Ahli Maksiat Masuk Surga Ahli Ibadah Masuk Neraka, Ini Penyebabnya
Kamis, 18 Maret 2021 - 16:34 WIB
loading...
A
A
A
Seandainya Umm Alâ’ berkata, ‘Aku bersaksi kamu orang baik’ tanpa mencatut otoritas Allah dan memastikan nasibnya, mungkin Rasulullah tidak akan menegurnya.
Rasulullah kemudian mengajarkan prinsip tauhid tingkat tinggi dan bersabda:
« وما أدري والله وأنا رسول الله ما يفعل بي »
"Aku ini Rasulullah dan demi Allah aku juga tidak tahu nasibku."
Ini tentu saja pelajaran bagi umatnya, karena Rasulullah telah dijamin oleh Allah dengan ayat:
« ليغفر لك الله ما تقدم من ذنبك وما تأخر ويتم نعمته عليك ويهديك صراطا مستقيما » (الفتح : ٢)
Pelajaran yang sama disampaikan Rasulullah dalam sabdanya:
« لن ينجي أحداً منكم عمله٠ قالوا: ولا أنت يا رسول الله؟ قال: ولا أنا، إلا أن يتغمدني الله برحمة » (متفق عليه)
"Tidaklah seseorang di antara kalian yang selamat karena amalnya. Sahabat bertanya, ‘Tidak juga engkau wahai Rasulullah.’ Nabi menjawab, ‘Tidak juga aku, tanpa rahmat Allah menyelimutiku’." (HR. Bukhârî-Muslim).
Hendaknya disadari bahwa nasib manusia semua ada di tangan Allah, bukan di yang lain. Allah bahkan telah mengingatkan Nabi Muhammad SAW :
« ليس لك من الأمر شيء أو يتوب عليهم أو يعذبهم » (ال عمران : ١٢٨)
"Tak ada sedikit pun wewenangmu dalam urusan mereka itu apakah Allah menerima tobat mereka atau mengazab mereka." (QS Ali Imran/3: 128).
Baca juga: Kisah Nabi Muhammad Membelah Bulan, Raja Habib Bersyahadat, Abu Jahal Jengkel
Rasulullah kemudian mengajarkan prinsip tauhid tingkat tinggi dan bersabda:
« وما أدري والله وأنا رسول الله ما يفعل بي »
"Aku ini Rasulullah dan demi Allah aku juga tidak tahu nasibku."
Ini tentu saja pelajaran bagi umatnya, karena Rasulullah telah dijamin oleh Allah dengan ayat:
« ليغفر لك الله ما تقدم من ذنبك وما تأخر ويتم نعمته عليك ويهديك صراطا مستقيما » (الفتح : ٢)
Pelajaran yang sama disampaikan Rasulullah dalam sabdanya:
« لن ينجي أحداً منكم عمله٠ قالوا: ولا أنت يا رسول الله؟ قال: ولا أنا، إلا أن يتغمدني الله برحمة » (متفق عليه)
"Tidaklah seseorang di antara kalian yang selamat karena amalnya. Sahabat bertanya, ‘Tidak juga engkau wahai Rasulullah.’ Nabi menjawab, ‘Tidak juga aku, tanpa rahmat Allah menyelimutiku’." (HR. Bukhârî-Muslim).
Hendaknya disadari bahwa nasib manusia semua ada di tangan Allah, bukan di yang lain. Allah bahkan telah mengingatkan Nabi Muhammad SAW :
« ليس لك من الأمر شيء أو يتوب عليهم أو يعذبهم » (ال عمران : ١٢٨)
"Tak ada sedikit pun wewenangmu dalam urusan mereka itu apakah Allah menerima tobat mereka atau mengazab mereka." (QS Ali Imran/3: 128).
Baca juga: Kisah Nabi Muhammad Membelah Bulan, Raja Habib Bersyahadat, Abu Jahal Jengkel
(mhy)
Lihat Juga :