Menyuburkan Sifat Rendah Hati, Bagaimana Kiatnya?
Minggu, 28 Februari 2021 - 08:04 WIB
loading...
A
A
A
“Dan berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara, sedangkan (ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah, Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk.” (QS. Ali ‘Imran : 103).
Baca juga: Ini Deretan Masjid Tertua di Jakarta
Tidak sedikit di antara kita yang mengetahui tingginya nilai persaudaraan akan tetapi sangat sulit mengamalkannya. Mudah sekali kita berselisih dengan saudara kita, mudah sekali kita berburuk sangka dan hidup secara individualistik.
Jika sudah berselisih berkepanjangan maka akan sulit sekali kita untuk rekat kembali. Kepada yang jauh kita peduli dan empati sedang kepada yang dekat bahkan mengenal pun tidak.
Baca juga: Bahkan Erick Thohir Juga Kepincut Ikan Cupang
Orang yang tawadhu meyakini bahwa kemuliaan dalam pandangan Allah adalah yang paling bertakwa dan hanya Allah yang Maha Mengetahui siapakah di antara hamba-Nya yang memiliki kedudukan tersebut. Indah sekali manakala setiap orang memiliki pikiran yang demikian.
Persaudaraan akan terjalin, suasana saling peduli dan empati, saling membantu dan meringankan beban akan menjadi karakter sosial yang senantiasa hadir pada keseharian kita. Semuanya bisa diawali dari sifat rendah hati yang tertanam dalam diri.
Baca juga: 10 Karya Sastra Terpanjang di Dunia, Ada yang Mencapai 4,1 Juta Kata
Wallahu A'lam
Baca juga: Ini Deretan Masjid Tertua di Jakarta
Tidak sedikit di antara kita yang mengetahui tingginya nilai persaudaraan akan tetapi sangat sulit mengamalkannya. Mudah sekali kita berselisih dengan saudara kita, mudah sekali kita berburuk sangka dan hidup secara individualistik.
Jika sudah berselisih berkepanjangan maka akan sulit sekali kita untuk rekat kembali. Kepada yang jauh kita peduli dan empati sedang kepada yang dekat bahkan mengenal pun tidak.
Baca juga: Bahkan Erick Thohir Juga Kepincut Ikan Cupang
Orang yang tawadhu meyakini bahwa kemuliaan dalam pandangan Allah adalah yang paling bertakwa dan hanya Allah yang Maha Mengetahui siapakah di antara hamba-Nya yang memiliki kedudukan tersebut. Indah sekali manakala setiap orang memiliki pikiran yang demikian.
Persaudaraan akan terjalin, suasana saling peduli dan empati, saling membantu dan meringankan beban akan menjadi karakter sosial yang senantiasa hadir pada keseharian kita. Semuanya bisa diawali dari sifat rendah hati yang tertanam dalam diri.
Baca juga: 10 Karya Sastra Terpanjang di Dunia, Ada yang Mencapai 4,1 Juta Kata
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :