Inilah 6 Adab Ketika Menderita Sakit Agar Tetap Sebagai Nikmat Allah
Rabu, 30 Desember 2020 - 06:28 WIB
loading...
Di tengah sakit yang dirasa manusia masih dikaruniai energy maka hendaknya kita mensyukuri anugerah tersebut. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Hidup sehat adalah salah satu kenikmatan hidup yang dirasakan manusia. Nikmat sehat ini akan terasa besarnya, justru ketika mengalami sakit . Terlebih sakit yang susah untuk disembuhkan. Ketika sehat, kita jarang bersyukur padahal sehat adalah anugerah yang sangat besar dalam kehidupannya.
(Baca juga: Muhasabah, Amalan Utama Orang Beriman )
Untuk itu, sangat penting menjadikan momentum sakit menjadi lebih berharga bukan sekadar keluhan, apalagi sampai berasumsi negatif tentang Allah Ta'ala. Seharusnya, jadikan sakit juga sebagai anugerah yang mampu mendatangkan manfaat dan hikmah.
Di antara bukti kesempurnaan Islam, Rasulullah Shallallahu alihi wa sallam menuntunkan adab-adab yang baik ketika seorang hamba tertimpa sakit. Sehingga, dalam keadaan sakit sekalipun, seorang muslim masih bisa mewujudkan penghambaan diri kepada Allah Ta'ala.
(Baca juga: Lima Panduan Bermuhasabah Agar Makin Dicintai Allah )
Dalam kitab “al-Adab fid Din” Abu Hamid Muhammad bin Muhammad bin Muhammad al-Ghazali mencatat beberapa adab yang harus dilakukan oleh seseorang ketika menderita sakit, di antaranya:
1. Alarm untuk mengingat kematian
Mukmin sejati akan senantiasa mengingat kematian, sebab, hal itu akan mendorongnya pada kesadaran bahwa hidup tak boleh disia-siakan, sedetik pun, kecuali untuk kebaikan. Ketika merasakan sakit, semestinya manusia mampu menumbuhkan kesadaran bahwa sebelum menemui ajal, manusia harus memiliki persiapan bekal yang matang. Mengingat kematian diibaratkan seperti layaknya kita akan tidur, terpisah dari unsur duniawi.
(Baca juga: Mengenal Enam Ulama Perempuan Ahli Tafsir )
2. Bertaubat
(Baca juga: Muhasabah, Amalan Utama Orang Beriman )
Untuk itu, sangat penting menjadikan momentum sakit menjadi lebih berharga bukan sekadar keluhan, apalagi sampai berasumsi negatif tentang Allah Ta'ala. Seharusnya, jadikan sakit juga sebagai anugerah yang mampu mendatangkan manfaat dan hikmah.
Di antara bukti kesempurnaan Islam, Rasulullah Shallallahu alihi wa sallam menuntunkan adab-adab yang baik ketika seorang hamba tertimpa sakit. Sehingga, dalam keadaan sakit sekalipun, seorang muslim masih bisa mewujudkan penghambaan diri kepada Allah Ta'ala.
(Baca juga: Lima Panduan Bermuhasabah Agar Makin Dicintai Allah )
Dalam kitab “al-Adab fid Din” Abu Hamid Muhammad bin Muhammad bin Muhammad al-Ghazali mencatat beberapa adab yang harus dilakukan oleh seseorang ketika menderita sakit, di antaranya:
1. Alarm untuk mengingat kematian
Mukmin sejati akan senantiasa mengingat kematian, sebab, hal itu akan mendorongnya pada kesadaran bahwa hidup tak boleh disia-siakan, sedetik pun, kecuali untuk kebaikan. Ketika merasakan sakit, semestinya manusia mampu menumbuhkan kesadaran bahwa sebelum menemui ajal, manusia harus memiliki persiapan bekal yang matang. Mengingat kematian diibaratkan seperti layaknya kita akan tidur, terpisah dari unsur duniawi.
(Baca juga: Mengenal Enam Ulama Perempuan Ahli Tafsir )
2. Bertaubat
Lihat Juga :