Tragis, Nyawa Khalifah Ali Dijadikan Mahar Oleh Abdul Rahman bin Muljam
Minggu, 14 Februari 2021 - 19:37 WIB
loading...
A
A
A
Qitham ketika itu menyahut: "Maskawin apa yang dapat kauberikan kepadaku?"
"Terserah kepadamu, apa yang kauinginkan," jawab Abdurrahman bin Muljam.
"Aku hanya minta supaya engkau sanggup memberi empat macam," sahut gadis itu menjelaskan: "Uang sebesar 3.000 dirham, seorang budak lelaki dan seorang budak perempuan dan kesanggupanmu membunuh Ali bin Abi Thalib!"
Mengenai permintaanmu yang berupa uang 3.000 dirham, seorang budak lelaki dan seorang budak perempuan, aku pasti dapat memenuhinya," jawab Abdurrahman, "tetapi tentang membunuh Ali bin Abi Thalib, bagaimana aku bisa menjamin?"
"Engkau harus bisa mengintai kelengahannya," ujar Qitham. "Jika engkau berhasil membunuh dia, aku dan engkau akan bersama-sama merasa lega dan engkau akan dapat hidup di sampingku selama-lamanya!"
Baca juga: Muawiyah Serbu Mesir, Pasukan Khalifah Ali bin Abu Thalib Enggan Berperang
Sebenarnya, sebelum Abdurrahman bertemu dengan Qitham binti Al Akhdar, ia sudah mulai bimbang melaksanakan niat membunuh Ali bin Abu Thalib r.a. Sebab, tidaklah mudah bagi dirinya melaksanakan pembunuhan itu. Perbuatan itu merupakan tindakan petualangan yang berbahaya bagi keselamatan jiwanya.
Akan tetapi suratan takdir rupanya mengendaki supaya Abdurrahman lebih bertambah berani, hilang keraguannya dan nekad berbuat dosa yang amat jahat. Tampaknya takdir membiarkan tangan Abdurrahman nyelonong bagaikan anak-panah terlepas dari busurnya.
Secara kebetulan ia seolah-olah digiring singgah ke rumah teman lamanya dan dipertemukan dengan seorang gadis bernama Qitham!
Setelah terjadi pembicaraan tentang maskawin, akhirnya Abdurrahman mernberikan jawaban terakhir: "Permintaanmu tentang pembunuhan Ali bin Abi Thalib akan kupenuhi."
Baca juga: Pernyataan Pilu Ali bin Abu Thalib Setelah Pengikutnya Tinggal 50 Orang
"Terserah kepadamu, apa yang kauinginkan," jawab Abdurrahman bin Muljam.
"Aku hanya minta supaya engkau sanggup memberi empat macam," sahut gadis itu menjelaskan: "Uang sebesar 3.000 dirham, seorang budak lelaki dan seorang budak perempuan dan kesanggupanmu membunuh Ali bin Abi Thalib!"
Mengenai permintaanmu yang berupa uang 3.000 dirham, seorang budak lelaki dan seorang budak perempuan, aku pasti dapat memenuhinya," jawab Abdurrahman, "tetapi tentang membunuh Ali bin Abi Thalib, bagaimana aku bisa menjamin?"
"Engkau harus bisa mengintai kelengahannya," ujar Qitham. "Jika engkau berhasil membunuh dia, aku dan engkau akan bersama-sama merasa lega dan engkau akan dapat hidup di sampingku selama-lamanya!"
Baca juga: Muawiyah Serbu Mesir, Pasukan Khalifah Ali bin Abu Thalib Enggan Berperang
Sebenarnya, sebelum Abdurrahman bertemu dengan Qitham binti Al Akhdar, ia sudah mulai bimbang melaksanakan niat membunuh Ali bin Abu Thalib r.a. Sebab, tidaklah mudah bagi dirinya melaksanakan pembunuhan itu. Perbuatan itu merupakan tindakan petualangan yang berbahaya bagi keselamatan jiwanya.
Akan tetapi suratan takdir rupanya mengendaki supaya Abdurrahman lebih bertambah berani, hilang keraguannya dan nekad berbuat dosa yang amat jahat. Tampaknya takdir membiarkan tangan Abdurrahman nyelonong bagaikan anak-panah terlepas dari busurnya.
Secara kebetulan ia seolah-olah digiring singgah ke rumah teman lamanya dan dipertemukan dengan seorang gadis bernama Qitham!
Setelah terjadi pembicaraan tentang maskawin, akhirnya Abdurrahman mernberikan jawaban terakhir: "Permintaanmu tentang pembunuhan Ali bin Abi Thalib akan kupenuhi."
Baca juga: Pernyataan Pilu Ali bin Abu Thalib Setelah Pengikutnya Tinggal 50 Orang
Lihat Juga :