Isra Miraj (6): Nabi Musa Menangis dan Nabi Ibrahim Duduk di Pintu Surga
Jum'at, 12 Maret 2021 - 17:28 WIB
loading...
A
A
A
Nabi صلى الله عليه وسلم menyaksikan Nabi Musa menangis, maka ditanyakan kepadanya, "Apa yang membuat engkau menangis?"
Nabi Musa menjawab: "Aku menangis karena sesungguhnya ada seorang pemuda yang diutus setelahku dan masuk ke surga dari umatnya lebih banyak dari pada umatku. Kaum Bani Israil menyangka sesungguhnya aku adalah anak Adam yang paling mulia di hadapan Allah namun kenyataannya Rasulullah صلى الله عليه وسلم adalah dari keturunan Adam menggantikanku di dunia dengan kemulian agungnya di sisi Allah sedangkan aku di akhirat. Jikalau hanya dia seorang yang mengungguliku dalam kemuliaan di sisi Allah sungguh aku tidak menghiraukannya. Akan tetapi umatnya pun bersamanya dalam mengungguli kemuliaan di sisi Allah."
Bertemu Nabi Ibrahim Sedang Duduk di Pintu Surga
Kemudian Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم melanjutkan perjalanannya hingga naik ke langit ke tujuh. Setelah masuk ke langit ke tujuh, Rasulullah bertemu dengan Nabi Ibrahim Al-Kholil sang sahabat Allah, yang duduk di pintu surga di atas kursi emas, sambil menyandarkan punggungnya ke Baitul Ma'mur bersama sekelompok orang dari kaumnya.
Nabi صلى الله عليه وسلم memberi salam kepadanya dan Nabi Ibrahim menjawab salamnya serta menyambutnya dengan mengatakan, "Selamat datang wahai putraku yang soleh serta Nabi yang soleh". Lalu Nabi Ibrahim berkata: "Perintahkanlah kepada umatmu supaya memperbanyak menanam pohon surga, karena sesungguhnya tanah surga sangat luas, subur dan bagus."
Maka Nabi صلى الله عليه وسلم bertanya: "Apakah pohon surga itu?" Nabi Ibrahim menjawab: "Pohon surga itu adalah kalimat:
Di dalam riwayat lain, "Sampaikan kepada umatmu Salam, dan berilah kabar dariku kepada umatmu sesungguhnya Surga itu bagus dan subur tanahnya, tawar dan segar airnya dan sesungguhnya pohon surga itu adalah kalimat:
Di tempat itu Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم menyaksikan sekelompok kaum yang sedang duduk, amat putih wajah mereka seperti putihya kertas. Sekelompok kaum yang lain warna mereka tidak seputih kelompok yang itu seakan warna mereka ada sesuatu.
Kemudian mereka (kelompok kedua) masuk ke suatu sungai lalu mereka mandi di dalamnya sebanyak tiga kali. Usai mandi pertama mereka keluar dari sungai dan sesuatu pada warna mereka telah berubah menjadi putih. Kemudian mereka masuk kembali ke sungai untuk mandi yang kedua. Usai mandi kedua warna mereka menjadi bersih dari noda.
Kemudian mereka masuk lagi ke sungai untuk mandi ketiga kalinya dan usai mandi ketiga warna mereka menjadi putih sebagaimana kelompok pertama. Mereka datang dan duduk bersama kelompok pertama. Nabi bertanya: "Wahai Jibril, siapa mereka itu yang putih wajahnya, dan siapakah orang-orang yang seakan warna mereka ada sesuatu, dan sungai apakah ini yang mereka masuk dan mandi di dalamnya?"
Maka Jibril menjawabnya: "Adapun mereka itu yang putih wajahnya adalah kaum yang tidak bercampur iman mereka dengan kezaliman. Adapun mereka yang seakan warna mereka terdapat sesuatu adalah kaum yang mencampur amal kebaikan dengan kejelekan, kemudian mereka bertaubat dan Allah menerima taubat mereka. Adapun sungai ini, yang pertama adalah rahmat Allah, yang kedua adalah nikmat Allah, dan yang ketiga adalah Allah memberi minum mereka dengan minuman yang suci."
Nabi Musa menjawab: "Aku menangis karena sesungguhnya ada seorang pemuda yang diutus setelahku dan masuk ke surga dari umatnya lebih banyak dari pada umatku. Kaum Bani Israil menyangka sesungguhnya aku adalah anak Adam yang paling mulia di hadapan Allah namun kenyataannya Rasulullah صلى الله عليه وسلم adalah dari keturunan Adam menggantikanku di dunia dengan kemulian agungnya di sisi Allah sedangkan aku di akhirat. Jikalau hanya dia seorang yang mengungguliku dalam kemuliaan di sisi Allah sungguh aku tidak menghiraukannya. Akan tetapi umatnya pun bersamanya dalam mengungguli kemuliaan di sisi Allah."
Bertemu Nabi Ibrahim Sedang Duduk di Pintu Surga
Kemudian Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم melanjutkan perjalanannya hingga naik ke langit ke tujuh. Setelah masuk ke langit ke tujuh, Rasulullah bertemu dengan Nabi Ibrahim Al-Kholil sang sahabat Allah, yang duduk di pintu surga di atas kursi emas, sambil menyandarkan punggungnya ke Baitul Ma'mur bersama sekelompok orang dari kaumnya.
Nabi صلى الله عليه وسلم memberi salam kepadanya dan Nabi Ibrahim menjawab salamnya serta menyambutnya dengan mengatakan, "Selamat datang wahai putraku yang soleh serta Nabi yang soleh". Lalu Nabi Ibrahim berkata: "Perintahkanlah kepada umatmu supaya memperbanyak menanam pohon surga, karena sesungguhnya tanah surga sangat luas, subur dan bagus."
Maka Nabi صلى الله عليه وسلم bertanya: "Apakah pohon surga itu?" Nabi Ibrahim menjawab: "Pohon surga itu adalah kalimat:
لاَ حَوْلَ وَ لاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ العَلِيِّ العَظِيم
Di dalam riwayat lain, "Sampaikan kepada umatmu Salam, dan berilah kabar dariku kepada umatmu sesungguhnya Surga itu bagus dan subur tanahnya, tawar dan segar airnya dan sesungguhnya pohon surga itu adalah kalimat:
سُبْحَانَ اللهِ وَ الحَمْدُ للهِ وَ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَ اللهُ أَكْبَر
Di tempat itu Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم menyaksikan sekelompok kaum yang sedang duduk, amat putih wajah mereka seperti putihya kertas. Sekelompok kaum yang lain warna mereka tidak seputih kelompok yang itu seakan warna mereka ada sesuatu.
Kemudian mereka (kelompok kedua) masuk ke suatu sungai lalu mereka mandi di dalamnya sebanyak tiga kali. Usai mandi pertama mereka keluar dari sungai dan sesuatu pada warna mereka telah berubah menjadi putih. Kemudian mereka masuk kembali ke sungai untuk mandi yang kedua. Usai mandi kedua warna mereka menjadi bersih dari noda.
Kemudian mereka masuk lagi ke sungai untuk mandi ketiga kalinya dan usai mandi ketiga warna mereka menjadi putih sebagaimana kelompok pertama. Mereka datang dan duduk bersama kelompok pertama. Nabi bertanya: "Wahai Jibril, siapa mereka itu yang putih wajahnya, dan siapakah orang-orang yang seakan warna mereka ada sesuatu, dan sungai apakah ini yang mereka masuk dan mandi di dalamnya?"
Maka Jibril menjawabnya: "Adapun mereka itu yang putih wajahnya adalah kaum yang tidak bercampur iman mereka dengan kezaliman. Adapun mereka yang seakan warna mereka terdapat sesuatu adalah kaum yang mencampur amal kebaikan dengan kejelekan, kemudian mereka bertaubat dan Allah menerima taubat mereka. Adapun sungai ini, yang pertama adalah rahmat Allah, yang kedua adalah nikmat Allah, dan yang ketiga adalah Allah memberi minum mereka dengan minuman yang suci."
Lihat Juga :