Bacaan 5 Niat Puasa Ramadan dari Sejumlah Versi Kitab, Lengkap dengan Arti dan Latin

Kamis, 27 Februari 2025 - 12:26 WIB
loading...
Bacaan 5 Niat Puasa...
Terdapat lima niat puasa Ramadan dari sejumlah versi Kitab, seperti dari Kitab Asnal Mathalib hingga Kitab I’anatut Thalibin. Seperti yang diketahui jika tanpa niat, ibadah puasa seseorang akan tidak akan sah. Foto ilustrasi/ist
A A A
Terdapat lima niat puasa Ramadan dari sejumlah versi Kitab, seperti dari Kitab Asnal Mathalib hingga Kitab I’anatut Thalibin. Seperti yang diketahui jika tanpa niat, ibadah puasa seseorang akan tidak akan sah.

Dalam sebuah hadis disebutkan jika Nabi Muhammad SAW bersabda "Dari Hafshah Ummul Mu’minin r.a. (diriwayatkan bahwa) Nabi saw bersabda: Barangsiapa tidak berniat puasa di malam hari sebelum fajar, maka tidak sah puasanya.” [Ditakhrijkan oleh al-Khamsah, lihat ash-Shan‘aniy, II, 153].

Dasar keharusan niat berpuasa ini sendiri tercantum dalam Al Quran Surat al-Bayyinah ayat 5. “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus …”

Dalam riwayat lain disebutkan jika Rasulullah SAW bersabda, Dari Umar r.a. (diriwayatkan) bahwa Rasulullah saw bersabda: Sesungguhnya semua perbuatan ibadah harus dengan niat, dan setiap orang tergantung kepada niatnya …” [Ditakhrijkan oleh al-Bukhari, Kitab al-Iman].

Bacaan 5 Niat Puasa Ramadan

1. Niat Puasa Ramadan dari Kitab Asnal Mathalib

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هذِهِ السَّنَةَ لِلهِ تَعَالَى


Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i fardhi syahri Ramadhāna hādzihis sanata lillāhi ta‘ālā.

2. Niat Puasa Ramadan dari Kitab Asnal Mathalib Kedua

نَوَيْتُ صَوْمَ الْغَدِ مِنْ هَذِهِ السَّنَةِ عَنْ فَرْضِ رَمَضَانَ


Nawaitu shaumal ghadi min hādzihis sanati ‘an fardhi Ramadhāna.

Artinya, “Aku berniat puasa esok hari pada tahun ini perihal kewajiban Ramadhan.”


3. Niat Puasa Ramadan dari Kitab Hasyiyatul Jamal dan Kitab Irsyadul Anam

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى


Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i fardhi syahri Ramadhāni hādzihis sanati lillāhi ta‘ālā.

Artinya : “Aku berniat puasa esok hari demi menunaikan kewajiban bulan Ramadhan tahun ini karena Allah ta’ala.”

4. Niat Puasa Ramadan dari Kitab I’anatut Thalibin

نَوَيْتُ صَوْمَ رَمَضَانَ


Nawaitu shauma ghadin min/'an Ramadhāna

Artinya, “Aku berniat puasa esok hari pada bulan Ramadhan.”

5. Niat Puasa Ramadan dari Kitab I’anatut Thalibin Kedua

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ مِنْ/عَنْ رَمَضَانَ


Nawaitu shauma ghadin min/'an Ramadhāna

Artinya, “Aku berniat puasa esok hari pada bulan Ramadhan.”

Itulah lima versi puasa Ramadan dari berbagai sumber kitab. Dalam hal ini membaca niat memang termasuk rukun puasa yang wajib dilaksanakan, meski begitu tidak pernah ada riwayat terkait bacaan niat yang diajarkan Rasulullah SAW, sehingga setiap muslim bisa membaca niat manapun di dalam hati asalkan sesuai dnegan waktu yang ditentukan. Wallahu A'lam

(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Copyright © 2025 SINDOnews.com
All Rights Reserved
read/ rendering in 0.1688 seconds (0.1#10.24)