Kiamat Sudah Dekat (1): Tanda Itu Datang dari Sungai Eufrat dan Kongo
Senin, 15 Maret 2021 - 16:36 WIB
loading...
A
A
A
Penemuan Gunung Emas ini ditafsirkan oleh sebagian umat Islam di Kongo akan datangnya kiamat, juga sebagaimana bunyi hadis di atas.
Baca juga: Hindari Ekploitasi Berlebihan, Pemerintah Kongo Jaga Ketat Gunung Emas
Sungai Eufrat
Selanjutnya mari kita telaah hadis Nabi tersebut. Benar, yang dibicarakan hadis Nabi itu adalah tentang Sungai Eufrat. Dalam bahasa Arab dikenal dengan nama al-Furat atau air paling segar.
Menurut Dr Syauqi Abu Khalil dalam Athlas al-Hadith al-Nabawi, Eufrat adalah sungai yang mengalir dari timur laut Turki. Sungai itu membelah Pengunungan Toros, lalu melewati Suriah di Kota Jarablus, melewati Irak di Kota al-Bukmal, dan bertemu Sungai Tigris di al-Qurnah yang bermuara di Teluk Arab. Panjang sungai itu mencapai 2.375 kilometer. Dua anak sungainya, yakni Al-Balikh dan Al-Khabur, sudah mengering.
Pada saat Nabi Muhammad SAW memprediksi masa depan Sungai Eufrat lewat sabdanya, wilayah subur di daerah Mediterania itu masih dikuasai oleh dua kekuatan besar, Persia dan Bizantium. Sungai Eufrat adalah garis batas alami dari dua kerajaan tersebut.
Kini, apa yang telah diramalkan oleh Nabi Muhammad SAW sepertinya mulai muncul. Berbagai polemik soal ketersediaan air dari sungai tersebut selalu mencuat di antara tiga negara yang dilaluinya yakni, Turki, Irak, dan Suriah.
Pembangunan DAM selalu menjadi permasalahan bagi negara-negara tersebut. Pembuatan DAM di Turki berpengaruh pada debit air yang mengalir di Suriah.
Pembuatan DAM di Suriah akan memengaruhi air yang sampai di Irak. Meskipun belum sampai pada tahap peperangan, perdebatan soal air ini masih saja terjadi. Banyak orang mulai khawatir bahwa ramalan Nabi Muhammad SAW pada akhirnya menjadi kenyataan. (Bersambung)
Baca juga: Fakta Temuan Gunung Emas di Kongo, Sungai Eufarat dan Akhir Zaman
Baca juga: Hindari Ekploitasi Berlebihan, Pemerintah Kongo Jaga Ketat Gunung Emas
Sungai Eufrat
Selanjutnya mari kita telaah hadis Nabi tersebut. Benar, yang dibicarakan hadis Nabi itu adalah tentang Sungai Eufrat. Dalam bahasa Arab dikenal dengan nama al-Furat atau air paling segar.
Menurut Dr Syauqi Abu Khalil dalam Athlas al-Hadith al-Nabawi, Eufrat adalah sungai yang mengalir dari timur laut Turki. Sungai itu membelah Pengunungan Toros, lalu melewati Suriah di Kota Jarablus, melewati Irak di Kota al-Bukmal, dan bertemu Sungai Tigris di al-Qurnah yang bermuara di Teluk Arab. Panjang sungai itu mencapai 2.375 kilometer. Dua anak sungainya, yakni Al-Balikh dan Al-Khabur, sudah mengering.
Pada saat Nabi Muhammad SAW memprediksi masa depan Sungai Eufrat lewat sabdanya, wilayah subur di daerah Mediterania itu masih dikuasai oleh dua kekuatan besar, Persia dan Bizantium. Sungai Eufrat adalah garis batas alami dari dua kerajaan tersebut.
Kini, apa yang telah diramalkan oleh Nabi Muhammad SAW sepertinya mulai muncul. Berbagai polemik soal ketersediaan air dari sungai tersebut selalu mencuat di antara tiga negara yang dilaluinya yakni, Turki, Irak, dan Suriah.
Pembangunan DAM selalu menjadi permasalahan bagi negara-negara tersebut. Pembuatan DAM di Turki berpengaruh pada debit air yang mengalir di Suriah.
Pembuatan DAM di Suriah akan memengaruhi air yang sampai di Irak. Meskipun belum sampai pada tahap peperangan, perdebatan soal air ini masih saja terjadi. Banyak orang mulai khawatir bahwa ramalan Nabi Muhammad SAW pada akhirnya menjadi kenyataan. (Bersambung)
Baca juga: Fakta Temuan Gunung Emas di Kongo, Sungai Eufarat dan Akhir Zaman
(mhy)
Lihat Juga :