Begini Cara Allah Ta'ala Mengawasi Manusia
Selasa, 09 Februari 2021 - 07:52 WIB
loading...
A
A
A
Imam Ibnu Katsir ketika menafsirkan ayat pertama di atas, beliau menjelaskan bahwa makna ar-Raqiib adalah zat yang maha mengawasi semua perbuatan dan keadaan manusia”. (Kitab Tafsir Ibnu Katsir (1/596)
Syaikh Abdurrahman as-Sa’di berkata: “ar-Raqiib adalah zat yang maha memperhatikan dan mengawasi semua hamba-Nya ketika mereka bergerak(beraktifitas) maupun ketika mereka diam, (mengetahui) apa yang mereka sembunyikan maupun yang mereka tampakkan, dan (mengawasi) semua keadaan mereka”. (Kitab Taisiirul Kariimir Rahmaan (hal 90).
Baca juga: Meremehkan Masalah Kehalalan Harta
Di tempat lain beliau berkata: “ar-Raqiib adalah zat yang maha mengawasi semua urusan (makhluk-Nya), maha mengetahui kesudahannya, dan maha mengatur semua urusan tersebut dengan sesempurna-sempurna aturan dan sebaik-sebaik ketentuan“. (Ibid hal 487)
Maka makna ar-Raqiib secara lebih terperinci adalah: zat yang maha memperhatikan/mengetahui apa yang tersembunyi dalam dada/hati manusia, yang maha mengawasi apa yang diusahakan setiap diri manusia, yang maha memelihara semua makhluk dan menjalankan mereka dengan sebaik-baik aturan dan sesempurna-sempurna penataan, yang maha mengawasi semua yang terlihat dengan penglihatan-Nya yang tidak ada sesuatupun yang luput darinya, yang maha mengawasi semua yang terdengar dengan pendengaran-Nya yang meliputi segala sesuatu, yang maha mengawasi/memperhatikan semua makhluk dengan ilmu-Nya yang meliputi segala sesuatu. (Kitab Fiqhul asma-il husna. hal 159)
Baca juga: PPKM Tahap III Masih Setengah Hati
Manusia banyak yang melakukan kemaksiatan, perbuatan dzalim, perbuatan munkar dan perbuatan-perbuatan dosa lainnya. Tak pernahkah kita berpikir, bahwa kita diawasi? Padahal ada Dzat yang Maha Mengawasi, semua gerak gerik kita sebagai manusia, tanpa lengah sedikit pun.
Lalu bagaimana cara Allah Ta'ala mengawasi manusia ini? Dinukil dari berbagai sumber, didalam melakukan pengawasan, ada 3 cara yang dilakukan Allah ta'ala, yakni:
1. Pengawasan langsung.
وَلَقَدۡ خَلَقۡنَا الۡاِنۡسَانَ وَنَعۡلَمُ مَا تُوَسۡوِسُ بِهٖ نَفۡسُهٗ ۖۚ وَنَحۡنُ اَقۡرَبُ اِلَيۡهِ مِنۡ حَبۡلِ الۡوَرِيۡدِ
” Dan, Kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya ” ( QS. Qaaf :16)
Maka, masihkah kita ingin berbuat kemaksiatan terus menerus? tidak malukah kita ? padahal Allah swt mengawasi kita begitu dekatnya, tanpa lengah selama 24 jam penuh kapanpun dan dimanapun .
Syaikh Abdurrahman as-Sa’di berkata: “ar-Raqiib adalah zat yang maha memperhatikan dan mengawasi semua hamba-Nya ketika mereka bergerak(beraktifitas) maupun ketika mereka diam, (mengetahui) apa yang mereka sembunyikan maupun yang mereka tampakkan, dan (mengawasi) semua keadaan mereka”. (Kitab Taisiirul Kariimir Rahmaan (hal 90).
Baca juga: Meremehkan Masalah Kehalalan Harta
Di tempat lain beliau berkata: “ar-Raqiib adalah zat yang maha mengawasi semua urusan (makhluk-Nya), maha mengetahui kesudahannya, dan maha mengatur semua urusan tersebut dengan sesempurna-sempurna aturan dan sebaik-sebaik ketentuan“. (Ibid hal 487)
Maka makna ar-Raqiib secara lebih terperinci adalah: zat yang maha memperhatikan/mengetahui apa yang tersembunyi dalam dada/hati manusia, yang maha mengawasi apa yang diusahakan setiap diri manusia, yang maha memelihara semua makhluk dan menjalankan mereka dengan sebaik-baik aturan dan sesempurna-sempurna penataan, yang maha mengawasi semua yang terlihat dengan penglihatan-Nya yang tidak ada sesuatupun yang luput darinya, yang maha mengawasi semua yang terdengar dengan pendengaran-Nya yang meliputi segala sesuatu, yang maha mengawasi/memperhatikan semua makhluk dengan ilmu-Nya yang meliputi segala sesuatu. (Kitab Fiqhul asma-il husna. hal 159)
Baca juga: PPKM Tahap III Masih Setengah Hati
Manusia banyak yang melakukan kemaksiatan, perbuatan dzalim, perbuatan munkar dan perbuatan-perbuatan dosa lainnya. Tak pernahkah kita berpikir, bahwa kita diawasi? Padahal ada Dzat yang Maha Mengawasi, semua gerak gerik kita sebagai manusia, tanpa lengah sedikit pun.
Lalu bagaimana cara Allah Ta'ala mengawasi manusia ini? Dinukil dari berbagai sumber, didalam melakukan pengawasan, ada 3 cara yang dilakukan Allah ta'ala, yakni:
1. Pengawasan langsung.
وَلَقَدۡ خَلَقۡنَا الۡاِنۡسَانَ وَنَعۡلَمُ مَا تُوَسۡوِسُ بِهٖ نَفۡسُهٗ ۖۚ وَنَحۡنُ اَقۡرَبُ اِلَيۡهِ مِنۡ حَبۡلِ الۡوَرِيۡدِ
” Dan, Kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya ” ( QS. Qaaf :16)
Maka, masihkah kita ingin berbuat kemaksiatan terus menerus? tidak malukah kita ? padahal Allah swt mengawasi kita begitu dekatnya, tanpa lengah selama 24 jam penuh kapanpun dan dimanapun .
Lihat Juga :