Dahsyatnya Manfaat dan Keutamaan Salat Dhuha
Minggu, 17 Januari 2021 - 08:13 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Gunung Semeru Meletus, PVMBG Keluarkan Status Level Waspada
Hadis tersebut menunjukkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan salat Dhuha delapan rakaat. Apa yang dilakukan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan delapan rakaat bukan menunjukkan batasan salat Dhuha itu delapan rakaat. Pendapat paling kuat, salat Dhuha tidak dibatasi jumlah rakaatnya. Dalam riwayat hadis ini, disebutkan bahwa Fakhitah mengucapkan salam pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Berarti hal ini menunjukkan bahwa boleh wanita mengucapkan salam pada pria selama aman dari godaan.
Dijelaskan juga bahwa dibolehkan melakukan salat Dhuha mulai dari meningginya matahari sampai tergelincirnya. Namun yang lebih utama dilakukan ketika hari makin panas (menjelang makin siang atau beberapa menit sebelum dzuhur) dan meningginya waktu Dhuha.
Dari Zaid bin Arqam radhiyallahu ‘anhu, bahwa ia melihat satu kaum yang melakukan salat Dhuha , Zain pun berkata, “Tidakkah mereka tahu bahwa salat di waktu selain ini lebih utama, karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Salat orang-orang yang bertaubat itu adalah ketika anak-anak unta sudah merasa kepanasan (karena matahari)." (HR. Muslim).
Tarmadhu adalah panas yang sangat (menjelang makin siang).
Baca juga: Wujudkan 7 Persen Direksi Milenial di BUMN, Menteri Erick Siapkan Beasiswa
Makna hadis adalah salat Dhuha disebut dengan salat awwabin, yaitu salat orang-orang yang kembali kepada Allah setelah sebelumnya lalai, penuh dosa, akhirnya mengingat-Nya dan bertaubat. Dahulu sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa merutinkan salat Dhuha. Boleh memuji orang yang taat selama tidak keluar dari aturan syariat. Waktu salat Dhuha yang paling afdol adalah makin panas (menjelang makin siang). Salat badiyah Maghrib (enam rakaat setelah Maghrib) ada yang menyebutnya pula dengan salat awwabin, namun hadisnya tidak shahih. Namun salat badiyah Maghrib yang dua rakaat tetap ada tuntunan karena termasuk salat sunnah rawatib yang dianjurkan dijaga. Masih boleh melakukan salat sunnah di masjid.
Sedangkan hadis dari Zaid bin Tsabit yang menyatakan “Salatlah kalian, wahai manusia, di rumah-rumah kalian, karena sebaik-baiknya salat adalah salat seseorang di rumahnya, kecuali salat wajib.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Maka yang dimaksud hadis Zaid ini menunjukkan afdaliyah, yaitu salat sunnah lebih afdol di rumah. Namun di masjid, tetap masih dibolehkan.
Baca juga: Warner Bros Ungkap Penampilan Joe Taslim di Film Mortal Kombat
Manfaat dan Keutamaan Salat Dhuha
Dari rangkaian hadis di atas, tergambarkan bahwa banyak manfaat dan keutamaan bagi setiap muslim yang mengerjakan Salat Dhuha. Beberapa manfaat di antaranya adalah untuk memperlancarkan, melapangkan dan mempermudahkan rezeki, menghapus dosa-dosa, mendapatkan pahala salat sunnah dan masih banyak lagi.
Dinukil dari buku 'Shalat Seperti Nabi: Petunjuk Pelaksanaan Shalat Sejak Takbir Hingga Salam' karya Hasan bin Ali as-Saqqaf, disebutkan beberapa keutamaan dari Salat Dhuha ini sebagai berikut:
1. Wasiat Khusus dari Rasulullah
Salat dhuha diwasiatkan Rasulullah kepada Abu Hurairah untuk menjadi amal harian.
“Kekasihku –Rasulullah SAW- mewasiatkan tiga hal padaku: berpuasa tiga hari setiap bulannya, melaksanakan salat dhuha dua raka’at dan salat witir sebelum tidur.” (Muttafaq ‘alaih)
Baca juga: Buntut Polisi Masuk Tempat Sembahyang Pakai Sepatu, Kapolsek dan Kanit Reskrim Dilaporkan ke Propam
2. Salat Awwabin
Hadis tersebut menunjukkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan salat Dhuha delapan rakaat. Apa yang dilakukan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan delapan rakaat bukan menunjukkan batasan salat Dhuha itu delapan rakaat. Pendapat paling kuat, salat Dhuha tidak dibatasi jumlah rakaatnya. Dalam riwayat hadis ini, disebutkan bahwa Fakhitah mengucapkan salam pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Berarti hal ini menunjukkan bahwa boleh wanita mengucapkan salam pada pria selama aman dari godaan.
Dijelaskan juga bahwa dibolehkan melakukan salat Dhuha mulai dari meningginya matahari sampai tergelincirnya. Namun yang lebih utama dilakukan ketika hari makin panas (menjelang makin siang atau beberapa menit sebelum dzuhur) dan meningginya waktu Dhuha.
Dari Zaid bin Arqam radhiyallahu ‘anhu, bahwa ia melihat satu kaum yang melakukan salat Dhuha , Zain pun berkata, “Tidakkah mereka tahu bahwa salat di waktu selain ini lebih utama, karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Salat orang-orang yang bertaubat itu adalah ketika anak-anak unta sudah merasa kepanasan (karena matahari)." (HR. Muslim).
Tarmadhu adalah panas yang sangat (menjelang makin siang).
Baca juga: Wujudkan 7 Persen Direksi Milenial di BUMN, Menteri Erick Siapkan Beasiswa
Makna hadis adalah salat Dhuha disebut dengan salat awwabin, yaitu salat orang-orang yang kembali kepada Allah setelah sebelumnya lalai, penuh dosa, akhirnya mengingat-Nya dan bertaubat. Dahulu sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa merutinkan salat Dhuha. Boleh memuji orang yang taat selama tidak keluar dari aturan syariat. Waktu salat Dhuha yang paling afdol adalah makin panas (menjelang makin siang). Salat badiyah Maghrib (enam rakaat setelah Maghrib) ada yang menyebutnya pula dengan salat awwabin, namun hadisnya tidak shahih. Namun salat badiyah Maghrib yang dua rakaat tetap ada tuntunan karena termasuk salat sunnah rawatib yang dianjurkan dijaga. Masih boleh melakukan salat sunnah di masjid.
Sedangkan hadis dari Zaid bin Tsabit yang menyatakan “Salatlah kalian, wahai manusia, di rumah-rumah kalian, karena sebaik-baiknya salat adalah salat seseorang di rumahnya, kecuali salat wajib.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Maka yang dimaksud hadis Zaid ini menunjukkan afdaliyah, yaitu salat sunnah lebih afdol di rumah. Namun di masjid, tetap masih dibolehkan.
Baca juga: Warner Bros Ungkap Penampilan Joe Taslim di Film Mortal Kombat
Manfaat dan Keutamaan Salat Dhuha
Dari rangkaian hadis di atas, tergambarkan bahwa banyak manfaat dan keutamaan bagi setiap muslim yang mengerjakan Salat Dhuha. Beberapa manfaat di antaranya adalah untuk memperlancarkan, melapangkan dan mempermudahkan rezeki, menghapus dosa-dosa, mendapatkan pahala salat sunnah dan masih banyak lagi.
Dinukil dari buku 'Shalat Seperti Nabi: Petunjuk Pelaksanaan Shalat Sejak Takbir Hingga Salam' karya Hasan bin Ali as-Saqqaf, disebutkan beberapa keutamaan dari Salat Dhuha ini sebagai berikut:
1. Wasiat Khusus dari Rasulullah
Salat dhuha diwasiatkan Rasulullah kepada Abu Hurairah untuk menjadi amal harian.
“Kekasihku –Rasulullah SAW- mewasiatkan tiga hal padaku: berpuasa tiga hari setiap bulannya, melaksanakan salat dhuha dua raka’at dan salat witir sebelum tidur.” (Muttafaq ‘alaih)
Baca juga: Buntut Polisi Masuk Tempat Sembahyang Pakai Sepatu, Kapolsek dan Kanit Reskrim Dilaporkan ke Propam
2. Salat Awwabin
Lihat Juga :