50 Hari Menjelang Ramadhan, Siapkan Bekal dan Perbanyak Doa Ini
Senin, 22 Februari 2021 - 14:20 WIB
loading...
A
A
A
كَانُوا يَدْعُوْنَ اللهَ سِتَّةَ أَشْهُرٍ أَنْ يُبَلِّغَهُمْ شَهْرَ رَمَضَانَ ثُمَّ يَدْعُوْنَ اللهَ سِتَّةَ أَشْهُرٍ أَنْ يَتَقَبَّلَهُ مِنْهُمْ
"Mereka (para sahabat) berdoa kepada Allah selama 6 bulan agar mereka dapat menjumpai bulan Ramadlan." (dalam Lathaaiful Ma’arif hal. 232)
Baca Juga: Bolehkah Menggabungkan Puasa Rajab dan Qadha Puasa Ramadhan?
Berikut Persiapan Menyambut Bulan Ramadhan
1. Memperbanyak Berdoa
Selain bertobat kepada Allah dan memohon pengampunan dari dosa-dosa di bulan haram, umat Islam selayaknya memperbanyak doa dan istighfar menejelang Ramadhan. Diriwayatkan dari Sayyidina Anas bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم ketika memasuki bulan Rajab berdoa:
"Ya Allah berilah kami keberkahan di bulan Rajab dan Sya'ban dan sampaikan kami pada bulan Ramadan".
Dari Yahya bin Abi Katsir, seorang ulama tabiin bahwa beliau mengatakan, di antara doa sebagian sahabat menjelang Ramadhan:
"Ya Allah, antarkanlah aku hingga sampai Ramadhan, dan antarkanlah Ramadhan kepadaku, dan terimalah amal-amalku di bulan Ramadhan." (Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 264)
2. Bersemangat dan Memperbanyak Istighfar
Salah satu kebiasaan para sahabat dan ulama salaf ketika menyambut bulan suci Ramadhan adalah mereka memperbanyak istighfar dan bersemangat dalam menyambut bulan Ramadhan. Salah satu lafaz istighfar yang masyhur adalah:
"Ya Allah, ampunilah dosaku, sayangi aku dan terimalah tobatku"
Umat Islam diperintahkan agar menyiapkan bekal sebelum datangnya Ramadhan, salah satunya memperbanyak amal saleh dan meninggalkan maksiat. Ini sebagaimana firman-Nya:
"Mereka (para sahabat) berdoa kepada Allah selama 6 bulan agar mereka dapat menjumpai bulan Ramadlan." (dalam Lathaaiful Ma’arif hal. 232)
Baca Juga: Bolehkah Menggabungkan Puasa Rajab dan Qadha Puasa Ramadhan?
Berikut Persiapan Menyambut Bulan Ramadhan
1. Memperbanyak Berdoa
Selain bertobat kepada Allah dan memohon pengampunan dari dosa-dosa di bulan haram, umat Islam selayaknya memperbanyak doa dan istighfar menejelang Ramadhan. Diriwayatkan dari Sayyidina Anas bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم ketika memasuki bulan Rajab berdoa:
اَللّٰهُمَّ بَارِكۡ لَنَا فِيۡ رَجَبَ وَشَعۡبَانَ وَبَلِّغۡنَا رَمَضَانَ
"Ya Allah berilah kami keberkahan di bulan Rajab dan Sya'ban dan sampaikan kami pada bulan Ramadan".
Dari Yahya bin Abi Katsir, seorang ulama tabiin bahwa beliau mengatakan, di antara doa sebagian sahabat menjelang Ramadhan:
اَللَّهُمَّ سَلِّمْنـِي إِلَى رَمَضَانَ وَسَلِّمْ لِـي رَمَضَانَ وَتَسَلَّمْهُ مِنِي مُتَقَبَّلاً
"Ya Allah, antarkanlah aku hingga sampai Ramadhan, dan antarkanlah Ramadhan kepadaku, dan terimalah amal-amalku di bulan Ramadhan." (Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 264)
2. Bersemangat dan Memperbanyak Istighfar
Salah satu kebiasaan para sahabat dan ulama salaf ketika menyambut bulan suci Ramadhan adalah mereka memperbanyak istighfar dan bersemangat dalam menyambut bulan Ramadhan. Salah satu lafaz istighfar yang masyhur adalah:
اَللّٰهُمَّ اغۡفِرۡلِيۡ وَارۡحَمۡنِيۡ وَتُبۡ عَلَيَّ
"Ya Allah, ampunilah dosaku, sayangi aku dan terimalah tobatku"
Umat Islam diperintahkan agar menyiapkan bekal sebelum datangnya Ramadhan, salah satunya memperbanyak amal saleh dan meninggalkan maksiat. Ini sebagaimana firman-Nya:
Lihat Juga :