Memetik Hikmah dari Kisah Hamba yang Beribadah 500 Tahun

Minggu, 27 Oktober 2019 - 05:15 WIB
Memetik Hikmah dari...
Memetik Hikmah dari Kisah Hamba yang Beribadah 500 Tahun
A A A
Dalam satu hadits riwayat Imam Muslim, sahabat Jabir radhiyallahu 'anhu (RA) berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Tidak ada amalan seorang pun yang bisa memasukkannya ke dalam surga, dan menyelamatkannya dari neraka. Tidak juga denganku, kecuali dengan rahmat dari Allah".

Dikisahkan dari sahabat Jabir RA, Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wa sallam (SAW) mendatangi kami kemudian Beliau bersabda: "Jibril berkata: Wahai Muhammad, demi Dzat yang telah mengutusmu dengan membawa kebenaran, sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla memiliki seorang hamba telah beribadah kepada Allah selama lima ratus tahun di puncak gunung di sebuah pulau yang dikelilingi dengan lautan yang lebar dan tinggi gunung itu adalah tiga puluh dzira".

Jarak dari setiap tepi lautan yang mengelilingi gunung itu adalah empat ribu farsakh. Di gunung itu terdapat sebuah mata air selebar beberapa jari. Dari mata air itu mengalir air segar dan berkumpul ke sebuah telaga di kaki gunung.

Di sana juga terdapat pohon-pohon delima yang selalu berbuah setiap hari sebagai bekal hamba tersebut beribadah kepada Allah setia harinya. Setiap kali menjelang sore, hamba itu turun dari gunung ke telaga untuk mengambil air wudlu, sekaligus memetik buah delima lalu memakannya, baru kemudian mengerjakan salat.

Usai salat, hamba itu selalu berdoa kepada Allah Taala, supaya kelak ketika ajalnya menjemput, dia wafat dalam keadaan bersujud kepada Allah dan dia juga berdoa supaya setelah kematiannya, jasadnya tidak dirusak oleh bumi dan oleh apapun juga sampai datangnya hari kebangkitan.

Allah Ta'ala pun mengabulkan semua doa hamba tersebut. Kemudian Allah berfirman: "Masukkan hambaKu ini ke surga dengan sebab rahmat-Ku".

Hamba tersebut berkata: "Dengan sebab amalku Ya Rabb".

Allah berfirman: "Masukkan hambaKu ke surga dengan sebab rahmat-Ku".

Hamba tersebut tetap berkata: "Dengan sebab amalku Ya Rabb".

Kemudian Allah berfirman: "Sekarang coba timbang amal hambaKu ini dengan nikmat yang telah aku berikan kepadanya".

Ternyata setelah ditimbang, nikmat penglihatan yang telah diberikan Allah kepada hamba itu menyamai timbangan amal ibadah yang telah dilakukannya selama 500 tahun. Dan masih tersisa anggota tubuh lain yang belum ditimbang, sedangkan amal hamba tersebut ternyata sudah habis.

Kemudian Allah Ta'ala berfirman: "Sekarang masukkan hambaKu ini ke neraka".

Mendengar perintah Allah itu, kemudian para Malaikat menggiring hamba tersebut ke neraka. Tiba-tiba ketika akan digiring ke neraka, hamba itu berteriak sambil menangis: "Ya Rabb, masukkan aku ke surga dengan rahmat-Mu".

Kemudian Allah Ta'ala berfirman kepada para Malaikat: :Tahan dulu wahai Malaikat, dan bawa dia ke sini".

Hamba itu lalu dibawa oleh para Malaikat kehadapan Allah Ta'ala. Kemudian Allah berfirman: "Wahai hambaKu, siapakah yang telah menciptakanmu yang sebelumnya kamu bukan apa-apa?" Hamba itu menjawab: "Engkau Ya Rabb".

Kemudian Allah berfirman: "Siapakah yang telah memberimu kekuatan sehingga kamu mampu beribadah kepadaKu selama 500 tahun?" Hamba tersebut menjawab: "Engkau Ya Rabb".

Allah berfirman: "Siapakah yang telah menempatkanmu di sebuah gunung yang berada di tengah-tengah laut yang luas, mengalirkan dari gunung tersebut air yang segar sedangkan di sekelilingnya adalah air asin. Yang menumbuhkan buah delima setiap malam yang seharusnya hanya setahun sekali berbuah, serta siapa yang telah memenuhi permintaanmu, ketika engkau berdoa supaya dimatikan dengan cara bersujud?"

Hamba itu menjawab dengan wajah menunduk: "Engkau Ya Rabb".

Allah berfirman: "Itu semua tak lain adalah atas rahmat-Ku, dan dengan rahmat-Ku juga engkau Aku masukkan surga".

Kemudian Allah Ta'ala berfirman kepada para Malaikat: "Masukkan hambaKu ini ke surga, engkau adalah sebaik-baik hamba wahai hamba-Ku". Dan dimasukkanlah hamba itu ke dalam surga berkat rahmat Allah Ta'ala.

Kemudian Malaikat Jibril AS berkata: "Sesungguhnya, segala sesuatu itu berkat rahmat Allah wahai Muhammad".

Demikian kisah seorang hamba yang beribadah 500 tahun semoga bisa menjadi iktibar dan pelajaran berharga. Ahli ibadah tersebut mendapat teguran keras dari Allah hingga masuk neraka dan akhirnya dimasukkan ke surga setelah mengakui kebesaran Allah dengan segala Rahmat-Nya.

Hikmah yang bisa kita petik dari kisah ini adalah jangan pernah merasa aman dengan rahmat Allah, sehingga membuat kita enggan dan meninggalkan amal saleh. Karena Allah berfirman dala Qur'an: "Itulah surga yang dikaruniakan untuk kalian, disebabkan amal saleh kalian dahulu di dunia" (QS. Az-Zukhruf : 72).

Tapi ingat, jangan pernah merasa ujub (berbangga diri) dengan amalan. Sebab, tidak ada keimanan dan ketaatan yang menyebabkan seorang masuk surga melainkan karena rahmat Allah Ta'ala. Allahu A'lam.
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Sahabat Nabi SAW...
Kisah Sahabat Nabi SAW yang Wajahnya Menyerupai Malaikat Jibril
Kisah Jibril Menyamar...
Kisah Jibril Menyamar di Majelis Nabi Muhammad, Begini Percakapannya
Malaikat Bisa Berubah...
Malaikat Bisa Berubah Wujud dalam Hadis tentang Dialog Nabi Muhammad SAW dengan Jibril
Jibril Mengambil 10...
Jibril Mengambil 10 Mutiara Hidup Sepeninggal Rasulullah SAW
3 Doa yang Diajarkan...
3 Doa yang Diajarkan Malaikat Jibril untuk Umat Nabi Muhammad
Bacaan Selawat Jibril...
Bacaan Selawat Jibril Pendek beserta Keistimewaan dan Cara Mengamalkannya
Rekomendasi
Anomali Magnetik Aneh...
Anomali Magnetik Aneh Ditemukan di Peta Baru Danau Rotorua
Gumpalan Aneh di Perut...
Gumpalan Aneh di Perut Bumi Ciptakan Lempeng Tektonik Baru
Bergoyang selama 8,5...
Bergoyang selama 8,5 Tahun, Ilmuwan Klaim Inti Bumi Tidak Sejajar
Artikel Terkini
Teladan Rasulullah SAW...
Teladan Rasulullah SAW kepada Tetangga: Akhlak Mulia yang Tetap Relevan hingga Kini
5 Adab Bertetangga dalam...
5 Adab Bertetangga dalam Islam, Lengkap dengan Dalilnya
Orang yang Mengganggu...
Orang yang Mengganggu Tetangganya Bukan Mukmin, Ini Dalil Hadis dan Penjelasan Ulama
Butuh 7 Hari, CQF Bangun...
Butuh 7 Hari, CQF Bangun Masjid Pertama Asmaul Husna di Aceh Tamiang
Kasus Teror Tetangga...
Kasus Teror Tetangga Viral, Begini Hak Tetangga Menurut Al-Qur'an dan Hadis
Mengapa Surat Al-Fatihah...
Mengapa Surat Al-Fatihah Disebut Induk Al-Qur'an? Ini Makna dan Keistimewaannya
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved