Nabi Sulaiman Pindahkan Istana Balqis Sebelum Mata Berkedip, Begini Kisahnya
Selasa, 02 Februari 2021 - 16:34 WIB
loading...
A
A
A
"Berkata Sulaiman: 'Hai pembesar-pembesar, siapakah di antara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasananya (Ratu Balqis) kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang yang berserah diri."
"Berkata 'Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin: 'Aku akan datang kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu; sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya."
"Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari kitabullah: 'Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip." Maka tatkala Nabi Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, ia pun berkata: "Ini termasuk dari karunia Tuhanku untuk menguji apakah aku bersyukur atau mengingkari nikmat-Nya. Dan barangsiapa bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk kebaikan dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Mulia."
Lalu manusia (hamba Saleh) yang memiliki ilmu memindahkan Istana Ratu Balqis. Apabila Ratu Balqis tiba, lalu ditanya oleh Nabi Sulaiman: "Seperti inikah singgasanamu?" Dijawab Ratu Balqis: "Ya, adakah yang sama seperti singgasanaku."
Kemudian Ratu Balqis dipersilakan masuk ke Istana Nabi Sulaiman. Ketika berjalan di istana itu, Ratu Balqis terkejut karena mengira ada air di lantai Istana Nabi Sulaiman, sehingga ia menyingkap kainnya.
Kemudian Nabi Sulaiman berkata: "Sesungguhnya ia istana licin yang terbuat dari kaca". Berkatalah Balqis: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah berbuat zalim terhadap diriku dan aku berserah diri bersama Sulaiman dan kepada Allah, Tuhan semesta alam."
Peristiwa itu membuat Ratu Balqis marasa malu dan menyadari kelemahannya. Ia pun memohon ampun atas kekhilafannya selama ini dan akhirnya Ratu Balqis diperistri oleh Nabi Sulaiman.
Kewafatan Nabi Sulaiman
Kisah Nabi Sulaiman merangkumi tentaranya yang terdiri dari manusia, hewan dan jin dalam menjalankan dakwah Allah terhadap Ratu Balqis. Kematian beliau berbeda dengan manusia biasa. Nabi Sulaiman wafat dalam keadaan duduk di kursi singgasananya dengan memegang tongkat sambil mengawasi dan memerhatikan jin yang bekerja.
Allah berfirman: "Maka tatkala Kami telah menetapkan kematian Sulaiman, tidak ada yang menunjukkan kepada mereka kematiannya itu, kecuali rayap yang memakan tongkatnya. Maka tatkala ia telah tersungkur, tahulah jin itu bahwa kalau sekiranya mereka mengetahui yang ghaib tentulah mereka tidak akan tetap dalam siksa yang menghinakan." (QS Saba’ 34: 14)
Beliau wafat di Rahbaam, Baitul Maqdis, Palestina pada usia 52 tahun (pendapat yang masyhur). Nama Nabi Sulaiman disebut dalam Al-Qur'an sebanyak 17 kali, tersebar dalam 7 Surat yaitu 5 Surah Makkiyah dan 2 Surah Madaniyah.
Baca Juga: Menyesal Karena Lupa Salat Ashar, Nabi Sulaiman Sembelih 900 Kuda Kebanggaannya
Wallahu A'lam
"Berkata 'Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin: 'Aku akan datang kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu; sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya."
"Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari kitabullah: 'Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip." Maka tatkala Nabi Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, ia pun berkata: "Ini termasuk dari karunia Tuhanku untuk menguji apakah aku bersyukur atau mengingkari nikmat-Nya. Dan barangsiapa bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk kebaikan dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Mulia."
Lalu manusia (hamba Saleh) yang memiliki ilmu memindahkan Istana Ratu Balqis. Apabila Ratu Balqis tiba, lalu ditanya oleh Nabi Sulaiman: "Seperti inikah singgasanamu?" Dijawab Ratu Balqis: "Ya, adakah yang sama seperti singgasanaku."
Kemudian Ratu Balqis dipersilakan masuk ke Istana Nabi Sulaiman. Ketika berjalan di istana itu, Ratu Balqis terkejut karena mengira ada air di lantai Istana Nabi Sulaiman, sehingga ia menyingkap kainnya.
Kemudian Nabi Sulaiman berkata: "Sesungguhnya ia istana licin yang terbuat dari kaca". Berkatalah Balqis: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah berbuat zalim terhadap diriku dan aku berserah diri bersama Sulaiman dan kepada Allah, Tuhan semesta alam."
Peristiwa itu membuat Ratu Balqis marasa malu dan menyadari kelemahannya. Ia pun memohon ampun atas kekhilafannya selama ini dan akhirnya Ratu Balqis diperistri oleh Nabi Sulaiman.
Kewafatan Nabi Sulaiman
Kisah Nabi Sulaiman merangkumi tentaranya yang terdiri dari manusia, hewan dan jin dalam menjalankan dakwah Allah terhadap Ratu Balqis. Kematian beliau berbeda dengan manusia biasa. Nabi Sulaiman wafat dalam keadaan duduk di kursi singgasananya dengan memegang tongkat sambil mengawasi dan memerhatikan jin yang bekerja.
Allah berfirman: "Maka tatkala Kami telah menetapkan kematian Sulaiman, tidak ada yang menunjukkan kepada mereka kematiannya itu, kecuali rayap yang memakan tongkatnya. Maka tatkala ia telah tersungkur, tahulah jin itu bahwa kalau sekiranya mereka mengetahui yang ghaib tentulah mereka tidak akan tetap dalam siksa yang menghinakan." (QS Saba’ 34: 14)
Beliau wafat di Rahbaam, Baitul Maqdis, Palestina pada usia 52 tahun (pendapat yang masyhur). Nama Nabi Sulaiman disebut dalam Al-Qur'an sebanyak 17 kali, tersebar dalam 7 Surat yaitu 5 Surah Makkiyah dan 2 Surah Madaniyah.
Baca Juga: Menyesal Karena Lupa Salat Ashar, Nabi Sulaiman Sembelih 900 Kuda Kebanggaannya
Wallahu A'lam
(rhs)
Lihat Juga :