Salat, Satu-satunya Ibadah yang Langsung Diperintah Allah kepada Nabi Muhammad

loading...
Salat, Satu-satunya Ibadah yang Langsung Diperintah Allah kepada Nabi Muhammad
Salat mempunyai kedudukan paling penting dan mendasar hingga syariat menempatkannya sebagai rukun Islam kedua setelah shahadat. Foto/Ist
Tidak seperti puasa, zakat atau ibadah Haji yang diterima Nabi lewat Malaikat Jibril, ibadah yang satu ini benar-benar istimewa. Tidak bermaksud mengeyampingkan ibadah lain, shalat merupakan ibadah paling mulia di sisi Allah.

Perintah salat diterima oleh Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم langsung dari Allah Ta'ala. Perintah ini diterima oleh beliau pada saat bertemu dengan Allah 'Azza wa Jalla dalam perjalanan beliau Isra' dan Mi'raj.

Baca Juga: Utsman Bin Affan: 9 Kemuliaan Bagi yang Shalat Tepat Waktu

Ibadah salat merupakan ibadah teragung dalam Islam yang kaya mengandung hikmah kebaikan bagi orang yang melaksanakannya. Karena dengan shalat ia akan tercegah dari segala bentuk kejahatan dan kekejian. Kenyataan ini membuktikan bahwa orang yang menegakkan shalat adalah orang yang paling minim melakukan kemaksiatan dan kriminal. Sebaliknya semakin jauh seseorang dari shalat, semakin terbuka peluang kemaksiatan dan kriminalnya.



"Dan yang terpenting shalat merupakan ibadah mulia lagi agung. Karena shalat merupakan salah satu wasiat Allah kepada Nabi-nabi dan wasiat para Nabi kepada umatnya," kata Hasan Husen Assagaf dalam satu tausiyahnya.

Salat menurut bahasa artinya do'a. Dalam ilmu fiqih adalah semua perkataan dan perbuatan yang dimulai dengan takbir (Allahu Akbar) dan diakhiri dengan taslim (assalamu 'alaikum). Salat merupakan ibadah yang diwajibkan bagi umat Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم lima waktu sehari semalam.

Allah memerintahkan hamba-Nya agar bersujud dalam shalat. Dengan sujud berarti seseorang rela menghambakan dirinya kepada Allah yang menjadi tujuan hidup. Bukan suatu penghambaan yang memberi keuntungan bagi yang disembah. Tetapi penghambaan yang mendatangkan kebahagiaan bagi yang menyembah.

Kewajiban ini telah diterangkan dalam hadis Rasulullah صلى الله عليه وسلم:

عَنْ طَلْحَةَ بْنَ عُبَيْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ : جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ أَهْلِ نَجْدٍ ثَائِرَ الرَّأْسِ يُسْمَعُ دَوِيُّ صَوْتِهِ وَلا نَفْقَهُ مَا يَقُولُ ، فَإِذَا هُوَ يَسْأَلُ عَنِ الإِسْلامِ ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” خَمْسُ صَلَوَاتٍ فِي الْيَوْمِ وَاللَّيْلَةِ ، قَالَ : هَلْ عَلَيَّ غَيْرُهُنَّ ؟ قَالَ : لا ، إِلا أَنْ تَطَّوَّعَ ، قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : وَصِيَامُ شَهْرِ رَمَضَانَ ، قَالَ : هَلْ عَلَيَّ غَيْرُهُ ؟ قَالَ : لا ، إِلا أَنْ تَطَّوَّعَ ” . قَالَ : وَذَكَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الزَّكَاةَ ، فَقَالَ : هَلْ عَلَيَّ غَيْرُهَا ؟ قَالَ : ” لا ، إِلا أَنْ تَطَّوَّعَ ” . قَالَ : فَأَدْبَرَ الرَّجُلُ وَهُوَ يَقُولُ : وَاللَّهِ لا أَزِيدُ عَلَى هَذَا وَلا أَنْقُصُ مِنْهُ ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” أَفْلَحَ إِنْ صَدَقَ (رواه الشيخان)
halaman ke-1
cover top ayah
وَكَمۡ اَهۡلَـكۡنَا قَبۡلَهُمۡ مِّنۡ قَرۡنٍ هُمۡ اَشَدُّ مِنۡهُمۡ بَطۡشًا فَنَقَّبُوۡا فِى الۡبِلَادِ ؕ هَلۡ مِنۡ مَّحِيۡصٍ
Dan betapa banyak umat yang telah Kami binasakan sebelum mereka, (padahal) mereka lebih hebat kekuatannya daripada mereka (umat yang belakangan) ini. Mereka pernah menjelajah di beberapa negeri. Adakah tempat pelarian (dari kebinasaan bagi mereka)?

(QS. Qaf:36)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video