Berikut Hadis yang Jadi Dasar Salat di Atas Kendaraan
Rabu, 20 Januari 2021 - 14:59 WIB
loading...
A
A
A
Dan yang paling penting, hadis ini juga menegaskan bahwa beliau SAW tidak melakukan salat fardhu yang lima waktu di atas punggung unta.
Salat di atas punggung unta itu hanya manakala beliau melakukan salat sunnah saja. Sedangkan untuk salat fardhu 5 waktu, bila kebetulan beliau sedang dalam perjalanan, beliau kerjakan dengan turun dari untanya, menjejak kaki ke atas tanah, dan tentunya tetap dengan menghadap ke arah kiblat.
Tidak menghadap ke arah mana saja untanya menghadap.
Baca juga: Salat, Satu-satunya Ibadah yang Langsung Diperintah Allah kepada Nabi Muhammad
Sesungguhnya Rasulullah SAW melakukan shalat witir di atas untanya. (HR. Bukhari)
Hadis sahih ini juga menjelaskan bahwa ketika Rasulullah SAW melakukan salat witir yang hukumnya sunnah, beliau SAW melakukannya di atas punggung untanya.
Namun memang pernah juga beliau SAW melakukan salat wajib di atas punggung unta, akan tetapi keadaan yang terjadi saat itu memang tidak memungkinkan beliau untuk turun ke atas tanah.
Hal itu terjadi lantaran saat itu sedang terjadi hujan, yang menyebabkan tanahnya menjadi becek atau berlumpur. Sehingga dalam keadaan tertentu memang masih dimungkinkan salat wajib yang dikerjakan di atas punggung unta.
Dari Ya'la bin Umayyah bahwa Nabi SAW melewati suatu lembah di atas kendaraannya dalam keadaan hujan dan becek. Datanglah waktu salat, beliau pun memerintahkan untuk dikumandangkan adzan dan iqamat, kemudian beliau maju di atas kendaraan dan melalukan salat, dengan membungkukkan badan (saat ruku' dan sujud), di mana membungkuk untuk sujud lebih rendah dari membungkuk untuk ruku'. (HR. Ahmad dan Al-Baihaqi)
Menurut Ustaz Ahmad Sarwat Lc masih banyak lagi hadis-hadis yang lain yang mengisahkan tentang shalat-shalat Rasulullah SAW di atas kendaraan.
Salat di atas punggung unta itu hanya manakala beliau melakukan salat sunnah saja. Sedangkan untuk salat fardhu 5 waktu, bila kebetulan beliau sedang dalam perjalanan, beliau kerjakan dengan turun dari untanya, menjejak kaki ke atas tanah, dan tentunya tetap dengan menghadap ke arah kiblat.
Tidak menghadap ke arah mana saja untanya menghadap.
Baca juga: Salat, Satu-satunya Ibadah yang Langsung Diperintah Allah kepada Nabi Muhammad
Sesungguhnya Rasulullah SAW melakukan shalat witir di atas untanya. (HR. Bukhari)
Hadis sahih ini juga menjelaskan bahwa ketika Rasulullah SAW melakukan salat witir yang hukumnya sunnah, beliau SAW melakukannya di atas punggung untanya.
Namun memang pernah juga beliau SAW melakukan salat wajib di atas punggung unta, akan tetapi keadaan yang terjadi saat itu memang tidak memungkinkan beliau untuk turun ke atas tanah.
Hal itu terjadi lantaran saat itu sedang terjadi hujan, yang menyebabkan tanahnya menjadi becek atau berlumpur. Sehingga dalam keadaan tertentu memang masih dimungkinkan salat wajib yang dikerjakan di atas punggung unta.
Dari Ya'la bin Umayyah bahwa Nabi SAW melewati suatu lembah di atas kendaraannya dalam keadaan hujan dan becek. Datanglah waktu salat, beliau pun memerintahkan untuk dikumandangkan adzan dan iqamat, kemudian beliau maju di atas kendaraan dan melalukan salat, dengan membungkukkan badan (saat ruku' dan sujud), di mana membungkuk untuk sujud lebih rendah dari membungkuk untuk ruku'. (HR. Ahmad dan Al-Baihaqi)
Menurut Ustaz Ahmad Sarwat Lc masih banyak lagi hadis-hadis yang lain yang mengisahkan tentang shalat-shalat Rasulullah SAW di atas kendaraan.
(mhy)
Lihat Juga :