Ketika 175.000 Pasukan Muslimin Saling Bertempur di Antara Mereka Sendiri
Kamis, 04 Februari 2021 - 14:58 WIB
loading...
A
A
A
Tak berapa lama kemudian terjadi pertempuran sengit antara kedua pasukan memperebutkan sungai Al-Furat. Dengan serangan kilat pasukan Syam terusir dari posisinya yang strategis dan pasukan Kufah bersama hewan tunggangannya dapat minum sepuas-puasnya.
Baca juga: Langkah Khalifah Ali bin Abu Thalib Setelah Berhasil Menaklukkan Siti Aisyah
Pasukan Syam kini menghadapi keadaan sebaliknya. Sekarang mereka menderita kepanasan dan kehausan setengah mati.
Beberapa sahabat Ali bin Abu Thalib r.a. mengusulkan supaya pasukan Syam jangan diberi kesempatan sama sekali mengambil air sungai: "Biar mereka mampus digorok kehausan! Kita tidak perlu susah-susah memerangi mereka."
Menanggapi usul tersebut Ali bin Abu Thalib r.a. berkata: "Demi Allah, tidak! Aku tak akan membalas dengan perbuatan seperti yang mereka lakukan terhadap kita. Berilah mereka kesempatan mengambil air minum. Keberanian kita mengadu pedang tidak membutuhkan perbuatan semacam itu!"
Orang-orang yang mendengar jawaban Ali bin Abu Thalib r.a. setegas itu merasa kagum terhadap sifat ksatriaannya. Sewaktu pasukan Syam datang mengambil air dari sungai, dengan penuh disiplin tak ada seorang pun dari pasukan Ali bin Abu Thalib r.a. yang menghalang-halangi.
Pasukan Ali bin Abu Thalib r.a. yang bertugas mengawal tepi sungai, sama sekali tidak memperlihatkan kesombongan karena menang. Banyak di antara anggota-anggota pasukan Muawiyah karena rasa kagumnya ingin menyeberang ke pihak Ali bin Abu Thalib r.a. Hanya saja mereka tidak mempunyai keberanian untuk melakukannya. Khawatir, kalau-kalau para anggota keluarga yang ditinggalkan di Syam akan mengalami tekanan dan berbagai kesulitan.
Baca juga: Kalah Perang dan Disuruh Kembali ke Madinah, Siti Aisyah Menangis Histeris
Pada tahap pertama pertempuran antara kedua pasukan itu hanya berlangsung secara kecil-kecilan saja, yaitu satu lawan satu, kelompok lawan kelompok. Pertempuran belum melibatkan seluruh pasukan.
Beberapa ahli sejarah menaksir pasukan yang berada di bawah pimpinan Khalifah Ali bin Abu Thalib r.a. berjumlah kurang lebih 100.000 orang. Pasukan ini dikenal sebagai "pasukan Iraq".
Baca juga: Langkah Khalifah Ali bin Abu Thalib Setelah Berhasil Menaklukkan Siti Aisyah
Pasukan Syam kini menghadapi keadaan sebaliknya. Sekarang mereka menderita kepanasan dan kehausan setengah mati.
Beberapa sahabat Ali bin Abu Thalib r.a. mengusulkan supaya pasukan Syam jangan diberi kesempatan sama sekali mengambil air sungai: "Biar mereka mampus digorok kehausan! Kita tidak perlu susah-susah memerangi mereka."
Menanggapi usul tersebut Ali bin Abu Thalib r.a. berkata: "Demi Allah, tidak! Aku tak akan membalas dengan perbuatan seperti yang mereka lakukan terhadap kita. Berilah mereka kesempatan mengambil air minum. Keberanian kita mengadu pedang tidak membutuhkan perbuatan semacam itu!"
Orang-orang yang mendengar jawaban Ali bin Abu Thalib r.a. setegas itu merasa kagum terhadap sifat ksatriaannya. Sewaktu pasukan Syam datang mengambil air dari sungai, dengan penuh disiplin tak ada seorang pun dari pasukan Ali bin Abu Thalib r.a. yang menghalang-halangi.
Pasukan Ali bin Abu Thalib r.a. yang bertugas mengawal tepi sungai, sama sekali tidak memperlihatkan kesombongan karena menang. Banyak di antara anggota-anggota pasukan Muawiyah karena rasa kagumnya ingin menyeberang ke pihak Ali bin Abu Thalib r.a. Hanya saja mereka tidak mempunyai keberanian untuk melakukannya. Khawatir, kalau-kalau para anggota keluarga yang ditinggalkan di Syam akan mengalami tekanan dan berbagai kesulitan.
Baca juga: Kalah Perang dan Disuruh Kembali ke Madinah, Siti Aisyah Menangis Histeris
Pada tahap pertama pertempuran antara kedua pasukan itu hanya berlangsung secara kecil-kecilan saja, yaitu satu lawan satu, kelompok lawan kelompok. Pertempuran belum melibatkan seluruh pasukan.
Beberapa ahli sejarah menaksir pasukan yang berada di bawah pimpinan Khalifah Ali bin Abu Thalib r.a. berjumlah kurang lebih 100.000 orang. Pasukan ini dikenal sebagai "pasukan Iraq".
Lihat Juga :