Salat Jumat Dapat Menghapus Dosa di Antara Dua Jumat, Berikut Amalannya
Jum'at, 05 Februari 2021 - 05:00 WIB
loading...
Suasana salat Jumat di Masjid Istiqlal Jakarta beberapa waktu lalu. Salah satu keutamaan salat Jumat dapat menghapus dosa di antara dua Jumat apabila disertai dengan sunnah-sunnahnya. Foto/dok SINDO
A
A
A
Jumat adalah hari paling utama yang dijuluki Sayyidul Ayyam (rajanya hari). Saking mulianya Hari Jumat, Allah Ta'ala menjadikannya sebagai salah satu nama surah dalam Al-Qur'an yaitu Surah Al-Jumu'ah (surah ke-62 terdiri atas 11 ayat).
Di Hari Jumat, ada satu amalan yang wajib ditunaikan oleh muslim yang sudah baligh yaitu Salat Jumat . Salat ini sebagai pengganti salat Zhuhur dikerjakan dua di masjid jamik. Allah Ta'ala berfirman:"Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui." (QS Al-Jumu'ah Ayat 9)
Baca Juga: Amalan Bakda Salat Jumat, Diluaskan Rezeki dan Diwafatkan dalam Keadaan Islam
Dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma, dari Hafshah istri Nabi, Rasulullah bersabda: " Salat Jumat wajib atas setiap laki-laki baligh." (HR An-Nasai' dengan sanad shahih)
Sunnah-sunnah di Hari Jumat
1. Mandi Sebelum Berangkat Salat Jumat
Waktunya mulai masuknya Fajar Jumat dan sebaiknya sebelum masuk waktu salat Jumat.
عَنْ ابْنِ عُمَر رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا ، أن رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، قَالَ : مَنْ جَاءَ مِنْكُمُ الْجُمُعَةَ فَلْيَغْتَسِلْ (الشيخان)
Dari Ibnu Umar, sesungguhnya beliau bersabda: "Siapa yang datang kepadanya hari Jumat, maka madilah." (HR Al-Bukhari Muslim)
2. Memakai Siwak, Memotong Kuku, Memakai Minyak Wangi dan Pakaian Terbaik
عَنْ أَبِي سَعِيْدٍ و أَبِي هرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا أَنَّ النَبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنِ اغْتَسَلَ يَوْمَ الجُمُعَةِ وَاسْتَاكَ وَمَسَّ مِنْ طِيبٍ إِنْ كانَ عِنْدَهُ وَلَبِسَ مِنْ أَحْسَنِ ثِيَابِهِ ثُمَّ خَرَجَ حَتَّى يَأْتِيَ المَسْجِدَ وَلَمْ يَتَخَطَّ رِقَابَ النَّاسِ ثُمَّ رَكَعَ مَا شَاءَ الله أَنْ يَرْكَعَ ثُمَّ أَنْصَتَ إِذَا خَرَجَ الإِمَامُ فَلَمْ يَتَكَلَّمْ حَتَّى يَفْرُغَ مِنْ صَلاَتِهِ كانَتْ كَفَّارَةً لِمَا بَيْنَهَا وَبَيْنَ الجُمُعَةِ الأُخْرَى (أبو داود و أحمد بأسانيد صحيحة)
"Dari Abu Said dan Abu Hurairah: "Barangsiapa yang mandi pada hari Jumat, memakai siwak, memakai minyak wangi jika dia memilikinya, memakai pakaian terbaik kemudian mendatangi masjid sementara dia tidak melangkahi pundak-pundak orang lain sehingga dia ruku' (salat) sekehendaknya. Kemudian diam mendengarkan khutbah hingga selesai salatnya maka hal itu sebagai penghapus dosa-dosa yang terjadi antara Jumat dengan Jumat sebelumnya. (HR Abu Dawud dan Ahmad)
Di Hari Jumat, ada satu amalan yang wajib ditunaikan oleh muslim yang sudah baligh yaitu Salat Jumat . Salat ini sebagai pengganti salat Zhuhur dikerjakan dua di masjid jamik. Allah Ta'ala berfirman:"Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui." (QS Al-Jumu'ah Ayat 9)
Baca Juga: Amalan Bakda Salat Jumat, Diluaskan Rezeki dan Diwafatkan dalam Keadaan Islam
Dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma, dari Hafshah istri Nabi, Rasulullah bersabda: " Salat Jumat wajib atas setiap laki-laki baligh." (HR An-Nasai' dengan sanad shahih)
Sunnah-sunnah di Hari Jumat
1. Mandi Sebelum Berangkat Salat Jumat
Waktunya mulai masuknya Fajar Jumat dan sebaiknya sebelum masuk waktu salat Jumat.
عَنْ ابْنِ عُمَر رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا ، أن رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، قَالَ : مَنْ جَاءَ مِنْكُمُ الْجُمُعَةَ فَلْيَغْتَسِلْ (الشيخان)
Dari Ibnu Umar, sesungguhnya beliau bersabda: "Siapa yang datang kepadanya hari Jumat, maka madilah." (HR Al-Bukhari Muslim)
2. Memakai Siwak, Memotong Kuku, Memakai Minyak Wangi dan Pakaian Terbaik
عَنْ أَبِي سَعِيْدٍ و أَبِي هرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا أَنَّ النَبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنِ اغْتَسَلَ يَوْمَ الجُمُعَةِ وَاسْتَاكَ وَمَسَّ مِنْ طِيبٍ إِنْ كانَ عِنْدَهُ وَلَبِسَ مِنْ أَحْسَنِ ثِيَابِهِ ثُمَّ خَرَجَ حَتَّى يَأْتِيَ المَسْجِدَ وَلَمْ يَتَخَطَّ رِقَابَ النَّاسِ ثُمَّ رَكَعَ مَا شَاءَ الله أَنْ يَرْكَعَ ثُمَّ أَنْصَتَ إِذَا خَرَجَ الإِمَامُ فَلَمْ يَتَكَلَّمْ حَتَّى يَفْرُغَ مِنْ صَلاَتِهِ كانَتْ كَفَّارَةً لِمَا بَيْنَهَا وَبَيْنَ الجُمُعَةِ الأُخْرَى (أبو داود و أحمد بأسانيد صحيحة)
"Dari Abu Said dan Abu Hurairah: "Barangsiapa yang mandi pada hari Jumat, memakai siwak, memakai minyak wangi jika dia memilikinya, memakai pakaian terbaik kemudian mendatangi masjid sementara dia tidak melangkahi pundak-pundak orang lain sehingga dia ruku' (salat) sekehendaknya. Kemudian diam mendengarkan khutbah hingga selesai salatnya maka hal itu sebagai penghapus dosa-dosa yang terjadi antara Jumat dengan Jumat sebelumnya. (HR Abu Dawud dan Ahmad)
Lihat Juga :