Doa Sholat Istikharah Sesuai yang Diajarkan Rasulullah SAW
Rabu, 31 Maret 2021 - 19:15 WIB
loading...
A
A
A
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku beristikharah pada-Mu dengan ilmu-Mu, aku memohon kepada-Mu kekuatan dengan kekuatan-Mu, aku meminta kepada-Mu dengan kemuliaan-Mu. Sesungguhnya Engkau yang menakdirkan dan aku tidaklah mampu melakukannya. Engkau yang Maha Tahu, sedangkan aku tidak tahu. Engkaulah yang mengetahui perkara yang gaib. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara ini baik bagiku dalam urusanku di dunia dan di akhirat, maka takdirkanlah hal tersebut untukku, mudahkanlah untukku dan berkahilah ia untukku. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara tersebut jelek bagi agama, kehidupan, dan akhir urusanku maka palingkanlah ia dariku, dan palingkanlah aku darinya, dan takdirkanlah yang terbaik untukku apapun keadaannya dan jadikanlah aku ridha dengannya." (HR Ahmad, Bukhari, Ibnu Hibban, Al-Baihaqi).
Baca juga: Anjuran Sholat Sunnah Setelah Sholat Jumat
Sepertiga Malam
Salat istikharah bisa dilaksanakan kapan saja. Namun, alangkah lebih baik apabila salat tersebut dilaksanakan pada sepertiga malam terakhir.
Karena di saat tersebut Allah sedang dekat dengan kita dan setiap permohonan yang dipanjatkan di waktu tersebut pasti dikabulkan.
Sebagaimana hadis Nabi SAW,
Dari Jabir bin ‘Abdillah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ فِى اللَّيْلِ لَسَاعَةً لاَ يُوَافِقُهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ خَيْرًا مِنْ أَمْرِ الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ إِلاَّ أَعْطَاهُ إِيَّاهُ وَذَلِكَ كُلَّ لَيْلَةٍ
“Di malam hari terdapat suatu waktu yang tidaklah seorang muslim memanjatkan do’a pada Allah berkaitan dengan dunia dan akhiratnya bertepatan dengan waktu tersebut melainkan Allah akan memberikan apa yang ia minta. Hal ini berlaku setiap malamnya.” (HR. Muslim no. 757).
Baca juga: Banjir Pahala dari Sholat Dhuha
Kacamata Islam
Dalam Islam, baik dan buruk tidak dapat diukur dengan “kacamata” manusia. Penentuan akan baik ataupun buruk sebuah tindakan haruslah melalui “kacamata” Islam. Itu sebabnya baik menurut manusia belum tentu baik menurut Allah SWT. Begitupula dengan keburukan.
Sebagaimana dalam firman Allah SWT,
وَ عَسٰۤی اَنۡ تَکۡرَہُوۡا شَیۡئًا وَّ ہُوَ خَیۡرٌ لَّکُمۡ ۚ وَ عَسٰۤی اَنۡ تُحِبُّوۡا شَیۡئًا وَّ ہُوَ شَرٌّ لَّکُمۡ ؕ وَ اللّٰہُ یَعۡلَمُ وَ اَنۡتُمۡ لَا تَعۡلَمُوۡنَ
Baca juga: Anjuran Sholat Sunnah Setelah Sholat Jumat
Sepertiga Malam
Salat istikharah bisa dilaksanakan kapan saja. Namun, alangkah lebih baik apabila salat tersebut dilaksanakan pada sepertiga malam terakhir.
Karena di saat tersebut Allah sedang dekat dengan kita dan setiap permohonan yang dipanjatkan di waktu tersebut pasti dikabulkan.
Sebagaimana hadis Nabi SAW,
Dari Jabir bin ‘Abdillah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ فِى اللَّيْلِ لَسَاعَةً لاَ يُوَافِقُهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ خَيْرًا مِنْ أَمْرِ الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ إِلاَّ أَعْطَاهُ إِيَّاهُ وَذَلِكَ كُلَّ لَيْلَةٍ
“Di malam hari terdapat suatu waktu yang tidaklah seorang muslim memanjatkan do’a pada Allah berkaitan dengan dunia dan akhiratnya bertepatan dengan waktu tersebut melainkan Allah akan memberikan apa yang ia minta. Hal ini berlaku setiap malamnya.” (HR. Muslim no. 757).
Baca juga: Banjir Pahala dari Sholat Dhuha
Kacamata Islam
Dalam Islam, baik dan buruk tidak dapat diukur dengan “kacamata” manusia. Penentuan akan baik ataupun buruk sebuah tindakan haruslah melalui “kacamata” Islam. Itu sebabnya baik menurut manusia belum tentu baik menurut Allah SWT. Begitupula dengan keburukan.
Sebagaimana dalam firman Allah SWT,
وَ عَسٰۤی اَنۡ تَکۡرَہُوۡا شَیۡئًا وَّ ہُوَ خَیۡرٌ لَّکُمۡ ۚ وَ عَسٰۤی اَنۡ تُحِبُّوۡا شَیۡئًا وَّ ہُوَ شَرٌّ لَّکُمۡ ؕ وَ اللّٰہُ یَعۡلَمُ وَ اَنۡتُمۡ لَا تَعۡلَمُوۡنَ
Lihat Juga :