Kisah Shalahuddin Al Ayyubi Menyeberang Sungai Efrat, Kuasai Wilayah Jazirah
Sabtu, 13 Juli 2024 - 12:32 WIB
loading...
Shalahuddin Al Ayyubi menyeberangi sungai Eufrat dan menundukkan sejumlah wilayah Jazirah. Ilustrasi: Ist
A
A
A
Shalahuddin Al Ayyubi menyeberangi Sungai Furat atau Eufrat menuju negeri-negeri di wilayah al-Jazirah pada tahun 578 H. Demikian dikisahkan Ibnu al-Atsir dalam bukunya berjudul "Al-Mukhtar Min al-Kamil fi al-Tarikh; Qishshah Shalahuddin al-Ayyubi" yang diterjemahkan Abu Haytsam menjadi "Shalahuddin Al-Ayyubi Sang Pembebas Tanah Para Nabi".
Menurut Ibnu Atsir, penyebabnya adalah bahwa Muzhaffaruddin Kawkabry Ibn Zainuddin `Ali Ibn Bektakin, yang merupakan walikota Harran -kota itu dikuasakan kepadanya oleh `Izzuddin Atabik- mengirim surat kepada Shalahuddin yang ketika itu mengepung kota Beirut.
Dalam suratnya itu ia memberitahu Shalahuddin bahwa dirinya mendukung Shalahuddin, dan mencintai negaranya. Ia menjanjikan pertolongan kepada Shalahuddin jika mau menyeberangi Sungai Furat.
Baca juga: Kisah Jatuhnya Damaskus ke Tangan Shalahuddin Al Ayyubi
Ia juga menjanjikan Shalahuddin negerinya, dan memintanya untuk segera datang. Selain itu, ia juga mengutus langsung Muzhaffaruddin Tatari, untuk meminta Shalahuddin datang.
Shalahuddin pun semakin semangat untuk memenuhi permintaan tersebut, seraya menampakkan bahwa dirinya ingin melakukan pengepungan atas kota Halab untuk menyembunyikan situasi sebenarnya.
Berangkatlah Shalahuddin dari Beirut. Ketika ia sudah mendekati sungai Furat, Muzhaffaruddin pergi menemuinya. Ia juga ikut menyeberangi sungai Furat, dan bergabung dengan Shalahuddin menuju benteng al-Beyrah.
Benteng ini sangat tangguh. Terbentang di atas sungai Furat, dari arah wilayah al-Jazirah. Penguasa benteng itu sendiri telah bergabung dengan Shalahuddin dan tunduk kepadanya.
Ia bersama pasukannya telah menyeberangi sungai Furat melalui jembatan yang ada di sisi benteng al-Beyrah. Sementara itu `Izzuddin -penguasa Moshul- dan Mujahiduddin ketika mendengar berita tentang tibanya Shalahuddin di Syam, segera mengumpulkan bala tentara mereka.
Baca juga: Kisah Shalahuddin Al Ayyubi Mengambilalih Kota Hamash dan Humat
Menurut Ibnu Atsir, penyebabnya adalah bahwa Muzhaffaruddin Kawkabry Ibn Zainuddin `Ali Ibn Bektakin, yang merupakan walikota Harran -kota itu dikuasakan kepadanya oleh `Izzuddin Atabik- mengirim surat kepada Shalahuddin yang ketika itu mengepung kota Beirut.
Dalam suratnya itu ia memberitahu Shalahuddin bahwa dirinya mendukung Shalahuddin, dan mencintai negaranya. Ia menjanjikan pertolongan kepada Shalahuddin jika mau menyeberangi Sungai Furat.
Baca juga: Kisah Jatuhnya Damaskus ke Tangan Shalahuddin Al Ayyubi
Ia juga menjanjikan Shalahuddin negerinya, dan memintanya untuk segera datang. Selain itu, ia juga mengutus langsung Muzhaffaruddin Tatari, untuk meminta Shalahuddin datang.
Shalahuddin pun semakin semangat untuk memenuhi permintaan tersebut, seraya menampakkan bahwa dirinya ingin melakukan pengepungan atas kota Halab untuk menyembunyikan situasi sebenarnya.
Berangkatlah Shalahuddin dari Beirut. Ketika ia sudah mendekati sungai Furat, Muzhaffaruddin pergi menemuinya. Ia juga ikut menyeberangi sungai Furat, dan bergabung dengan Shalahuddin menuju benteng al-Beyrah.
Benteng ini sangat tangguh. Terbentang di atas sungai Furat, dari arah wilayah al-Jazirah. Penguasa benteng itu sendiri telah bergabung dengan Shalahuddin dan tunduk kepadanya.
Ia bersama pasukannya telah menyeberangi sungai Furat melalui jembatan yang ada di sisi benteng al-Beyrah. Sementara itu `Izzuddin -penguasa Moshul- dan Mujahiduddin ketika mendengar berita tentang tibanya Shalahuddin di Syam, segera mengumpulkan bala tentara mereka.
Baca juga: Kisah Shalahuddin Al Ayyubi Mengambilalih Kota Hamash dan Humat
Lihat Juga :