Sejarah Disyariatkannya Puasa Ramadhan dan Niatnya (1)
Selasa, 30 Maret 2021 - 08:23 WIB
loading...
A
A
A
Para sahabat pun semua bergembira, lalu turun kelengkapan ayat berikutnya: "Dan Makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, Yaitu Fajar."
Niat Puasa Ramadhan
Semua ulama sepakat, tanpa niat puasa Ramadhan, maka puasa Ramadhan menjadi tidak sah. Imam An-Nawawi menjelaskan, secara bahasa, niat (النية) dalam bahasa Arab berarti mengingini sesuatu atau bertekad untuk mendapatkannya.
Menurut Mazhab Syafi'i yang dianut-mayoritas oleh muslim Indonesia, niat puasa Ramadhan berbarengan dengan terbitnya fajar tidak sah. Mazhab Syafiiyah menganjurkan niat puasa Ramadhan dilakukan pada malam hari, boleh pula pada waktu sahur sebelum Shubuh.
Yang tidak boleh jika niat dilakukan setelah terbitnya fajar. Berbeda dengan puasa sunnah yang niatnya boleh dilakukan saat pagi.
Nawaitu Shouma Ghodin ‘an Adaa-i Fardhis Syahri Romadhoona Hadzihis Sanati Lillaahi Ta'aala
BagiMazhab Hanbali (Hanabilah), siapa yang hatinya terbersit keinginan bahwa besok akan berpuasa, maka itu sudah dianggap niat.
Artinya:
Aku niat puasa esok hari untuk melaksanakan kewajiban bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Ta'ala.
(Bersambung)!
Baca Juga: Ramadhan Segera Tiba, Ini Bacaan Niat dan Doa Puasa Menurut 4 Mazhab
Niat Puasa Ramadhan
Semua ulama sepakat, tanpa niat puasa Ramadhan, maka puasa Ramadhan menjadi tidak sah. Imam An-Nawawi menjelaskan, secara bahasa, niat (النية) dalam bahasa Arab berarti mengingini sesuatu atau bertekad untuk mendapatkannya.
Menurut Mazhab Syafi'i yang dianut-mayoritas oleh muslim Indonesia, niat puasa Ramadhan berbarengan dengan terbitnya fajar tidak sah. Mazhab Syafiiyah menganjurkan niat puasa Ramadhan dilakukan pada malam hari, boleh pula pada waktu sahur sebelum Shubuh.
Yang tidak boleh jika niat dilakukan setelah terbitnya fajar. Berbeda dengan puasa sunnah yang niatnya boleh dilakukan saat pagi.
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ الشَّهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu Shouma Ghodin ‘an Adaa-i Fardhis Syahri Romadhoona Hadzihis Sanati Lillaahi Ta'aala
BagiMazhab Hanbali (Hanabilah), siapa yang hatinya terbersit keinginan bahwa besok akan berpuasa, maka itu sudah dianggap niat.
Artinya:
Aku niat puasa esok hari untuk melaksanakan kewajiban bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Ta'ala.
(Bersambung)!
Baca Juga: Ramadhan Segera Tiba, Ini Bacaan Niat dan Doa Puasa Menurut 4 Mazhab
(rhs)
Lihat Juga :