5 Adab Bergurau dalam Islam, Salah Satunya Dilarang Berbohong
Jum'at, 19 Februari 2021 - 05:00 WIB
loading...
A
A
A
Dari Abu Hurairah ia berkata; Rasulullah bersabda: "Seorang hamba tidak dikatakan beriman dengan sepenuhnya kecuali jika dia meninggalkan berbohong ketika bergurau, dan meninggalkan berdebat meski ia benar." (HR Ahmad)
Dr. Muhammad Rabi’ Muhammad Jauhari mengatakan: "Beliau (Nabi) memberikan arahan kepada para sahabatnya agar memiliki komitmen yang kuat untuk jujur dalam bergurau dan memperingatkan dari dusta saat bergurau. Dari Bahz bin Hakim, katanya: berkata ayahku, dari ayahnya, katanya: bahwa Rasulullah bersabda: "Celakalah bagi yang bicara lalu dia berdusta hanya untuk membuat orang tertawa, celakalah dia, celakalah dia." (HR Abu Daud, At Tirmidzi).
2. Hindari Kata-kata Kotor, Kasar, dan Keji
Kadang ada orang yang bergurau dengan menggunakan kata-kata kotor dan tidak pantas, baik mengandung porno, mengejek secara kasar, bisa jadi semua berawal dari sindiran kecil, dan semisalnya. Boleh jadi itu mengundang tawa. Tapi itu adalah gurauan berkualitas rendah yang tidak pantas dilakukan seorang muslim.
Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ
"Wahai orang-orang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum lainnya..." (QS. Al Hujurat: 11)
Dari Alqamah bin Abdillah, dia berkata: Bersabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم: "Bukan orang beriman yang suka menyerang, melaknat, berkata keji, dan kotor." (HR Tirmidzi No. 1977, Hasan gharib)
3. Hindari Berlebihan
Aktivitas apapun jika berlebihan tidak akan baik. Jika hal-hal yang pasti sunnahnya saja mesti menghindari sikap berlebihan karena khawatir dianggap wajib. Apalagi aktivitas yang boleh-boleh saja seperti bergurau yang berpotensi melalaikan hati manusia.
Allah berfirman:
وَلَا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ
"Dan janganlah kalian melampaui batas sesungguhnya Dia (Allah) tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas." (QS. Al An’am: 141)
Nabi bersabda:
لاَ تُكْثِرِ الضَّحِكَ فَإِنَّ كَثْرَةَ الضَّحِكِ تُمِيْتُ الْقَلْبَ
Dr. Muhammad Rabi’ Muhammad Jauhari mengatakan: "Beliau (Nabi) memberikan arahan kepada para sahabatnya agar memiliki komitmen yang kuat untuk jujur dalam bergurau dan memperingatkan dari dusta saat bergurau. Dari Bahz bin Hakim, katanya: berkata ayahku, dari ayahnya, katanya: bahwa Rasulullah bersabda: "Celakalah bagi yang bicara lalu dia berdusta hanya untuk membuat orang tertawa, celakalah dia, celakalah dia." (HR Abu Daud, At Tirmidzi).
2. Hindari Kata-kata Kotor, Kasar, dan Keji
Kadang ada orang yang bergurau dengan menggunakan kata-kata kotor dan tidak pantas, baik mengandung porno, mengejek secara kasar, bisa jadi semua berawal dari sindiran kecil, dan semisalnya. Boleh jadi itu mengundang tawa. Tapi itu adalah gurauan berkualitas rendah yang tidak pantas dilakukan seorang muslim.
Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ
"Wahai orang-orang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum lainnya..." (QS. Al Hujurat: 11)
Dari Alqamah bin Abdillah, dia berkata: Bersabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم: "Bukan orang beriman yang suka menyerang, melaknat, berkata keji, dan kotor." (HR Tirmidzi No. 1977, Hasan gharib)
3. Hindari Berlebihan
Aktivitas apapun jika berlebihan tidak akan baik. Jika hal-hal yang pasti sunnahnya saja mesti menghindari sikap berlebihan karena khawatir dianggap wajib. Apalagi aktivitas yang boleh-boleh saja seperti bergurau yang berpotensi melalaikan hati manusia.
Allah berfirman:
وَلَا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ
"Dan janganlah kalian melampaui batas sesungguhnya Dia (Allah) tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas." (QS. Al An’am: 141)
Nabi bersabda:
لاَ تُكْثِرِ الضَّحِكَ فَإِنَّ كَثْرَةَ الضَّحِكِ تُمِيْتُ الْقَلْبَ
Lihat Juga :