Muhasabah Diri Setiap Hari
Rabu, 24 Maret 2021 - 17:32 WIB
loading...
A
A
A
Dengan sangat jelas ayat di atas menjadi dalil perintah untuk muhasabah diri setelah perintah untuk bertakwa, dan diakhiri dengan perintah untuk bertakwa kembali.
Baca juga: Jaga Harga, Wamendag Resmikan Gudang SRG Bawang Merah di Brebes
Kemudian Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:
وَلَا تَكُوْنُوْا كَالَّذِيْنَ نَسُوا اللّٰهَ فَاَنْسٰىهُمْ اَنْفُسَهُمْۗ اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْفٰسِقُوْنَ
“Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, sehingga Allah menjadikan mereka lupa akan diri sendiri. Mereka itulah orang-orang fasik.” (QS. Al-Hasyr: 18)
Ayat tersebut adalah sindiran keras bagi orang beriman yang mengabaikan perintah untuk muhasabah diri. Di mana Allah Ta'ala menyamakan orang yang melupakan perintah ini dengan orang fasik yang melupakan Allah subhanahu wa ta’ala.
Ada kisah menarik yang disebutkan dalam hadis tentang muhasabah diri. Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Muslim. Ketika itu, salah seorang juru tulis Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang bernama Hanzhalah al-Usayyidi mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersama Abu Bakar. Sesampainya di rumah beliau, Hanzhalah berkata, “Ya Rasulullah, Hanzhalah telah menjadi munafik.”
Baca juga: Jubir: Wapres Tetap Imbau Masyarakat Ibadah di Rumah saat Ramadhan
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Apa maksudmu, Hanzhalah?”
Lalu Hanzhalah menjelaskan, “Ya Rasulullah, ketika saya berada di sisi engkau, kemudian engkau menerangkan kepada saya tentang siksa neraka dan nikmat surga, seolah-olah saya melihatnya dengan mata kepala saya sendiri. Akan tetapi, ketika saya telah keluar dari sisi engkau, maka saya pun berlaku kasar kepada istri dan anak-anak saya serta sering melakukan perbuatan yang tidak berguna. Jadi saya sering Iengah.”
Mendengar pernyataan tersebut, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun menasihati,
“Demi Dzat yang jiwaku ditangan-Nya, sungguh jika kamu senantiasa menetapi apa yang kamu lakukan ketika kamu berada di sisiku dan ketika kamu berzikir, niscaya para malaikat akan menjabat tanganmu dalam setiap langkah dan perjalananmu. Tetapi, tentunya yang demikian itu dilakukan sedikit demi sedikit (dari waktu ke waktu, secara berkala, tidak spontanitas)”. Beliau pun mengulangi kata-kata itu tiga kali.
Baca juga: Warga Maluku Tengah Berbondong Bondong Berburu Emas di Pantai, Camat Amahai Perintahkan Perketat Perbatasan
Cara Muhasabah Diri
Baca juga: Jaga Harga, Wamendag Resmikan Gudang SRG Bawang Merah di Brebes
Kemudian Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:
وَلَا تَكُوْنُوْا كَالَّذِيْنَ نَسُوا اللّٰهَ فَاَنْسٰىهُمْ اَنْفُسَهُمْۗ اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْفٰسِقُوْنَ
“Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, sehingga Allah menjadikan mereka lupa akan diri sendiri. Mereka itulah orang-orang fasik.” (QS. Al-Hasyr: 18)
Ayat tersebut adalah sindiran keras bagi orang beriman yang mengabaikan perintah untuk muhasabah diri. Di mana Allah Ta'ala menyamakan orang yang melupakan perintah ini dengan orang fasik yang melupakan Allah subhanahu wa ta’ala.
Ada kisah menarik yang disebutkan dalam hadis tentang muhasabah diri. Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Muslim. Ketika itu, salah seorang juru tulis Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang bernama Hanzhalah al-Usayyidi mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersama Abu Bakar. Sesampainya di rumah beliau, Hanzhalah berkata, “Ya Rasulullah, Hanzhalah telah menjadi munafik.”
Baca juga: Jubir: Wapres Tetap Imbau Masyarakat Ibadah di Rumah saat Ramadhan
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Apa maksudmu, Hanzhalah?”
Lalu Hanzhalah menjelaskan, “Ya Rasulullah, ketika saya berada di sisi engkau, kemudian engkau menerangkan kepada saya tentang siksa neraka dan nikmat surga, seolah-olah saya melihatnya dengan mata kepala saya sendiri. Akan tetapi, ketika saya telah keluar dari sisi engkau, maka saya pun berlaku kasar kepada istri dan anak-anak saya serta sering melakukan perbuatan yang tidak berguna. Jadi saya sering Iengah.”
Mendengar pernyataan tersebut, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun menasihati,
“Demi Dzat yang jiwaku ditangan-Nya, sungguh jika kamu senantiasa menetapi apa yang kamu lakukan ketika kamu berada di sisiku dan ketika kamu berzikir, niscaya para malaikat akan menjabat tanganmu dalam setiap langkah dan perjalananmu. Tetapi, tentunya yang demikian itu dilakukan sedikit demi sedikit (dari waktu ke waktu, secara berkala, tidak spontanitas)”. Beliau pun mengulangi kata-kata itu tiga kali.
Baca juga: Warga Maluku Tengah Berbondong Bondong Berburu Emas di Pantai, Camat Amahai Perintahkan Perketat Perbatasan
Cara Muhasabah Diri
Lihat Juga :