Kisah Sahabat yang Disuruh Rasulullah Menikah
Jum'at, 15 Januari 2021 - 17:01 WIB
loading...
A
A
A
1. Perhatian dan kasih sayang Rasulullah kepada para sahabatnya. Terlebih mereka yang miskin. Inilah sifat Nabi Shallallahu alaihi wa sallam yang Allah Ta'ala puji dalam Al-Qur'an.
لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ
“Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.” (QS:At-Taubah : 128).
2. Nabi Shallallahu alaihi wa sallam memiliki tanggung jawab terhadap orang-orang yang berada di bawah tanggungannya.
3. Rasulullah pandai membaca kondisi. Beliau tahu apa yang terbaik dan yang dibutuhkan oleh orang lain.
4. Nabi Shallallahu alaihi wa sallam tahu hal apa yang terbaik bagi dunia dan akhirat sahabatnya. Demikian juga untuk umatnya. Sehingga ketika kita tahu Nabi SAW memerintahkan kita pada suatu perkara, yakinlah! hal itu yang terbaik untuk kita. Walaupun kadang bertentangan dengan keinginan dan nafsu kita.
Baca juga: 10 Aplikasi yang Mengeruk Data Pribadi Anda dengan Ganas!
5. Perhatikanlah bagaimana respon orang-orang yang beriman terhadap perintah Rasulullah. Keluarga perempuan yang ditemui Rabi’ah begitu cepat menerima perintah Rasulullah tanpa menanyakan apapun. Syaikh Muhammad bin Nashir as-Suhaibani hafizhahullah mengatakan, “Mereka disebut lambat menunaikan perintah Nabi karena rumah mereka yang jauh dari Nabi. Atau mereka jarang bertemu Nabi.”
6. Rasa persaudaraan di antara para sahabat begitu luar biasa. Persaudaraan yang bukan hanya sekadar pengakuan. Tapi mereka membuktikannya dengan saling tolong-menolong. Mereka mengumpulkan mahar dan mempersiapkan logistik untuk resepsi pernikahan Rabi’ah. Inilah gambaran masyarakat Madinah kala itu.
7, Rasulullah mengenal dengan baik pribadi Rabi’ah. Dan beliau juga mengetahui pribadi perempuan itu. Sehingga keduanya beliau anggap cocok. Sehingga pernikahan itu maslahat untuk keduanya.
8. Rabi’ah menunda nikah karena ‘asyik’ dengan kegiatannya saat itu. Ia tidak mau ada hal yang menyibukkannya sehingga mengganggu ibadahnya. Yakni melayani Rasulullah Shallallahu alihi wa sallam.
Baca juga: Masjid Al-Aqsa Disurvei 3 Dimensi, Diduga Ada Niat Tersembunyi Israel
9. Jika Anda benar-benar memahami hakikat menikah, tanggung jawab dan konsekuensinya, maka menikah adalah solusi.
Waallahu A’lam.
Sumber : Musnad Imam Ahmad dan Library Islamweb
لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ
“Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.” (QS:At-Taubah : 128).
2. Nabi Shallallahu alaihi wa sallam memiliki tanggung jawab terhadap orang-orang yang berada di bawah tanggungannya.
3. Rasulullah pandai membaca kondisi. Beliau tahu apa yang terbaik dan yang dibutuhkan oleh orang lain.
4. Nabi Shallallahu alaihi wa sallam tahu hal apa yang terbaik bagi dunia dan akhirat sahabatnya. Demikian juga untuk umatnya. Sehingga ketika kita tahu Nabi SAW memerintahkan kita pada suatu perkara, yakinlah! hal itu yang terbaik untuk kita. Walaupun kadang bertentangan dengan keinginan dan nafsu kita.
Baca juga: 10 Aplikasi yang Mengeruk Data Pribadi Anda dengan Ganas!
5. Perhatikanlah bagaimana respon orang-orang yang beriman terhadap perintah Rasulullah. Keluarga perempuan yang ditemui Rabi’ah begitu cepat menerima perintah Rasulullah tanpa menanyakan apapun. Syaikh Muhammad bin Nashir as-Suhaibani hafizhahullah mengatakan, “Mereka disebut lambat menunaikan perintah Nabi karena rumah mereka yang jauh dari Nabi. Atau mereka jarang bertemu Nabi.”
6. Rasa persaudaraan di antara para sahabat begitu luar biasa. Persaudaraan yang bukan hanya sekadar pengakuan. Tapi mereka membuktikannya dengan saling tolong-menolong. Mereka mengumpulkan mahar dan mempersiapkan logistik untuk resepsi pernikahan Rabi’ah. Inilah gambaran masyarakat Madinah kala itu.
7, Rasulullah mengenal dengan baik pribadi Rabi’ah. Dan beliau juga mengetahui pribadi perempuan itu. Sehingga keduanya beliau anggap cocok. Sehingga pernikahan itu maslahat untuk keduanya.
8. Rabi’ah menunda nikah karena ‘asyik’ dengan kegiatannya saat itu. Ia tidak mau ada hal yang menyibukkannya sehingga mengganggu ibadahnya. Yakni melayani Rasulullah Shallallahu alihi wa sallam.
Baca juga: Masjid Al-Aqsa Disurvei 3 Dimensi, Diduga Ada Niat Tersembunyi Israel
9. Jika Anda benar-benar memahami hakikat menikah, tanggung jawab dan konsekuensinya, maka menikah adalah solusi.
Waallahu A’lam.
Sumber : Musnad Imam Ahmad dan Library Islamweb
(wid)
Lihat Juga :