15 Golongan Hamba yang Doanya Mustajab

loading...
15 Golongan Hamba yang Doanya Mustajab
Islam sangat menekankan pentingnya berdoa karena doa menunjukkan bukti benarnya tawakkal seseorang kepada Allah Taala. Foto/ilustrasi
Tak bisa dipungkiri manusia sangat membutuhkan Allah Ta'ala dalam segala hal. Fitrah manusia yang lemah dan faqir membuatnya tak berdaya jika hanya bergantung pada dirinya semata.

Dalam satu ayat Al-Qur'an, Allah menerangkan hal ini sebagaimana firman-Nya:

يٰٓأَيُّهَا النَّاسُ أَنْتُمُ الْفُقَرَآءُ إِلَى اللَّهِ  ۖ وَاللَّهُ هُوَ الْغَنِىُّ الْحَمِيدُ

"Wahai manusia! Kamulah yang memerlukan Allah; dan Allah Dialah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu), Maha Terpuji." (QS Fatir Ayat 15)

Itulah sebabnya Islam sangat menekankan pentingnya berdoa dan tawakkal (berserah diri) kepada Allah. Manusia memang diberi akal dan kemampuan (berusaha), namun Allah Ta'ala punya kuasa atas segala sesuatu. "Dan Dialah yang berkuasa atas sekalian hamba-hamba-Nya. Dan Dialah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui." (QS Al-An'am Ayat 18)



Baca Juga: Berdoa di Waktu Mustajab adalah Saat Sujud, Begini Aturannya!

Allah menganugerahkan kepada orang-orang mukmin senjata ampuh berupa doa dan permohonan. Doa menunjukkan bukti benarnya tawakkal seseorang kepada Allah Ta'ala. Dalam satu hadis yang diriwayatkan Imam Tirmidzi, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa yang tidak meminta kepada Allah, maka Allah akan murka padanya." Berikut 15 golongan hamba yang doanya mustajab atau cepat dikabulkan Allah Ta'ala:

1. Orang yang Berdoa dengan Zikir Dzun Nun (Doa Nabi Yunus)
Dari Sa'ad bin Abi Waqash, ia berkata Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: "Doa Dzun Nun (Nabi Yunus 'alaihissalam) ketika berada di dalam perut ikan: 'Laa ilaaha illaa Anta Subhaanaka innii Kuntu minazh- Zhaalimiin'. Jika seorang berdoa dengannya memohon sesuatu, niscaya Allah akan mengabulkannya." (HR at-Tirmidzi, dll)

2. Orang yang Terbangun di Malam Hari dengan Doa yang Matsur
Dari Ubadah bin Shamit dari Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم bahwasanya beliau bersabda: "Barangsiapa yang terjaga di malam hari, lalu mengucapkan: 'Laa ilaaha illallaahu wahdahuu laa syariika lah, lahul mulku walahul hamdu, wahuwaa 'alaa kulli syai'in qadiir, Alhamdulillaah, wasubhanallaah, wa laa ilaaha illallaah, wallahu Akbar, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah' (Tidak ada Tuhan selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nyalah seluruh kerajaan dan bagi-Nya pula segala pujian. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Segala puji bagi Allah, Maha Suci Allah, tidak ada Tuhan selalin Allah, Allah Maha Besar. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah). Kemudian mengucapkan: 'Allahummaghfir lii' (Ya Allah, ampunilah aku). Atau doa yang lain, niscaya akan dikabulkan doanya. Jika ia berwudhu’ dan shalat, maka diterimalah shalatnya." (HR Al-Bukhari)

3. Orang yang Mendoakan Saudaranya Tanpa Dia Ketahui
Diriwayatkan dari Abu Darda' radhiyallahu 'anhu bahwasanya ia berkata, "Apabila seorang muslim mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuannya, maka pasti Malaikat yang ditugaskan (kepadanya) akan mengucapkan, "Engkaupun akan mendapatkan yang semisalnya." (HR Muslim)

4. Orang yang Teraniaya
Ketika Rasulullah صلى الله عليه وسلم mengutus Mu'adz ke Yaman, beliau bersabda kepadanya: "Takutlah kalian terhadap doa orang yang dizalimi, karena tidak ada hijab antara doa itu dengan Allah." (HR Al-Bukhari)

5. Orang Tua yang Mendoakan Anaknya
Setiap orang tua dianjurkan banyak-banyak berdoa untuk anak keturunannya agar mereka menjadi anak yang berbakti. Jangan sekali-kali mengucap kalimat yang tidak baik untuk anak-anak kita, karena perkataan adalah doa. Dan doa orang tua merupakan salah satu doa yang mustajab.

6. Orang yang Dalam Perjalanan-Jauh (Musafir)
Dari Abu Hurairah ia berkata, Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: "Ada tiga doa mustajab yang tidak diragukan lagi, yaitu doa orang yang teraniaya, doa musafir, dan doa orang tua untuk anaknya." (HR at-Tirmidzi, dll)

7. Orang yang Berpuasa dan Pemimpin yang Adil
Dari Abu Hurairah secara marfu, "Ada tiga golongan yang doanya tidak ditolak, orang yang berpuasa hingga berbuka, doa pemimpin yang adil dan doa orang yang teraniaya. Allah akan mengangkat doa mereka ke atas awan, membukakan pintu-pintu langit untuknya, dan berfirman, 'Demi kemuliaan-Ku, sungguh, Aku akan menolongmu walaupun dengan selang waktu." (HR at-Tirmidzi, dll)

8. Anak Saleh
Dalam hadis yang diriwayatkan Abu Hurairah diterangkan, "Apabila manusia mati, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara, yaitu sedekah jariyyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak yang saleh yang mendoakan orang tuanya." (HR Muslim)

9. Orang yang Dalam Keadaan Darurat
Allah Ta'ala berfirman: "Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah di samping Allah ada Tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati(Nya)." (QS An-Naml: 62)

10. Orang yang Tidur Dalam Keadaan Suci dan Berzikir
Dari Mu'adz bin Jabal, dari Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: "Apabila seorang muslim tidur dalam keadaan berzikir dan suci, lalu terbangun di malam hari, kemudian berdoa kepada Allah meminta kebaikan dunia dan akhirat, maka pasti Allah akan memberikan kepadanya". (HR Abu Dawud dan Ahmad)

11. Anak yang Berbakti kepada Orang Tuanya
Dari Abu Hurairah, Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: "Sesungguhnya Allah akan mengangkat derajat seorang hamba yang saleh di surga, lalu ia bertanya, 'Dari mana aku memperoleh derajat ini?'. Allah berfirman: "Dengan permohonan ampun anakmu untukmu." (HR Ahmad)

12. Orang yang Menunaikan Haji, Umrah dan Berjihad di Jalan Allah
Dari Ibnu Umar, Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم bersabda: "Orang yang berperang di jalan Allah, orang yang menunaikan haji, dan orang yang menunaikan umrah adalah utusan-utusan yang menghadap kepada Allah. Mereka dipanggil oleh-Nya, lalu mereka memenuhi panggilan-Nya, dan mereka pun meminta kepada-Nya, maka Allah akan memberinya." (HR Ibnu Majah)
halaman ke-1
cover top ayah
قَالَا رَبَّنَا ظَلَمۡنَاۤ اَنۡفُسَنَا وَاِنۡ لَّمۡ تَغۡفِرۡ لَـنَا وَتَرۡحَمۡنَا لَـنَكُوۡنَنَّ مِنَ الۡخٰسِرِيۡنَ
Keduanya berkata, “Ya Tuhan kami, kami telah menzhalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.”

(QS. Al-A’raf:23)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!