Kisah Redanya Amarah Raden Paku kepada Prabu Menak Sembuyu

Senin, 11 Januari 2021 - 06:26 WIB
loading...
Kisah Redanya Amarah...
Ilustrasi/Ist
A A A
Sewaktu mondok di pesantren Ampeldenta, Raden Paku sangat akrab bersahabat dengan putra Raden Rahmat yang bernama Raden Makdum Ibrahim . Keduanya bagai saudara kandung saja, saling menyayangi dan saling mengingatkan.

Baca juga: Musik sebagai Alat Dakwah Syaikh Maulana Makdum Ibrahim (1)

Setelah berusia 16 tahun, kedua pemuda itu dianjurkan Sunan Ampel untuk menimba pengetahuan yang lebih tinggi di negeri seberang sambil meluaskan pengalaman.

“Di Negeri Pasai banyak orang pandai dari berbagai negeri. Di sana juga ada ulama besar yang bergelar Syaikh Awwallul Islam. Dialah ayah kandungmu yang nama aslinya adalah Syekh Maulana Ishak . Pergilah ke sana tuntutlah ilmunya yang tinggi dan teladanilah kesabarannya dalam mengasuh para santri dan berjuang menyebarkan agama Islam. Hal itu akan berguna kelak bagi kehidupanmu yang akan datang,” ucap Sunan Ampel.

Perintah itu dilaksanakan oleh Raden Paku dan Raden Makdum Ibrahim. Dan begitu sampai di negeri Pasai keduanya disambut gembira, penuh rasa haru dan bahagia oleh Syekh Maulana Ishak ayah kandung Raden Paku yang tak pernah melihat anaknya sejak bayi. (Baca juga: Kisah Cucu Raja Blambangan Setelah Dibuang ke Laut karena Dianggap Bawa Sial )

Raden Paku menceritakan riwayat hidupnya sejak masih kecil ditemukan di tengah samodra dan kemudian diambil anak angkat oleh Nyai Ageng Pinatih dan berguru kepada Sunan Ampel di Surabaya.

Sebaliknya Syaikh Maulana Ishak kemudian menceritakan pengalamannya di saat berdakwah di Blambangan sehingga terpaksa harus meninggalkan istri yang sangat dicintainya.

Buku "Kisah dan Ajaran Wali Sanga" karya H. Lawrens Rasyidi menceritakan Raden Paku menangis sesenggukan mendengar kisah itu. Bukan menangisi kemalangan dirinya yang telah disia-siakan kakeknya yaitu Prabu Menak Sembuyu tetapi memikirkan nasib ibunya yang tak diketahui lagi tempatnya berada. (Baca juga: Pura-pura Masuk Islam Raja Blambangan Prabu Menak Sembuyu, Syaikh Maulana Ishaq Hijrah )

Apakah ibunya masih hidup atau sudah meninggal dunia. Dalam hatinya ia bertekad untuk pada suatu ketika akan datang ke Blambangan menuntut balas atas kekejaman kakeknya itu. Namun Syaikh Maulana Ishak segera meredakan gelora hati Raden Paku yang masih berusia muda itu.

“Janganlah kau diperbudak iblis sehingga berniat membalas dendam pada kakekmu," ujar Syaikh Maulana Ishak. ”Memang boleh kita membalas perbuatan jahat seorang dengan balasan yang setimpal dengan perbuatannya. Tapi memberi maaf itu lebih baik. Jika engkau pemuda Islam yang baik yang tidak sama dengan pemuda lain dengan menunjukkan kepribadian kita yang baik, sudah otomatis kita berdakwah dengan perbuatan nyata.”

Karena nasehat ayahnya yang bijaksana itu Raden Paku mengurungkan niatnya untuk membalas dendam pada Prabu Menak Sembuyu. Toh raja Blambangan itu masih terhitung kakeknya sendiri. (Baca juga: Begini Cara Syekh Maulana Ishak Mengislamkan Raja Blambangan )

Di negeri Pasai ulama besar dari negeri asing banyak yang menetap dan membuka pelajaran agama Islam kepada penduduk setempat. Hal ini tidak disia-siakan oleh Raden Paku dan Maulana Makdum Ibrahim. Kedua pemuda itu belajar agama dengan tekun, baik kepada Syaikh Maulana Ishak sendiri maupun kepada guru-guru agama lainnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Silsilah Nasab Sunan...
Silsilah Nasab Sunan Gunung Jati yang Tersambung kepada Rasulullah SAW
Lebaran Ketupat, Peninggalan...
Lebaran Ketupat, Peninggalan Wali Songo Hanya Ada di Indonesia
Biografi Sunan Kalijaga,...
Biografi Sunan Kalijaga, Sejarah Hingga Cara Berdakwah
Kisah Sukses Islamisasi...
Kisah Sukses Islamisasi Jawa: Ini Dia 2 Figur yang Legendaris Itu
Kesultanan Demak Ternyata...
Kesultanan Demak Ternyata Bukan Kerajaan Islam Pertama di Jawa, Ini Fakta Sebenarnya
Syekh Syamsuddin al-Wasil:...
Syekh Syamsuddin al-Wasil: Pembimbing Rohani Prabu Jayabaya, Penyebar Islam Pertama di Kediri
Rekomendasi
Lagi-lagi Batu Berbentuk...
Lagi-lagi Batu Berbentuk Ular Raksasa Tiba-tiba Muncul di Sungai
Suhu Panas Ekstrem,...
Suhu Panas Ekstrem, PBB Klaim Suhu Bumi Naik 3 Derajat Celcius
Pengakuan Misterius...
Pengakuan Misterius Keluarga Shakespeare yang Berbahaya Akhirnya Terungkap
Artikel Terkini
Doa-doa Bakda Ashar...
Doa-doa Bakda Ashar di Hari Jumat, Jangan Lupa Amalkan!
Baca Selawat Nabi 1000...
Baca Selawat Nabi 1000 Kali di Hari Jumat, Kelak Diperlihatkan Kedudukannya di Surga
Jangan Sepelekan! Ini...
Jangan Sepelekan! Ini Keutamaan Berjalan Kaki ke Masjid Saat Salat Jumat
Tafsir Surat Al Kahfi...
Tafsir Surat Al Kahfi Ayat 1-10 : Siapa yang Rutin Membacanya akan Dilindungi dari Dajjal
Amalan Jumat: Raih Cahaya...
Amalan Jumat: Raih Cahaya dengan Membaca Surat Al-Kahfi
Kisah Menakjubkan dalam...
Kisah Menakjubkan dalam Al-Qur'an: Orang-Orang yang Diselamatkan Allah dari Berbagai Musibah
Infografis
Fenomena Langka, ini...
Fenomena Langka, ini Fakta Unik Gerhana Matahari Hibrida
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved