Nasehat Imam Al-Ghazali dalam Mengendalikan Amarah
Senin, 25 Januari 2021 - 15:25 WIB
loading...
A
A
A
Walau demikian, menahan amarah bukanlah hal mudah, Rasulullah menyebutkan bahwasanya mereka yang mampu menahan amarah adalah orang yang amat perkasa. Rasulullah bersabda, “Orang perkasa itu bukanlah orang yang mampu membanting lawannya. Tetapi, siapa yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah, itulah orang yang perkasa.” (HR. Muslim).
Lantas bagaimana cara mengendalikan amarah? Melansir dari laman NU Online, berikut tips mengendalikan amarah dari Imam Al Ghazali Rahimahullah.
Baca juga: Hai Bunda, Ternyata Ada BLT Pelajar Sekolah Rp2,2 Juta
1. Menyadari pahala yang besar saat menahan amarah
Langkah pertama adalah mengingat pahala yang Allah janjikan untuk mereka yang mampu menahan amarah.
“Pertama, berpikir tentang ayat atau hadits Nabi tentang keutamaan menahan amarah, memaafkan, bersikap ramah dan menahan diri, sehingga dirinya terdorong untuk menggapai pahalnya dan mencegah dirinya untuk membalas, serta dapat memadamkan amarahnya.”
2. Teringat dosa yang dapat timbul jika marah
Jika pahal belum mampu menahan kita dari amarah, cobalah pertimbangkan dosa yang mungkin timbul jika kita marah.
“Kedua, menakut-nakuti diri dengan siksa Allah bila ia tetap meluapkan amarahnya. Apakah ia aman dari murka Allah di hari kiamat? Padahal ia sangat membutuhkan pengampunan.”
Baca juga: Pilkada 2022 Ditiadakan Hanya untuk Ganjal Anies Baswedan? Refly Harun: Kebangetan Juga
3. Takut dengan perpecahan yang disebebkan dari amarah
Ketika dosa tak mampu menahannya, ingatlah perpecahan yang mungkin timbul ketika kita marah. Amarah dengan mudah dapat memutuskan hubungan baik yang sudah terjalin lama.
Lantas bagaimana cara mengendalikan amarah? Melansir dari laman NU Online, berikut tips mengendalikan amarah dari Imam Al Ghazali Rahimahullah.
Baca juga: Hai Bunda, Ternyata Ada BLT Pelajar Sekolah Rp2,2 Juta
1. Menyadari pahala yang besar saat menahan amarah
Langkah pertama adalah mengingat pahala yang Allah janjikan untuk mereka yang mampu menahan amarah.
“Pertama, berpikir tentang ayat atau hadits Nabi tentang keutamaan menahan amarah, memaafkan, bersikap ramah dan menahan diri, sehingga dirinya terdorong untuk menggapai pahalnya dan mencegah dirinya untuk membalas, serta dapat memadamkan amarahnya.”
2. Teringat dosa yang dapat timbul jika marah
Jika pahal belum mampu menahan kita dari amarah, cobalah pertimbangkan dosa yang mungkin timbul jika kita marah.
“Kedua, menakut-nakuti diri dengan siksa Allah bila ia tetap meluapkan amarahnya. Apakah ia aman dari murka Allah di hari kiamat? Padahal ia sangat membutuhkan pengampunan.”
Baca juga: Pilkada 2022 Ditiadakan Hanya untuk Ganjal Anies Baswedan? Refly Harun: Kebangetan Juga
3. Takut dengan perpecahan yang disebebkan dari amarah
Ketika dosa tak mampu menahannya, ingatlah perpecahan yang mungkin timbul ketika kita marah. Amarah dengan mudah dapat memutuskan hubungan baik yang sudah terjalin lama.