Soal Rezeki, Inilah Nasehat Syekh Abdul Qadir Al-Jailani
Selasa, 23 Februari 2021 - 10:08 WIB
loading...
A
A
A
Seperti dilansir NU Online, kepada orang yang cemas, ragu, gamang, gelisah, dan khawatir perihal rezeki, Syekh Abdul Qadir Al-Jailani selanjutnya mengingatkan mereka pada kuasa Allah. Syekh Abdul Qadir Al-Jailani mengajak mereka untuk mengingat kembali pemberian rezeki selama ini.
"Pada saat kamu di dalam kandungan ibumu, siapa yang memberikanmu asupan makanan? Apakah kamu bergantung pada dayamu, dinar-dirhammu, laba penjualanmu, atau penguasa di negerimu?" kata Syekh Abdul Qadir.
Semua pihak yang kamu jadikan sandaran, kata Syekh Abdul Qadir, adalah tuhanmu. Semua pihak yang kamu takuti dan harapkan adalah tuhanmu. Semua pihak yang kamu anggap dapat memberikan manfaat dan mudharat juga adalah tuhanmu.
Baca juga: Dorong Revisi UU Pemilu, PKS Tidak Ingin Ada Politik Identitas di Pilpres
Syekh Abdul Qadir Al-Jailani menganjurkan mereka untuk bertobat dari kemusyrikan seperti ini sebelum Allah menutup pintu semua makhluk-Nya untuk mereka. "Kemusyrikan seperti ini yang kusaksikan hinggap pada banyak orang, paling umum menghinggapi mereka yang bermaksiat."
Syekh Abdul Qadir Al-Jailani mendoakan mereka yang bertobat dari kemusyrikan sejenis agar Allah menerima tobat mereka, memandang mereka dengan rahmat, dan memperlakukan mereka dengan lemah lembut
Adapun yang perlu diingat bahwa nasihat ini bukan berarti menafikan upaya dan ikhtiar manusiawi untuk membuka pintu rezeki Allah. Nasihat ini mendorong kita untuk tetap bersikap tenang dan tenterang di tengah upaya dan ikhtiar dalam menerima rezeki Allah. Nasihat ini dimaksudkan untuk meluruskan pikiran kita bahwa kadar dan waktu rezeki Allah telah diatur untuk masing-masing orang. Nasihat ini juga mengingatkan kita akan kuasa Allah sebagai pemberi dan pengatur rezeki.
Baca juga: Kebijakan Kenaikan Cukai Rokok Dianggap Belum Efektif
Wallahu A’lam.
"Pada saat kamu di dalam kandungan ibumu, siapa yang memberikanmu asupan makanan? Apakah kamu bergantung pada dayamu, dinar-dirhammu, laba penjualanmu, atau penguasa di negerimu?" kata Syekh Abdul Qadir.
Semua pihak yang kamu jadikan sandaran, kata Syekh Abdul Qadir, adalah tuhanmu. Semua pihak yang kamu takuti dan harapkan adalah tuhanmu. Semua pihak yang kamu anggap dapat memberikan manfaat dan mudharat juga adalah tuhanmu.
Baca juga: Dorong Revisi UU Pemilu, PKS Tidak Ingin Ada Politik Identitas di Pilpres
Syekh Abdul Qadir Al-Jailani menganjurkan mereka untuk bertobat dari kemusyrikan seperti ini sebelum Allah menutup pintu semua makhluk-Nya untuk mereka. "Kemusyrikan seperti ini yang kusaksikan hinggap pada banyak orang, paling umum menghinggapi mereka yang bermaksiat."
Syekh Abdul Qadir Al-Jailani mendoakan mereka yang bertobat dari kemusyrikan sejenis agar Allah menerima tobat mereka, memandang mereka dengan rahmat, dan memperlakukan mereka dengan lemah lembut
Adapun yang perlu diingat bahwa nasihat ini bukan berarti menafikan upaya dan ikhtiar manusiawi untuk membuka pintu rezeki Allah. Nasihat ini mendorong kita untuk tetap bersikap tenang dan tenterang di tengah upaya dan ikhtiar dalam menerima rezeki Allah. Nasihat ini dimaksudkan untuk meluruskan pikiran kita bahwa kadar dan waktu rezeki Allah telah diatur untuk masing-masing orang. Nasihat ini juga mengingatkan kita akan kuasa Allah sebagai pemberi dan pengatur rezeki.
Baca juga: Kebijakan Kenaikan Cukai Rokok Dianggap Belum Efektif
Wallahu A’lam.
(wid)
Lihat Juga :