Malu Bagian dari Iman, Begini Penjelasan Habib Quraisy

loading...
Malu Bagian dari Iman, Begini Penjelasan Habib Quraisy
Pengasuh Ponpes Ash-Shidqu Kuningan Jawa Barat, Al-Habib Quraisy Baharun. Foto/ist
Perasaan malu ialah salah satu benteng efektif untuk menghindarkan manusia dari segala bentuk perilaku buruk. Ketika seseorang punya rasa malu maka ia tidak akan berkata kotor, kasar, tidak berbuat zhalim, tidak berbohong, tidak mengumbar aurat.

Bahkan malu jika membuang sampah sembarangan. Itulah sebabnya syariat menempatkan malu sebagai bagian dari iman. Suatu ketika, Rasulullah صلى الله عليه وسلم mewanti-wanti agar umatnya mampu mengekspresikan rasa malu kepada Allah Ta'ala dengan sebenarnya.

عن عبدالله بن مسعود رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: (استحيوا من الله حقَّ الحياء، قلنا: يا رسول الله، إنا لنستحيي والحمد لله، قال: ليس ذلك، ولكن الاستحياء من الله حقَّ الحياء أن تحفظ الرأس وما وَعَى، والبطن وما حوى، وأن تذكُر الموت والبِلَى، ومن أراد الآخرة ترك زينة الدنيا، فمن فعل ذلك فقد استحيا من الله)

''Istahyû minallâhi haqqalhayâi (Malulah kalian kepada Allah dengan sebenar-benarnya malu),'' sabda Rasulullah. Mendengar Rasulullah bersabda, kemudian sahabat berkata, ''Ya Nabiyallâhu innâ lanastahyî wal hamdulillâh (Wahai Nabi Allah, sungguh kami telah merasa malu).''



Kemudian, Rasulullah bersabda: Bukan itu yang aku maksud! Akan tetapi, malu kepada Allah yang sebenarnya itu, kamu menjaga kepala dengan segala yang di kandungnya, menjaga perut dengan segala isinya, dan senantiasa mengingat maut dengan segala siksanya. Barang siapa melakukan semua itu, ia telah merasa malu kepada Allah dengan sebenar-benarnya.''

(Baca Juga: 3 Macam Sifat Malu yang Harus Dimiliki Seseorang)

Pengasuh Ponpes Ash-Shidqu Kuningan Al-Habib Quraisy Baharun menjelaskan makna dari matan hadis di atas. Menjaga kepala dengan segala isi yang di kandungnya artinya menjaganya dari kebiasaan berpikir buruk (negative thinking). Menjaganya dari pengetahuan atau informasi palsu, dan kritis terhadap pengetahuan atau informasi yang diterima.

Dari siapa pun pengetahuan atau informasi itu datang, harus diolah secara kritis, sehingga yang tersimpan hanyalah pengetahuan yang bersih, benar, dan ilmu yang mencerahkan, bukan pengetahuan sesat dan menyesatkan.

Adapun makna dari matan hadis "menjaga perut dengan segala isinya" artinya menjaga perut dari makanan haram yang sudah jelas terlarang, baik zat atau cara memperolehnya, dan menjaganya agar tidak diisi secara berlebihan, sekalipun oleh makanan yang halal.
halaman ke-1
cover top ayah
وَ مَنۡ يَّعۡمَلۡ سُوۡٓءًا اَوۡ يَظۡلِمۡ نَفۡسَهٗ ثُمَّ يَسۡتَغۡفِرِ اللّٰهَ يَجِدِ اللّٰهَ غَفُوۡرًا رَّحِيۡمًا
Dan barangsiapa berbuat kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian dia memohon ampunan kepada Allah, niscaya dia akan mendapatkan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

(QS. An-Nisa:110)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video