Malu Bagian dari Iman, Begini Penjelasan Habib Quraisy

Kamis, 07 Januari 2021 - 22:21 WIB
loading...
Malu Bagian dari Iman,...
Pengasuh Ponpes Ash-Shidqu Kuningan Jawa Barat, Al-Habib Quraisy Baharun. Foto/ist
A A A
Perasaan malu ialah salah satu benteng efektif untuk menghindarkan manusia dari segala bentuk perilaku buruk. Ketika seseorang punya rasa malu maka ia tidak akan berkata kotor, kasar, tidak berbuat zhalim, tidak berbohong, tidak mengumbar aurat.

Bahkan malu jika membuang sampah sembarangan. Itulah sebabnya syariat menempatkan malu sebagai bagian dari iman. Suatu ketika, Rasulullah صلى الله عليه وسلم mewanti-wanti agar umatnya mampu mengekspresikan rasa malu kepada Allah Ta'ala dengan sebenarnya.

عن عبدالله بن مسعود رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: (استحيوا من الله حقَّ الحياء، قلنا: يا رسول الله، إنا لنستحيي والحمد لله، قال: ليس ذلك، ولكن الاستحياء من الله حقَّ الحياء أن تحفظ الرأس وما وَعَى، والبطن وما حوى، وأن تذكُر الموت والبِلَى، ومن أراد الآخرة ترك زينة الدنيا، فمن فعل ذلك فقد استحيا من الله)

''Istahyû minallâhi haqqalhayâi (Malulah kalian kepada Allah dengan sebenar-benarnya malu),'' sabda Rasulullah. Mendengar Rasulullah bersabda, kemudian sahabat berkata, ''Ya Nabiyallâhu innâ lanastahyî wal hamdulillâh (Wahai Nabi Allah, sungguh kami telah merasa malu).''

Kemudian, Rasulullah bersabda: Bukan itu yang aku maksud! Akan tetapi, malu kepada Allah yang sebenarnya itu, kamu menjaga kepala dengan segala yang di kandungnya, menjaga perut dengan segala isinya, dan senantiasa mengingat maut dengan segala siksanya. Barang siapa melakukan semua itu, ia telah merasa malu kepada Allah dengan sebenar-benarnya.''

(Baca Juga: 3 Macam Sifat Malu yang Harus Dimiliki Seseorang)

Pengasuh Ponpes Ash-Shidqu Kuningan Al-Habib Quraisy Baharun menjelaskan makna dari matan hadis di atas. Menjaga kepala dengan segala isi yang di kandungnya artinya menjaganya dari kebiasaan berpikir buruk (negative thinking). Menjaganya dari pengetahuan atau informasi palsu, dan kritis terhadap pengetahuan atau informasi yang diterima.

Dari siapa pun pengetahuan atau informasi itu datang, harus diolah secara kritis, sehingga yang tersimpan hanyalah pengetahuan yang bersih, benar, dan ilmu yang mencerahkan, bukan pengetahuan sesat dan menyesatkan.

Adapun makna dari matan hadis "menjaga perut dengan segala isinya" artinya menjaga perut dari makanan haram yang sudah jelas terlarang, baik zat atau cara memperolehnya, dan menjaganya agar tidak diisi secara berlebihan, sekalipun oleh makanan yang halal.

Kemudian, makna dari matan hadis "senantiasa mengingat maut dengan segala siksanya", yaitu dengan kondisi kehidupan yang pragmatis, materialis, hedonis, dan konsumerisme menyebabkan manusia sangat gandrung dengan kesenangan dunia, seolah lupa pada kematian.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
3 Sifat Malu Benteng...
3 Sifat Malu Benteng Pertahanan Akhlak Manusia, Apa Saja?
Apa Agama Nabi Isa?...
Apa Agama Nabi Isa? Begini Penjelasan Al-Quran
Film Dokumenter: Kisah...
Film Dokumenter: Kisah Perjalanan Spiritual 5 Orang Amerika Utara
Cahaya Hati Indonesia...
Cahaya Hati Indonesia bersama David Chalik : Beriman dalam Keterbatasan
Iman Itu telanjang,...
Iman Itu telanjang, Pakaiannya Adalah Takwa, Begini Penjelasan Quraish Shihab
Prinsip-Prinsip Ahlus...
Prinsip-Prinsip Ahlus Sunnah wal Jama’ah tentang Iman
Rekomendasi
Jadi Tempat Terpanas...
Jadi Tempat Terpanas di Bumi, NASA Cap Gurun Dasht-e Lut sebagai Area Neraka
Es Samudra Arktik Akan...
Es Samudra Arktik Akan Mencair 7 Tahun Lagi, Lebih Cepat dari Perkiraan
Teliti Mukjizat Nabi...
Teliti Mukjizat Nabi Musa, Terungkap Fenomena Alam Langka yang Membinasakan Firaun
Artikel Terkini
7 Kisah Para Nabi di...
7 Kisah Para Nabi di Bulan Muharram yang Diabadikan Al Quran
3 Puasa Sunnah Muharram...
3 Puasa Sunnah Muharram yang Pahala Tidak Main-main!
Sebaik-baikya Puasa...
Sebaik-baikya Puasa Setelah Ramadan, Ternyata Puasa Muharram!
Wamenhaj Ungkap Dugaan...
Wamenhaj Ungkap Dugaan Penipuan Rp1,4 M Modus Dam dan Badal Haji
Larangan Menikah di...
Larangan Menikah di Bulan Suro: Bagaimana Pandangan Islam?
Doa Memasuki Tahun Baru...
Doa Memasuki Tahun Baru Islam, Jangan Lupa Diamalkan!
Infografis
Begini Ternyata Penjelasan...
Begini Ternyata Penjelasan Mengenai Fenomena Hujan Es
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved