Begini Doa Bulan Sya‘ban Sebagaimana Diajarkan Rasulullah

loading...
Begini Doa Bulan Sya‘ban Sebagaimana Diajarkan Rasulullah
Ilustrasi/Ist
Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) mengikhbarkan bahwa awal Sya’ban 1442 H dimulai Senin (15/3). Hal tersebut berdasarkan istikmal, penggenapan 30 hari bulan Rajab 1442 H karena hilal tidak terlihat. Maknanya, awal bulan Sya’ban 1442 H bertepatan dengan Senin Kliwon 15 Maret 2021 M (mulai malam Senin) atas dasar istikmal. Demikian Ketua LF PBNUKH Sirril Wafa melalui keterangan tertulis pada Sabtu (13/3).

Baca juga: Hilal Tak Terlihat, NU: Sya’ban 1442 H Dimulai Senin 15 Maret

Bulan Sya’ban sangat dekat dengan bulan suci Ramadhan . Umat Islam dianjurkan untuk memohon panjang umur kepada Allah SWT agar dapat mengalami Bulan Ramadhan, bulan penuh kemurahan Allah SWT.

Sedangkan lafal doa yang lazim dibaca adalah doa yang sama dengan doa bulan Rajab sebagaimana diajarkan Ketua KH Sirril Wafasebagai berikut:

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ



Allâhumma bârik lanâ fî Rajaba wa Sya‘bâna wa ballighnâ Ramadhânâ

Artinya, “Ya Allah, berkatilah kami pada Bulan Rajab dan Bulan Sya’ban. Sampaikan kami dengan Bulan Ramadhan.”

Doa panjang umur itu juga dicontohkan oleh Rasulullah SAW sebagaimana riwayat hadits berikut:

كان إذا دخل رجب قال اللهم بارك لنا في رجب وشعبان وبلغنا رمضان

Artinya, “Jika masuk bulan Rajab, Rasulullah berdoa, ‘Ya Allah, berkatilah kami pada Bulan Rajab dan Sya‘ban. Sampaikan kami ke Bulan Ramadhan.’”

Syekh Ibnu Rajab menyimpulkan bahwa riwayat ini menganjurkan umat Islam untuk memohon panjang umur dengan niat untuk menambah kebaikan dan beramal saleh di masa mendatang.

Baca juga: Begini Kaitan Ilmu Falak dalam Penentuan Awal Waktu Sholat

Pandangan Ibnu Rajab ini dikutip oleh Syekh Abdur Rauf Al-Munawi ketika mensyarahkan kumpulan hadits Jami‘us Shaghir berikut ini:

“Syekh Ibnu Rajab mengatakan, pada hadits ini terdapat dalil anjuran doa panjang umur hingga waktu-waktu utama (Ramadhan) agar dapat melakukan amal saleh di waktu-waktu tersebut. Pasalnya, tidak bertambah usia orang beriman melainkan bertambah kebaikannya,” (Lihat Abdur Rauf Al-Munawi, Faidhul Qadir bi Syarhi Jami‘is Shaghir, [Beirut, Darul Makrifah, 1972 M/1391 H], cetakan kedua, juz V, halaman 131).

Dari keterangan ini kita dapat menyimpulkan bahwa niat dan itikad baik patut menjadi perhatian bagi kita dalam memohon panjang umur, yaitu niat beramal saleh dan memperbaiki diri untuk mengisi umur yang tersisa. Wallahu a‘lam.

Baca juga: Inilah Mengapa Muhammadiyah Anggap Sangat Penting Penentuan Waktu Fajar
(mhy)
cover top ayah
اَوَاَمِنَ اَهۡلُ الۡقُرٰٓى اَنۡ يَّاۡتِيَهُمۡ بَاۡسُنَا ضُحًى وَّهُمۡ يَلۡعَبُوۡنَ
Atau apakah penduduk negeri itu merasa aman dari siksaan Kami yang datang pada pagi hari ketika mereka sedang bermain?

(QS. Al-A’raf:98)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!