Sejarah Diwajibkannya Salat, Awalnya Nabi Diajarkan 2 Rakaat Oleh Jibril
Kamis, 11 Februari 2021 - 05:00 WIB
loading...
A
A
A
Ibnu Ishaq berkata: Utbah bin Muslim, mantan budak Bani Taim bercerita kepadaku dari Nafi' bin Jubair bin Muth'im, sedangkan Nafi' meriwayatkan banyak sekali hadis dari Ibnu Abbas ia berkata: "Ketika salat ditetapkan kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم, beliau didatangi Malaikat Jibril, lalu salat mengimami beliau ketika matahari mulai condong ke barat. Kemudian Malaikat Jibril mendirikan salat Ashar bersamanya saat bayangan suatu benda sama persis sama dengan bendanya. Lalu Malaikat Jibril mendirikan salat Maghrib ketika matahari telah terbenam. LaluMalaikat Jibril mendirikan salat Isya' ketika sinar merah setelah terbenamnya matahari telah hilang. Lalu Malaikat Jibril mendirikan salat Shubuh ketika fajar menyingsing.
Esok harinya Malaikat Jibril kembali mendatangi Rasulullah lalu mendirikan salat Zhuhur mengimami beliau ketika bayangan sebuah benda persis sama seperti dirinya. Kemudian mendirikan salat Ashar bersama beliau ketika bayangan seseorang dua kali lebih panjang. Kemudian Malaikat Jibril mendirikan salat Maghrib ketika matahari telah terbenam sama sebagaimana yang dia lakukan kemarin. Kemudian Malaikat Jibril mendirikan salat Isya' bersama beliau setelah sepertiga malam pertama berlalu.
Kemudian Malaikat Jibril mendirikan salat Shubuh mengimami beliau ketika sedikit terang, namun mentari belum menyingsing. Setelah itu, Malaikat Jibril berkata: "Wahai Muhammad, waktu salat adalah pertengahan antara salatmu hari ini dan salatmu yang kemarin."
Dalam hadis riwayat Imam Ahmad dan Ad-Daruquthni disebutkan bahwa Jibril datang kepada Rasulullah ketika menyampaikan wahyu pertama dan mengajarkan beliau berwudhu dan salat.
Perintah salat 5 waktu sehari semalam baru diwajibkan kepada umat beliau ketika peristiwa Isra' Mikraj pada tahun ke-10 kenabian. Awalnya Rasulullah صلى الله عليه وسلم menerima perintah salat 50 waktu sehari semalam, kemudian Allah memberi keringanan menjadi 5 waktu dalam sehari.
Baca Juga: Cara Rasulullah Membaca Al-Qur'an Memukau Sahabat
Wallahu A'lam
Esok harinya Malaikat Jibril kembali mendatangi Rasulullah lalu mendirikan salat Zhuhur mengimami beliau ketika bayangan sebuah benda persis sama seperti dirinya. Kemudian mendirikan salat Ashar bersama beliau ketika bayangan seseorang dua kali lebih panjang. Kemudian Malaikat Jibril mendirikan salat Maghrib ketika matahari telah terbenam sama sebagaimana yang dia lakukan kemarin. Kemudian Malaikat Jibril mendirikan salat Isya' bersama beliau setelah sepertiga malam pertama berlalu.
Kemudian Malaikat Jibril mendirikan salat Shubuh mengimami beliau ketika sedikit terang, namun mentari belum menyingsing. Setelah itu, Malaikat Jibril berkata: "Wahai Muhammad, waktu salat adalah pertengahan antara salatmu hari ini dan salatmu yang kemarin."
Dalam hadis riwayat Imam Ahmad dan Ad-Daruquthni disebutkan bahwa Jibril datang kepada Rasulullah ketika menyampaikan wahyu pertama dan mengajarkan beliau berwudhu dan salat.
Perintah salat 5 waktu sehari semalam baru diwajibkan kepada umat beliau ketika peristiwa Isra' Mikraj pada tahun ke-10 kenabian. Awalnya Rasulullah صلى الله عليه وسلم menerima perintah salat 50 waktu sehari semalam, kemudian Allah memberi keringanan menjadi 5 waktu dalam sehari.
Baca Juga: Cara Rasulullah Membaca Al-Qur'an Memukau Sahabat
Wallahu A'lam
(rhs)
Lihat Juga :