas bentang dan tak sengaja melihat paras Kaisar Ardasyir. Rupanya putri Raja Suryani jatuh hati pada ketampanan sang Kaisar.

Bak orang yang dimabuk asmara, sang putri nekat hingga memutuskan untuk turun. Ia lantas menulis surat dan menembakkanya dengan anak panah ke arah sang Kaisar. Surat tersebut berisikan sebuah ganjaran jikalau sang Kaisar mau menikahinya.

(Baca juga: Tidak Thuma'ninah, Dianggap Belum Salat )

“Jika engkau berjanji mau menikahiku. Maka aku akan menunjukkan kepadamu sebuah lokasi yang bisa engkau jadikan jalan untuk menaklukan kota dengan cara yang paling mudah dan ongkos yang paling ringan,” tulis isi surat tersebut.

Sungguh siapa yang tak tergoda dengan tawaran sang putri? Terlebih lagi, tujuan utamanya untuk mengalahkan Raja Suryani. Maka dengan senyum merekah, Kaisar Ardasyir menulis surat balasan untuk sang putri yang isinya menyetujui usulan sang putri. Ia pun mengirim suratnya sama seperti cara sang putri, yakni dengan menembakkannya bersama anak panah. Maka dalam waktu singkat, keduanya saling berbalas pesan.

(Baca juga: Kekhususan Mendidik Anak Perempuan, Allah Ganjar dengan Pahala Besar )

Pada surat terakhirnya, sang putri memberitahu letak lokasi yang paling mudah untuk menaklukkan kota yang Kaisar Ardasyir inginkan. Lokasi tersebut mudah digapai, namun paling minim penjagaannya. Dari kota inilah, nanti para pasukan Kaisar dapat melancarkan aksinya.

Sementara itu, penduduk kota tengah lengah. Tak ada yang menyangka bahwa pasukan Kaisar menyerang mereka sehingga sedikit sekali persiapan mereka. Maka dengan mudah pasukan Kaisar menaklukan kota tersebut. Usai berhasil menduduki kota tersebut, sang Kaisar menepati janjinya untuk menikahi sang putri.

(Baca juga: Ingat! Hari Ini Tempat Wisata di Ancol, Ragunan dan TMII Ditutup )

Di malam pengantin, keduanya tengah bercumbu di atas ranjang. Namun sang putri merasa tidak nyaman di atas ranjang tersebut hingga membuatnya terjaga sepanjang malam. Rupanya sang Kaisar menyadari kegelisahan sang putri dan bertanya, “Ada Apa? Sepertinya kau tidak nyaman ada di sisiku.”

“Aku merasa tidak nyaman saja tidur di ranjang ini,” jawab sang putri jujur.

Jawaban putri tadi langsung direspon sang Kaisar dengan meminta para pengawalnya memeriksa ranjang yang mereka tempati. Rupanya bahan ranjang tersebut terlalu kasar bagi kulit sang putri yang amat lembut dan halus.

Saking lembutnya kulit sang putri membuat Kaisar terheran-heran, ia lantas bertanya, “Memangnya selama ini ayahmu memberi makan apa?”

“Kami lebih sering diberi makan madu, otak, keju, dan mentega,” jawab sang putri.

(Baca juga: 85% Wilayah Indonesia Memasuki Musim Hujan, Waspadai Cuaca Ekstrem La Nina hingga Mei 2021 )

Mendengar hal tersebut, sang Kaisar merenung sejenak. Lantas ia berkata, “Tidak ada satu orang pun yang begitu menyayangi, memuliakan dan memanjakan anaknya seperti yang dilakukan ayahmu kepadamu. Besarnya kasih sayang, perhatian dan kebaikan ayahmu kepadamu, serta besarnya hak seorang ayah atas anaknya, rupanya begitu mudah engkau balas dengan pengkhianatan. Air susu yang selama ini diberikan oleh ayahmu kepadamu, dengan mudahnya engkau balas dengan air tuba. Jika terhadap ayahmu yang begitu baik saja engkau tega melakukan hal itu. Aku yakin engkau juga akan begitu mudah melakukan hal yang sama kepadaku.”

(Baca juga: Wow! Harga Rokok di Indonesia Lebih Mahal dari Malaysia dan Filipina )

Ternyata sang kaisar sangat mengagumi perhatian dan perlakuan sang Raja pada putrinya tersebut. Sayangnya sang putri justru harus membalas seluruh kebaikan dan kasih sayang ayahnya dengan mengkhianatinya. Bukannya makin cinta, justru sang Kaisar marah dan jengkel sehingga memutuskan untuk mengeksekusi istrinya tersebut dengan cara yang amat kejam. Tubuhnya diikatkan pada kuda yang berlari kencang dan dikoyak hingga rusak.

Sungguh gambaran sebuah balasan yang amat kejam bagi seorang putri yang durhaka pada ayahnya. Apalagi sang putri telah dirawat dengan kasih sayang berlimpah. Naudzubillah.

(Baca juga: Sandiaga Uno Diharapkan Lebih Cermat dalam Bangkitkan Pariwisata )

**

Muslimah, Allah berkali-kali memerintahkan hamba-Nya untuk selalu berbakti dan menghormati kedua orangtua mereka. Sementara bagi mereka yang berbuat durhaka, Allah telah menyiapkan azab yang amat pedih.

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman,

وَقَضٰى رَبُّكَ اَلَّا تَعۡبُدُوۡۤا اِلَّاۤ اِيَّاهُ وَبِالۡوَالِدَيۡنِ اِحۡسَانًا‌ ؕ اِمَّا يَـبۡلُغَنَّ عِنۡدَكَ الۡكِبَرَ اَحَدُهُمَاۤ اَوۡ كِلٰهُمَا فَلَا تَقُلْ لَّهُمَاۤ اُفٍّ وَّلَا تَنۡهَرۡهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوۡلًا كَرِيۡمًا‏

"Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik." (QS. Al Isra: 23).

Wallahu A'lam
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Hikmah : Tidak...
Kisah Hikmah : Tidak Melakukan Ibadah Haji Tapi Dapat Pahala Haji, Kok Bisa?
Kisah Bulan Zulhijjah...
Kisah Bulan Zulhijjah : Diijabahnya Doa Nabi Zakaria Mendapatkan Keturunan di Umur 90 Tahun
Kisah Uwais Al Qarni...
Kisah Uwais Al Qarni : Menggendong Ibunya dari Yaman ke Makkah untuk Melaksanakan Haji
Kisah Hikmah : Laki-laki...
Kisah Hikmah : Laki-laki yang Selamat dari Neraka karena Zikir Laa Ilaaha Illallaah
Doa Nabi Luth AS : Mohon...
Doa Nabi Luth AS : Mohon Dijauhkan dari Azab Allah
Kisah-kisah dalam Al...
Kisah-kisah dalam Al Quran : 12 Kaum yang Dibinasakan karena Dosa Mereka
Rekomendasi
Hampir 2 Juta Petir...
Hampir 2 Juta Petir Menyambar Australia dalam Waktu 24 Jam
AMOC Akan Runtuh, Kiamat...
AMOC Akan Runtuh, Kiamat Diprediksi Terjadi setelah Tahun 2050
Keajaiban Sungai di...
Keajaiban Sungai di Bawah Laut: Bukti Nyata Kekuasaan Allah dalam Surah Al-Furqan Ayat 53
Artikel Terkini
Mengenal 3 Amalan Utama...
Mengenal 3 Amalan Utama Bulan Muharram, Sayang untuk Dilewatkan!
Muharram dan Lahirnya...
Muharram dan Lahirnya Kalender Hijriyah: Kisah di Balik Penanggalan Umat Islam
Kapan Tahun Baru Islam...
Kapan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah?
7 Kisah Para Nabi di...
7 Kisah Para Nabi di Bulan Muharram yang Diabadikan Al Quran
3 Puasa Sunnah Muharram...
3 Puasa Sunnah Muharram yang Pahala Tidak Main-main!
Sebaik-baikya Puasa...
Sebaik-baikya Puasa Setelah Ramadan, Ternyata Puasa Muharram!
Infografis
Gencatan Senjata Disepakati...
Gencatan Senjata Disepakati Israel dan Jihad Islam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved