Waspadai 7 Penyakit Lisan yang Sering Dianggap Remeh Ini

Selasa, 02 Maret 2021 - 07:25 WIB
loading...
Waspadai 7 Penyakit...
Berbicara merupakan media utama dari seluruh proses interaksi sosial manusia. Baik buruknya proses interaksi sosial salah satunya dipengaruh oleh bagaimana kita bertutur kata. Foto ilustrasi/ist
A A A
Lidah bisa menjerumuskan kita ke jurang yang sangat mencelakakan kehidupan . Keselamatan kita di dunia dan akhirat tergantung bagaimana kita menjaga lidah ini, karenanya waspadailah penyakit lisan dari lidah yang tidak bertulang tersebut.

Muslimah, berbicara merupakan media utama dari seluruh proses interaksi sosial manusia. Baik buruknya proses interaksi sosial salah satunya dipengaruh oleh bagaimana kita bertutur kata . Karenanya, agar apa yang kita ucapkan tidak menjadi bumerang bagi diri sendiri, lebih-lebih membahayakan orang lain baik di dunia maupun di akhirat, kita mesti cermat dalam berbicara dan menjaga lisan dari penyakit-penyakitnya.

Baca juga: 3 Perkara yang Bisa Jadi Penyelamat dari Azab

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda, “Sesungguhnya kebanyakan dosa anak Adam berada pada lidahnya.” (HR. at-Thabrani).

Imam Al-Ghazali dalam kitab 'Ihya 'Ulumuddin' mengingatkan kita beberapa bahaya penyakit lidah. Apa saja penyakit lidah ini? Berikut beberapa penyakit lidah yang jarang disadari, yang disampaikan Imam Al-Ghazali:

1. Pembicaraan yang tidak berguna

Pembicaraan yang mubah mungkin tidak berbahaya bagi diri sendiri dan orang lain. Tapi pembicaraan yang tidak berguna sama saja dengan melakukan sesuatu yang menyia-nyiakan waktu. Nantinya kita akan dihisab atas perbuatan yang berarti kita telah mengganti yang lebih baik menjadi lebih rendah.

Baca juga: Belajar Sopan Santun dari Cicit-cicit Rasulullah

Alangkah lebih baik bila bicara yang tidak ada manfaatnya tersebut kita gunakan untuk berpikir yang bisa bisa mendatangkan rahmat Allah pada saat tafakur. Yang demikian bisa jadi lebih bermanfaat.

Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

“Termasuk tanda baiknya keislaman seseorang adalah dia meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya.” (HR. Ibnu Majah dan at-Tirmidzi).

2. Berlebihan dalam berbicara

Berlebihan dalam bicara ini termasuk dalam pembicaraan yang tidak berguna hingga melebihi keperluannya. Walalupun tidak menimbulkan bahaya bagi diri sendiri dan orang lain, bicara yang berlebihan juga termasuk dalam perbutaan tercela.

Baca juga: Tanda-tanda Setan Menggoda yang Bisa Kita Rasakan

Rasulullah bersabda, “Ucapkanlah perkataan kalian tetapi jangan sampai setan memperdaya kalian.” (HR. Abu Dawud).

Sabda Rasululullah di atas mangisyaratkan bahwa perkataan yang berlebihan termasuk pujian yang jujur dikhawatirkan akan disusupi setan dengan menambahkan sesuatu yang tidak perlu.

3. Perbantahan dan perdebatan

Saling membantah dan berdebat adalah hal yang lumrah di masa sekarang, terlebih di media sosial. Orang berlomba-lomba untuk saling mempertahakan pendapatnya dan menolak keras-keras pendapat orang lain. Padahal kedua hal tersebut sangat dilarang oleh Rasulullah. Bahkan mereka yang yang mampu meninggalkan perbantahan akan mendapat ganjaran sebuah rumah di surga kelak.

Baca juga: Begini Tanggapan PP Muhammadiyah Terkait Perpres Miras

Rasulullah bersabda, “Janganlah kamu mendebat saudaramu, janganlah kamu mempermainkannya, dan janganlah kamu membuat janji dengannya lalu tidak kamu tepati.” (HR. at-Tirmidzi).

Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam juga bersabda,

“Siapa yang meninggalkan perbantahan padahal dia benar maka dibangun untuknya sebuah rumah di surga yang paling atas. Siapa yang meninggalkan perbantahan sedangkan dia salah maka dibangun untuknya rumah di bagian pinggir surga.

4. Pertengkaran

Lebih berat daripada bantahan dan perdebatan, pertengkaran bisa saja muncul secara tiba-tiba. Pertengkaran cenderung menyalahkan orang lain dan bersikeras mempertahakannya pendapatnya demi mencapai harta dan hak yang direncanakan.

Baca juga: Kebijakan Insentif PPN untuk Properti Dinilai Setengah Hati

Dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha, Rasulullah bersabda,

“Orang yang paling dibenci Allah adalah yang paling keras dalam pertengakaran.” (HR. Bukhari).

5. Berkata keji, jorok, cacian, dan melaknat.

Mencela, berkata jorok, mencaci dan melaknat adalah hal tercela yang jadi sumber keburukan dan kehinaan. Ketika seseorang berbicara demikian, maka hilanglah rahmat Allah padanya. Yang demikian juga bukanlah tanda-tanda seorang mukmin.

Baca juga: Pengakuan Tentara AS Menangis saat Dihujani Rudal-rudal Iran

“Orang mukmin itu bukanlah orang yang suka melukai, bukan orang yang suka melaknat, bukan orang yang suka berkata keji dan bukan pula orang yang suka berkata kotor.” (HR. at-Tirmidzi).

Nabi Muhammad bersabda,

“Jauhilah kekejian, karena Allah tidak menyukai kekejian dan membuat-buat kekejian.”

6. Nyanyian dan syair

Salah satu bahaya dari lidah adalah nyanyian dan syair. Mengenai syair, perkataan yang baik maka dihitung kebaikan, namun perkataan yang buruk dihitung sebagai keburukan juga. Tetapi kosentrasi syair sendiri adalah perbuatan tercela. Begitu pula dengan nyanyian, yang mana jika tidak mengandung pujian-pujian kepada Allah dan Rasul-Nya, atau kata-kata yang baik maka dapat dihitung sebagai perkataan yang tidak berguna.

Baca juga: Bisnis Lancar, Ini Cerita Pengusaha Makanan Sunda Gunakan Teknologi Digital

Rasulullah bersabda,

“Bahwa bagian dalam salah seorang di antara kalian penuh dengan nanah sampai mematikannya, sungguh lebih baik baginya daripada ia penuh, dengan syair.” (HR. Muslim).

7. Senda gurau.

Termasuk juga bahaya lidah dan perbuatan yang sangat dilarang adalah senda gurau, kecuali dalam kadar yang sedikit. Rasulullah bersabda,

“Janganlah berbantah-bantahan dengan saudaramu dan jangan bersenda gurau dengannya.” (HR. at-Tirmidzi).

Senda gurau diperbolehkan asalkan tidak dilakukan secara terus menerus, yang artinya perbuataan sia-sia. Senda gurau juga sebaiknya tidak mengandung unsur-unsur berbohong. Bahkan Nabi Muhammad pun pernah bersenda gurau.

Baca juga: Habib Rizieq Tolak Keras Investasi Miras

Rasulullah bersabda,

“Sesungguhnya aku bersenda gurau tetapi aku tidak mengatakan kecuali yang benar.”

Demikianlah beberapa bahaya lidah yang dapat menjerumuskan kita ke neraka. Bagaimana caranya kita agar terhindar dari bahaya tersebut? Jawabannya adalah berkata yang baik atau diam.

Ibnu Mas’ud Rahimahullah pernah berkata, “Wahai lidah, berkatalah yang baik pasti kamu beruntung, dan diamlah dari mengatakan keburukan pasti kamu selamat sebelum menyesalinya.”

Wallahu ‘alam.
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Dosa-dosa Wanita karena...
Dosa-dosa Wanita karena Lisannya, Cek di Sini Saja!
7 Penyakit Lisan yang...
7 Penyakit Lisan yang Jarang Disadari Menurut Imam Al Ghazali
8 Perkara Lisan yang...
8 Perkara Lisan yang Menyeret Kita ke Neraka, Kaum Muslim Wajib Tahu
7 Penyakit Lisan yang...
7 Penyakit Lisan yang Sering Dianggap Remeh, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Menjaga Lisan dari 8...
Menjaga Lisan dari 8 Perkara yang Menjerumuskan dalam Dosa Besar
Ngerinya Bahaya Tidak...
Ngerinya Bahaya Tidak Menjaga Lisan, Bisa Menyeret Manusia ke Neraka
Rekomendasi
Riset Terbaru Ungkap...
Riset Terbaru Ungkap Ternyata Bumi Bukan Memiliki 7 Benua
Permukaan Laut di Seluruh...
Permukaan Laut di Seluruh Dunia Meningkat Namun di Greenland Menurun
Begini Kondisi Bumi...
Begini Kondisi Bumi saat Es Antartika Seluruhnya Mencair
Artikel Terkini
Bacaan Niat 3 Jenis...
Bacaan Niat 3 Jenis Puasa Sunnah di Bulan Muharram
Deretan Dalil Kuat Anjuran...
Deretan Dalil Kuat Anjuran 3 Puasa Sunnah di Bulan Muharram
Jadwal Puasa Muharam...
Jadwal Puasa Muharam 1448 H Tahun 2026, Kapan Puasa Tasu'a dan Asyura Dilaksanakan?
Jangan Libatkan Anak...
Jangan Libatkan Anak dalam Konflik Perceraian, Ini Pesan Buya Yahya untuk Orang Tua
Ramai Kasus Perebutan...
Ramai Kasus Perebutan Hak Asuh Anak, Begini Aturan Hadhanah dalam Islam
5 Putusan Rasulullah...
5 Putusan Rasulullah SAW tentang Hak Asuh Anak Setelah Perceraian
Infografis
7 Ilmuwan Islam Paling...
7 Ilmuwan Islam Paling Berpengaruh Sepanjang Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved