Nabi Dawud Kepincut Isri Orang, Lalu Membunuh Suaminya dengan Cara Begini
Rabu, 24 Februari 2021 - 16:47 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Bukan Kisah Nyata? Dua Malaikat Minum Khamr, Berzina, Lalu Membunuh Bayi
Tinjauan Matan Kisah
Matan kisah ini juga bathil sebagaimana tampak jelas bagi orang yang berakal.
Ibnul Arabi mengatakan kisah ini jelas sekali bathil, karena Dawud tidak mungkin menumpahkan darah orang lain untuk kepuasan hawa nafsunya. (Tafsir Al-Qurthubi 15/176)
Abu Hayyan berkata: “Allah menjadikan Nabi Dawud sebagai khalifah di muka bumi, hal ini menunjukkan tentang tingginya kedudukan beliau dan terpilihnya beliau, sekaligus membantah orang yang menisbatkan kepada beliau kisah yang tidak pantas dengan kenabian”.
Imam Ibnu Hazm membongkar kisah ini secara tajam dalam kitabnya Al-Fishal, bahkan beliau mensifati para pembuat kisah ini sebagai “pendusta yang berpedoman dengan khurafat Yahudi”.
Beliau berkata: “Demi Allah, semua orang pasti tidak ingin untuk mencintai istri tetangganya dan berencana untuk membunuh suaminya agar bisa menikahi istrinya tersebut dan meninggalakan salat karena melihat burung. Semua ini adalah perbuatan orang-orang bodoh, bukan orang yang baik."
"Lantas bagaimana dengan Rasulullah yang mendapatkan wahyu kitab?! Allah membersihkan beliau untuk terlintas dalam benaknya hasrat keji ini, apalagi melakukannya!”.
Baca juga: Kisah Bau Harum Tukang Sisir Putri Fir'aun Saat Rasulullah Mi'raj
Syaikh al-Albani berkata: “Kisah tentang terfitnahnya Nabi Dawud karena dia melihat istri prajuritnya (Areya) sangat masyhur dan tersebar dalam kisah para Nabi dan sebagian kitab tafsir."
"Seorang muslim yang berakal tidak akan meragukan tentang bathilnya kisah ini, karena dalam kisah tersebut terdapat hal-hal yang tidak pantas dengan kedudukan para Nabi, seperti beliau berusaha untuk membunuh suaminya agar dia menikahi istrinya setelah kematiannya," lanjutnya.
Tinjauan Matan Kisah
Matan kisah ini juga bathil sebagaimana tampak jelas bagi orang yang berakal.
Ibnul Arabi mengatakan kisah ini jelas sekali bathil, karena Dawud tidak mungkin menumpahkan darah orang lain untuk kepuasan hawa nafsunya. (Tafsir Al-Qurthubi 15/176)
Abu Hayyan berkata: “Allah menjadikan Nabi Dawud sebagai khalifah di muka bumi, hal ini menunjukkan tentang tingginya kedudukan beliau dan terpilihnya beliau, sekaligus membantah orang yang menisbatkan kepada beliau kisah yang tidak pantas dengan kenabian”.
Imam Ibnu Hazm membongkar kisah ini secara tajam dalam kitabnya Al-Fishal, bahkan beliau mensifati para pembuat kisah ini sebagai “pendusta yang berpedoman dengan khurafat Yahudi”.
Beliau berkata: “Demi Allah, semua orang pasti tidak ingin untuk mencintai istri tetangganya dan berencana untuk membunuh suaminya agar bisa menikahi istrinya tersebut dan meninggalakan salat karena melihat burung. Semua ini adalah perbuatan orang-orang bodoh, bukan orang yang baik."
"Lantas bagaimana dengan Rasulullah yang mendapatkan wahyu kitab?! Allah membersihkan beliau untuk terlintas dalam benaknya hasrat keji ini, apalagi melakukannya!”.
Baca juga: Kisah Bau Harum Tukang Sisir Putri Fir'aun Saat Rasulullah Mi'raj
Syaikh al-Albani berkata: “Kisah tentang terfitnahnya Nabi Dawud karena dia melihat istri prajuritnya (Areya) sangat masyhur dan tersebar dalam kisah para Nabi dan sebagian kitab tafsir."
"Seorang muslim yang berakal tidak akan meragukan tentang bathilnya kisah ini, karena dalam kisah tersebut terdapat hal-hal yang tidak pantas dengan kedudukan para Nabi, seperti beliau berusaha untuk membunuh suaminya agar dia menikahi istrinya setelah kematiannya," lanjutnya.
Lihat Juga :