Salat Jumat Dapat Menghapus Dosa di Antara Dua Jumat, Berikut Amalannya
Jum'at, 05 Februari 2021 - 05:00 WIB
loading...
A
A
A
3. Bersegera Menuju Masjid
Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
عَنْ أَبِي هرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : مَنْ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ غُسْلَ الْجَنَابَةِ ثُمَّ رَاحَ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَدَنَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّانِيَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَقَرَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّالِثَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ كَبْشًا أَقْرَنَ وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الرَّابِعَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ دَجَاجَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الْخَامِسَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَيْضَةً فَإِذَا خَرَجَ الْإِمَامُ حَضَرَتْ الْمَلَائِكَةُ يَسْتَمِعُونَ الذِّكْرَ (الشيخان)
"Barangsiapa yang mandi pada hari Jumat yang sama seperti mandi janabah kemudian bersegera ke masjid maka dirinya seakan telah berkurban dengan seekor unta yang gemuk. Dan barangsiapa yang pergi pada masa kedua maka dia seakan berkurban dengan seekor sapi. Dan barangsiapa yang pergi ke mesjid pada saat yang ketiga maka dia seakan telah berkurban dengan seekor kambing yang bertanduk. Dan barangsiapa yang pergi ke masjid pada saat yang keempat maka dia seakan telah berkurban dengan seekor ayam. Dan barangsiapa yang pergi ke mesjid pada saat yang kelima, maka dia seakan telah berkurban dengan sebutir telur. Dan apabila imam telah datang maka para Malaikat hadir mendengarkan zikir (khutbah)." (HR Al-Bukhari dan Muslim)
4. Berjalan Kaki ke Masjid
Apbila tidak ada uzur, seorang muslim dianjurkan berjalan kaki ke masjid dengan tenang (tidak terburu-buru). Hal ini sesuai dengan hadis Nabi:
لِمَا صَحَّ أَنَّ النَبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ قَالَ : إذَا أَتَيْتُمُ الصَّلاةَ فَأْتُوهَا وَأَنْتُمْ تَمْشُونَ وَعَلَيْكُمُ السَّكِينَةُ فَمَا أَدْرَكْتُمْ فَصَلُّوا وَمَا فَاتَكُمْ فَاقْضُوا (الشيخان)
Rasulullah bersabda: "Jika kamu pergi untuk shalat maka pergilah dengan berjalan kaki dengan tenang. Apa yang kamu dapatkan (dari rakaat shalat) maka laksanakanlah dan apa yang tertinggal (dari rakaat) ulangilah." (HR Al-Bukhari, Muslim)
Dianjurkan tidak menggunakan kendaraan saat menuju masjid, sesuai hadis Nabi berikut:
عَنْ أَوْسُ بْنُ أَوْسٍ الثَّقَفِيُّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: مَنْ غَسَّلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَاغْتَسَلَ ثُمَّ بَكَّرَ وَابْتَكَرَ وَمَشَى وَلَمْ يَرْكَبْ وَدَنَا مِنْ الْإِمَامِ فَاسْتَمَعَ وَلَمْ يَلْغُ كَانَ لَهُ بِكُلِّ خُطْوَةٍ عَمَلُ سَنَةٍ أَجْرُ صِيَامِهَا وَقِيَامِهَا (رواه النسائي، الترمذي ، ابو داود)
Dari Aus bin Aus At-tsaqafi, ia mendengar Rasulullah bersabda: "Barangsiapa membasuh dan mandi pada hari Jumat, lalu bersegera pergi (menuju masjid) dengan berjalan kaki tanpa berkendaraan, mendekat kepada imam, diam dan tidak berkata-kata sia-sia: maka baginya pada setiap langkahnya itu pahala amal setahun, (yaitu) puasa dan shalatnya." (HR An-Nasai', At-Tirmidzi, Abu Daud)
5. Memperbanyak Membaca Shalawat
Salah satu sunnah yang utama adalah membaca sholawat atas Nabi sepanjang hari Jumat atau pada waktu malamnya. Berikut sabda Nabi dari Aus bin Aus:
عَنْ أَوْسُ بْنُ أَوْسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ أنَّ مِنْ أَفْضَلِ أَيَّامِكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَأَكْثِرُوا عَلَيَّ مِنْ الصَّلَاةِ فَإِنَّ صَلَاتَكُمْ مَعْرُوضَةٌ عَلَيَّ (أبو داود و النسائي بأسانيد صحيحة)
Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
عَنْ أَبِي هرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : مَنْ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ غُسْلَ الْجَنَابَةِ ثُمَّ رَاحَ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَدَنَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّانِيَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَقَرَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّالِثَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ كَبْشًا أَقْرَنَ وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الرَّابِعَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ دَجَاجَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الْخَامِسَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَيْضَةً فَإِذَا خَرَجَ الْإِمَامُ حَضَرَتْ الْمَلَائِكَةُ يَسْتَمِعُونَ الذِّكْرَ (الشيخان)
"Barangsiapa yang mandi pada hari Jumat yang sama seperti mandi janabah kemudian bersegera ke masjid maka dirinya seakan telah berkurban dengan seekor unta yang gemuk. Dan barangsiapa yang pergi pada masa kedua maka dia seakan berkurban dengan seekor sapi. Dan barangsiapa yang pergi ke mesjid pada saat yang ketiga maka dia seakan telah berkurban dengan seekor kambing yang bertanduk. Dan barangsiapa yang pergi ke masjid pada saat yang keempat maka dia seakan telah berkurban dengan seekor ayam. Dan barangsiapa yang pergi ke mesjid pada saat yang kelima, maka dia seakan telah berkurban dengan sebutir telur. Dan apabila imam telah datang maka para Malaikat hadir mendengarkan zikir (khutbah)." (HR Al-Bukhari dan Muslim)
4. Berjalan Kaki ke Masjid
Apbila tidak ada uzur, seorang muslim dianjurkan berjalan kaki ke masjid dengan tenang (tidak terburu-buru). Hal ini sesuai dengan hadis Nabi:
لِمَا صَحَّ أَنَّ النَبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ قَالَ : إذَا أَتَيْتُمُ الصَّلاةَ فَأْتُوهَا وَأَنْتُمْ تَمْشُونَ وَعَلَيْكُمُ السَّكِينَةُ فَمَا أَدْرَكْتُمْ فَصَلُّوا وَمَا فَاتَكُمْ فَاقْضُوا (الشيخان)
Rasulullah bersabda: "Jika kamu pergi untuk shalat maka pergilah dengan berjalan kaki dengan tenang. Apa yang kamu dapatkan (dari rakaat shalat) maka laksanakanlah dan apa yang tertinggal (dari rakaat) ulangilah." (HR Al-Bukhari, Muslim)
Dianjurkan tidak menggunakan kendaraan saat menuju masjid, sesuai hadis Nabi berikut:
عَنْ أَوْسُ بْنُ أَوْسٍ الثَّقَفِيُّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: مَنْ غَسَّلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَاغْتَسَلَ ثُمَّ بَكَّرَ وَابْتَكَرَ وَمَشَى وَلَمْ يَرْكَبْ وَدَنَا مِنْ الْإِمَامِ فَاسْتَمَعَ وَلَمْ يَلْغُ كَانَ لَهُ بِكُلِّ خُطْوَةٍ عَمَلُ سَنَةٍ أَجْرُ صِيَامِهَا وَقِيَامِهَا (رواه النسائي، الترمذي ، ابو داود)
Dari Aus bin Aus At-tsaqafi, ia mendengar Rasulullah bersabda: "Barangsiapa membasuh dan mandi pada hari Jumat, lalu bersegera pergi (menuju masjid) dengan berjalan kaki tanpa berkendaraan, mendekat kepada imam, diam dan tidak berkata-kata sia-sia: maka baginya pada setiap langkahnya itu pahala amal setahun, (yaitu) puasa dan shalatnya." (HR An-Nasai', At-Tirmidzi, Abu Daud)
5. Memperbanyak Membaca Shalawat
Salah satu sunnah yang utama adalah membaca sholawat atas Nabi sepanjang hari Jumat atau pada waktu malamnya. Berikut sabda Nabi dari Aus bin Aus:
عَنْ أَوْسُ بْنُ أَوْسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ أنَّ مِنْ أَفْضَلِ أَيَّامِكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَأَكْثِرُوا عَلَيَّ مِنْ الصَّلَاةِ فَإِنَّ صَلَاتَكُمْ مَعْرُوضَةٌ عَلَيَّ (أبو داود و النسائي بأسانيد صحيحة)
Lihat Juga :