Ibadah Senang, Gus Baha Bilang Tertawa Kencang Itu Juga Ibadah

Selasa, 16 Februari 2021 - 17:41 WIB
loading...
A A A
“Jadi tertawa kencang itu juga ibadah. Alhamdulillah itu mudah,” kata Gus Baha.

Beliau pun meminta untuk tidak usah berkecil hati, karena memang ma qaddarahullah.

Gus Baha meminta “fiqih senang” ini difiqihkan secara permanen.

“Sudahlah, percaya saya: tidak ada ibadah sehebat senang. Karena setan itu, innama najwa minasy syaithan liyahzunalladziina aamanu. Jadi setan itu targetnya biar orang mukmin susah. Kalau sudah susah, terus lama-lama kecewa dengan keadaan. Kalau kecewa, mungkin – mohon maaf – jadi orang yang sangat keras, atau tidak rida (rela) dengan Qada – Qadar. Sekali tidak rida dengan Qada – Qadar itu ancamannya berat,” terangnya.

Man lam yardla bi qadla-i, walam yashbir ‘alaa bala-i, falyatlub rabban siwa-i, wal yakhruj min tahtil ardli was-sama-i.

“Jadi orang yang tidak rida dengan Qada – Qadar itu, kata Tuhan, tidak usah menganggap-Ku Tuhan, jangan menempati bumi-Ku, jangan menempati langit-Ku. Jadi orang yang tidak rida dengan Allah SWT itu tidak boleh menempati buminya Allah SWT, tidak boleh di bawah langitnya Allah SWT. Daripada repot begitu, ya pokoknya senang. Saya minta senang itu jadi ibadah,” jelasnya panjang lebar.

Gus Baha lalu membayangkan, seandainya ia meminjami rumah kepada orang, terus yang dipinjami cemberut, ia pun marah. “Orang sudah dipinjami, tidak bayar, malah cemberut. Bumi ini Anda sudah tidak bayar kepada Tuhan, terus cemberut terus, itu kan, gimana gitu. Kelihatannya tidak ikhlas. Ini yang disebut: innama najwa minasy syaithan liyahzunalladziina aamanu,” katanya.

“Maka Allah SWT memerintahkan: Qul bifaḍlillāhi wa biraḥmatihī fa biżālika falyafraḥụ…

Jadi ini fiqih-fiqih yang bisa saya lihat dari Pak Attabik. Semoga ini menjadi ibadah beliau, farah beliau billah, rida beliau billah, padahal mengalami sakit yang seperti itu. Setahu saya, orang-orang yang dipilih Allah SWT itu ya bawaannya ceria, bawaannya nyaman. Semoga semua itu jadi ibadah yang menjadikan ad-darajatul ula fil jannah,” ucapnya.

Baca juga: Ulama-Ulama Besar yang Didatangi Setan Saat Sakaratul Maut
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Mana Lebih Utama, Seekor...
Mana Lebih Utama, Seekor Kambing atau Patungan Satu Sapi untuk Hewan Kurban?
4 Amalan yang Besar...
4 Amalan yang Besar Pahalanya di Hari Raya Idulfitri, Cek Penjelasannya di Sini!
Menyikapi Perayaan Tahun...
Menyikapi Perayaan Tahun Baru Masehi, Simak Penjelasan Buya Yahya dan Gus Baha Ini
Kapan Waktu Terbaik...
Kapan Waktu Terbaik Puasa Rajab? Simak di Sini!
Poligami dalam Pandangan...
Poligami dalam Pandangan Gus Baha, Simak Penjelasannya!
Adakah Pahala Bagi Orang...
Adakah Pahala Bagi Orang yang Diselingkuhi? Begini Jawaban Gus Baha
Rekomendasi
Ini Tanda-tanda Orang...
Ini Tanda-tanda Orang yang Akan Meninggal Menurut Sains
Subuh ke Magrib hanya...
Subuh ke Magrib hanya 1 Jam, Puasa di Murmansk Cuma 60 Menit
Mirip Mukjizat Nabi...
Mirip Mukjizat Nabi Musa, Temuan Tongkat Ular Ini Diyakini Milik Orang Sakti
Artikel Terkini
Samakah 1 Muharram dengan...
Samakah 1 Muharram dengan 1 Suro? Simak Penjelasannya di Sini!
3 Puasa Sunnah Muharram...
3 Puasa Sunnah Muharram yang Pahala Tidak Main-main!
Ini Amalan Terbaik bagi...
Ini Amalan Terbaik bagi Wanita Haid dan Nifas di Bulan Muharram
Amalan Sunnah 1 Muharram:...
Amalan Sunnah 1 Muharram: Puasa, Sedekah, Tobat hingga Silaturahim
Dalil Hadis tentang...
Dalil Hadis tentang Keutamaan Muharram dan Amalannya
Siap-siap Memasuki Muharram,...
Siap-siap Memasuki Muharram, Ini 4 Keutamaan Bulan Haram Tersebut!
Infografis
Tri Mumpuni, Ilmuwan...
Tri Mumpuni, Ilmuwan Muslim Indonesia Paling Berpengaruh di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved