Isra Miraj (1): Kisah Perjalanan Agung Nabi Muhammad

Selasa, 09 Maret 2021 - 17:45 WIB
loading...
Isra Miraj (1): Kisah...
Banyak hikmah dan pelajaran yang dapat dipetik dari perjalanan agung Isra Miraj Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam. Foto/dok SINDOnews
A A A
Isra Miraj ( الإسراء والمعراج ) 27 tahun ini jatuh pada 27 Rajab bertepatan Kamis lusa (11/3/2021). Di bulan agung ini umat Islam biasanya merayakan perjalanan agung Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم. Ada banyak hikmah dan pelajaran yang dapat kita petik dari peristiwa tersebut.

Berikut kisah Isra Mi'raj Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم yang diulas oleh Habib Ahmad Bin Novel Bin Salim Bin Jindan (Pengasuh Yayasan Al-Hawthah Al-Jindaniyah). Setiap bulan Rajab, beliau selalu menggelar Daurah Isra Mi'raj bersama santri Al-Fachriyah untuk mengambil hikmah dan keberkahan dari perjalanan Nabi صلى الله عليه وسلم tersebut.

Baca Juga: Hukum Merayakan Isra Mikraj, Jangan Sampai Gagal Paham

Adapun sumber riwayat kisah Isra dan Mi'raj ini dirangkum oleh Al-Imam Al 'Allamah Sayyid Zainal 'Abidin bin Muhammad Al hadi bin Zainal 'Abidin Al-Barzanji dalam kitab "An-Nur Al Wahhaj Fi Qisshoti Al Isra wal Mi’raaj".

Kemudian Al-Muhaddits As-Sayyid Muhammad Bin Alawi Al Maliki dalam kedua Kitab Al-Anwar Al-Bahiyyah dan Kitab Wa Huwa bil Ufuq Al A'la. Rujukan lainnya yaitu kitab karya Al-Imam Asy-Syeikh Muhammad Mutawalli Asy-Sya’rawi yang berjudul "Al-Isra wal-Mi’raj".

محمد سيد الخلق الذي امتلأت
من نوره الأرض و السبع السماوات
أسرى به الله من أرض الحجاز إلى
أن قبلت نعله الحجب الرفيعات
أدناه من قاب قوس حين كلمه
بالغيب من بعد ما قال التحيات

"Muhammad adalah pemimpin seluruh makhluk yang cahayanya memenuhi tujuh lapis langit dan bumi. Allah memperjalankannya di malam hari dari bumi Hijaz hingga seluruh hijab yang tinggi (yang menghijab seluruh makhluq dari Sang Khaliq) mencium kedua sandal agung Baginda yang memijaknya. Allah mendekatkannya kepada-Nya hingga bagaikan dua ujung busur saat berwahyu kepadanya setelah baginda mengucapkan kepada-Nya At Tahiyyat."

Perjalanan di Tahun Duka
Ketika Allah memerintahkan Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم untuk menyampaikan risalah terang-terangan, kaumnya memusuhi beliau dan memeranginya secara zalim. Abu Tholib sang paman tercinta adalah orang setia membelanya hingga akhir hayat. Ketika orang-orang kafir mengganggu beliau, Sayyidah Khadijah sang istri tercinta hadir menghiburnya.

Selama 10 tahun keduanya setia membela Rasulullah صلى الله عليه وسلم dengan segenap harta, jiwa dan raga hingga akhir hayat. Tepat setelah 10 tahun dari masa kenabian keduanya dipanggil oleh Allah di saat yang sangat berdekatan. Kesedihan melanda Rasulullah صلى الله عليه وسلم hingga tahun itu dinamakan tahun kesedihan.

Ketika itu orang-orang kafir makin merajalela dalam memusuhi Nabi. Hingga akhirnya beliau pergi ke Kota Thoif untuk meminta dukungan dan pembelaan, namun beliau mendapati penduduk Thoif lebih ganas dan bengis dari penduduk Makkah. Beliau diusir secara tidak terhormat dan dihujani dengan cacian dan batu.

Di perjalanan pulang dari Thoif di suatu kebun beliau menangis dan mengadu kepada Allah 'Azza wa Jalla:

اللهم إليك أشكو ضعف قوتي ﴿﴾ و قلة حيلتي ﴿﴾ و هواني على الناس ﴿﴾ يا أرحم الراحمين أنت رب المستضعفين ﴿﴾ و أنت ربي ﴿﴾ إلى من تكلني؟ ﴿﴾ إلى بعيد يتجهمني؟ ﴿﴾ أم إلى عدو ملكته أمري؟ ﴿﴾ إن لم يكن بك علي غضب فلا أبالي ﴿﴾ و لكن عافيتك هي أوسع لي ﴿﴾ أعوذ بنور وجهك الذي أشرقت له الظلمات ﴿﴾ و صلح عليه أمر الدنيا و الآخرة ﴿﴾ من أن تنزل بي غضبك ﴿﴾ أو تحل علي سخطك ﴿﴾ لك العتبى حتى ترضى ﴿﴾ و لا حول و لا قوة إلا بالله ﴿﴾

"Wahai Allah, hanya kepada-Mu aku mengadu akan lemahnya kekuatanku, dan sedikitnya jalan yang dapat aku tempuh serta kehinaanku di mata manusia. Wahai Tuhan yang kasih sayangnya lebih besar dari para penyayang manapun, Engkau adalah Tuhan kaum yang tertindas dan tertekan, dan Engkau adalah Tuhanku. Kepada siapa Engkau hendak menyerahkan diriku? Apakah kepada orang yang jauh yang akan menindasku? Atau kepada musuh Engkau lemparkan diriku? Selama kemurkaan-Mu tidak Engkau tumpahkan kepadaku maka sungguh aku tidak peduli dengan semua derita itu. Namun afiyah dan kelembutan-Mu lebih aku harapkan. Aku berlindung dengan cahaya wajah-Mu yang terbit menghapuskan segala kegelapan, yang dengannya mengalir segala perkara dunia dan akhirat, aku berlindung dengannya dari kemurkaan-Mu yang hendak Engkau tumpahkan kepadaku, dan dari kemarahan-Mu yang akan menghampiriku. Engkau berhak menegur hingga Engkau ridho. Dan tiada kemampuan dan kekuatan melainkan dengan Allah."

Allah mendengar rintihan dan tangisan Nabi صلى الله عليه وسلم. Beberapa waktu sekembali beliau dari Thoif ke Makkah, Allah memanggil beliau untuk melakukan perjalanan Isra dan Mi'raj yang agung. Peristiwa Isra dan Mi'raj terjadi pada malam Senin 27 Rajab satu tahun sebelum Hijrah ke Madinah sebagaimana pendapat yang masyhur.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Menjadikan Rasulullah...
Menjadikan Rasulullah SAW sebagai Kiblat Ekonomi Umat
Jejak Sejarah Ibadah...
Jejak Sejarah Ibadah Umrah Rasulullah SAW, Hanya 4 Kali Seumur Hidup
Diplomasi Perang ala...
Diplomasi Perang ala Rasulullah SAW: Strategi Cerdas di Balik Kemenangan
Masjid Az-Zikra Sentul...
Masjid Az-Zikra Sentul Gelar Zikir Akbar Spesial Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad
Rasulullah SAW Paling...
Rasulullah SAW Paling Sering Berpuasa di Bulan Syaban, Ini Alasannya!
Nubuat Rasulullah SAW...
Nubuat Rasulullah SAW Tentang Perang Besar Akhir Zaman
Rekomendasi
Zona Subduksi Gibraltar...
Zona Subduksi Gibraltar Bergeliat, Mengancam Samudra Atlantik
Tablet Berusia 3.500...
Tablet Berusia 3.500 Tahun Ditemukan, Isinya Daftar Belanja
Warna Laut Teluk Persia...
Warna Laut Teluk Persia Berubah Jadi Merah Darah
Artikel Terkini
Asal Usul Nama Surat...
Asal Usul Nama Surat Al-Baqarah: Kisah Sapi Betina yang Mengungkap Misteri Pembunuhan
Ayat-ayat Istimewa Surat...
Ayat-ayat Istimewa Surat Al Baqarah : Mengapa Ayat 255 Disebut Ayat Kursi?
Asbabun Nuzul 2 Ayat...
Asbabun Nuzul 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah: Kisah Turunnya Ayat yang Menenangkan Para Sahabat
Bacaan 2 Ayat Terakhir...
Bacaan 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah dan 3 Manfaatnya yang Dahsyat
Rahasia 2 Ayat Terakhir...
Rahasia 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah: Dibaca Malam Hari, Pahalanya Luar Biasa
Kisah Hikmah : Perempuan...
Kisah Hikmah : Perempuan yang Sering Menangis karena Allah
Infografis
Tri Mumpuni, Ilmuwan...
Tri Mumpuni, Ilmuwan Muslim Indonesia Paling Berpengaruh di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved