Masuk Surga karena Amalan Atau Rahmat Allah? Simak Penjelasannya
Jum'at, 19 Februari 2021 - 17:07 WIB
loading...
Seseorang masuk surga dengan amal-amalnya yaitu dengan sebab-sebabnya, dan itu merupakan bagian dari rahmat Allah. Foto ilustrasi/Ist
A
A
A
Sebagian orang menilai, bahwa manusia masuk surga karena amal saleh yang diusahakannya. Hal ini diperkuat oleh firman-Nya: (yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam Keadaan baik oleh Para Malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): "Salaamun 'alaikum, masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan". (QS An- Nahl [16]: 32)
Juga ayat lainnya:
وَنُودُوا أَنْ تِلْكُمُ الْجَنَّةُ أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
"Dan diserukan kepada mereka: "ltulah surga yang diwariskan kepadamu, disebabkan apa yang dahulu kamu kerjakan." (QS. Al A’raf [7]: 43)
Dua ayat di atas dan juga hadits-hadits yang membicarakan amal-amal menuju surga, menunjukkan bahwa amal saleh -lah sebagai penentunya. Namun, ada pihak yang mengatakan bahwa manusia dimasukkan ke dalam surga adalah karena rahmat Allah Ta’ala semata, bukan karena amalnya. Mereka berdalil dengan beberapa hadits berikut:
Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
لَنْ يُنَجِّيَ أَحَدًا مِنْكُمْ عَمَلُهُ قَالُوا وَلَا أَنْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ وَلَا أَنَا إِلَّا أَنْ يَتَغَمَّدَنِي اللَّهُ بِرَحْمَةٍ
"Tidak seorang pun di antara kalian yang akan diselamatkan oleh amal perbuatannya." Mereka bertanya: "Engkau pun tidak, wahai Rasulullah?" Rasulullah menjawab: "Aku juga tidak, hanya saja Allah melimpahkan rahmatNya kepadaku." (HR Al-Bukhari No. 6463 dan Muslim No. 2816)
Dari Jabir radhiallahu ‘anhu, aku mendengar bahwa Rasulullah bersabda:
لَا يُدْخِلُ أَحَدًا مِنْكُمْ عَمَلُهُ الْجَنَّةَ وَلَا يُجِيرُهُ مِنْ النَّارِ وَلَا أَنَا إِلَّا بِرَحْمَةٍ مِنْ اللَّهِ
" Amal saleh kamu tidaklah memasukkan kamu ke dalam surga dan tidak pula menjauhkan dari api neraka, tidak pula aku, kecuali dengan rahmat dari Allah." (HR. Muslim No. 2817)
Demikian alasan masing-masing pihak. Selintas dalil-dalil mereka nampak bertentangan (ta’arudh) secara lahiriyah satu sama lain. Al-Qur'an menyebut bahwa manusia masuk surga karena amal shalihnya, tetapi Al Hadits menyebut manusia masuk surga karena rahmat Allah Ta’ala semata. Bukan karena amal shalihnya di dunia.
Baca Juga: Memetik Hikmah dari Kisah Hamba yang Beribadah 500 Tahun
Juga ayat lainnya:
وَنُودُوا أَنْ تِلْكُمُ الْجَنَّةُ أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
"Dan diserukan kepada mereka: "ltulah surga yang diwariskan kepadamu, disebabkan apa yang dahulu kamu kerjakan." (QS. Al A’raf [7]: 43)
Dua ayat di atas dan juga hadits-hadits yang membicarakan amal-amal menuju surga, menunjukkan bahwa amal saleh -lah sebagai penentunya. Namun, ada pihak yang mengatakan bahwa manusia dimasukkan ke dalam surga adalah karena rahmat Allah Ta’ala semata, bukan karena amalnya. Mereka berdalil dengan beberapa hadits berikut:
Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
لَنْ يُنَجِّيَ أَحَدًا مِنْكُمْ عَمَلُهُ قَالُوا وَلَا أَنْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ وَلَا أَنَا إِلَّا أَنْ يَتَغَمَّدَنِي اللَّهُ بِرَحْمَةٍ
"Tidak seorang pun di antara kalian yang akan diselamatkan oleh amal perbuatannya." Mereka bertanya: "Engkau pun tidak, wahai Rasulullah?" Rasulullah menjawab: "Aku juga tidak, hanya saja Allah melimpahkan rahmatNya kepadaku." (HR Al-Bukhari No. 6463 dan Muslim No. 2816)
Dari Jabir radhiallahu ‘anhu, aku mendengar bahwa Rasulullah bersabda:
لَا يُدْخِلُ أَحَدًا مِنْكُمْ عَمَلُهُ الْجَنَّةَ وَلَا يُجِيرُهُ مِنْ النَّارِ وَلَا أَنَا إِلَّا بِرَحْمَةٍ مِنْ اللَّهِ
" Amal saleh kamu tidaklah memasukkan kamu ke dalam surga dan tidak pula menjauhkan dari api neraka, tidak pula aku, kecuali dengan rahmat dari Allah." (HR. Muslim No. 2817)
Demikian alasan masing-masing pihak. Selintas dalil-dalil mereka nampak bertentangan (ta’arudh) secara lahiriyah satu sama lain. Al-Qur'an menyebut bahwa manusia masuk surga karena amal shalihnya, tetapi Al Hadits menyebut manusia masuk surga karena rahmat Allah Ta’ala semata. Bukan karena amal shalihnya di dunia.
Baca Juga: Memetik Hikmah dari Kisah Hamba yang Beribadah 500 Tahun
Lihat Juga :