Renungan: Bergerak dari Satu Keinginan untuk Keinginan yang Lain
Sabtu, 10 April 2021 - 20:44 WIB
loading...
A
A
A
"Saya meminta sesuatu yang sederhana, lihatlah ini mangkok," kata pengemis itu sembari menyodorkan benda cekung di tangannya. "Isilah mangkok ini dengan sesuatu," lanjutnya.
"Tentu saja!" Raja menjawab dengan tak sabar.
Raja lalu memerintahkan salah seorang wazir. " Isi mangkok pengemis itu dengan uang." Wazir itu menjalankan perintah sang raja, mengisi mangkok pengemis dengan uang.
Anehnya, tiap keping uang yang dimasukan ke dalam mangkok langsung menghilang. Wazir memasukkan uang lebih banyak lagi ke dalam mangkok, berkali-kali dan setiap kali dimasukkan tak ada bekas. Mangkok pengemis itu tetap saja kosong.
Baca juga: Renungan: Ingin Mendekati Tuhan? Berkhidmatlah kepada Sesama Manusia Dulu
Seluruh penghuni istana berkumpul. Orang-orang yang mendengar berita ini berbondong-bondong menuju lokasi. Terjadilah kerumunan besar. Prestise raja dipertaruhkan. "Jika seluruh kerajaan harus hilang, saya siap. Tapi aku tidak bisa dikalahkan oleh pengemis ini," ucap raja dengan mata merah.
Berlian, mutiara, emas dan zamrud semuanya dikeluarkan dari peti kerajaan dan dimasukkan ke dalam mangkok pengemis. Ajaibnya, mangkuk mengemis itu tak memiliki dasar. Segala sesuatu yang dimasukkan ke dalamnya segera menghilang.
Akhirnya, malam tiba, orang-orang berdiri di berkerumun dalam keheningan total. Tiba-tiba raja menjatuhkan diri dan merangkul kaki pengemis itu. Ia mengaku kalah. "Aku kalah," katanya mengiba. "Tapi sebelum kau pergi, pemenuhilah rasa ingin tahu saya. Terbuat dari apakah mangkuk itu?" tanya raja dengan lunglai.
Pengemis itu tertawa mengejek lalu berkata, "Mangkuk ini terdiri rahasia pikiran manusia. Terbuat dari keinginan manusia."
Pemahaman ini mengubah kehidupan. Tatkala Anda pergi ke salah satu keinginan, apa yang Anda dapatkan? Pertama ada kegairahan besar, getaran yang besar juga petualangan. Sesuatu akan terjadi, Anda berada di ambang itu. Maka Anda memiliki kereta dan istana dan semua berlian di dunia. Tapi kini tiba-tiba semua tidak berarti lagi.
"Tentu saja!" Raja menjawab dengan tak sabar.
Raja lalu memerintahkan salah seorang wazir. " Isi mangkok pengemis itu dengan uang." Wazir itu menjalankan perintah sang raja, mengisi mangkok pengemis dengan uang.
Anehnya, tiap keping uang yang dimasukan ke dalam mangkok langsung menghilang. Wazir memasukkan uang lebih banyak lagi ke dalam mangkok, berkali-kali dan setiap kali dimasukkan tak ada bekas. Mangkok pengemis itu tetap saja kosong.
Baca juga: Renungan: Ingin Mendekati Tuhan? Berkhidmatlah kepada Sesama Manusia Dulu
Seluruh penghuni istana berkumpul. Orang-orang yang mendengar berita ini berbondong-bondong menuju lokasi. Terjadilah kerumunan besar. Prestise raja dipertaruhkan. "Jika seluruh kerajaan harus hilang, saya siap. Tapi aku tidak bisa dikalahkan oleh pengemis ini," ucap raja dengan mata merah.
Berlian, mutiara, emas dan zamrud semuanya dikeluarkan dari peti kerajaan dan dimasukkan ke dalam mangkok pengemis. Ajaibnya, mangkuk mengemis itu tak memiliki dasar. Segala sesuatu yang dimasukkan ke dalamnya segera menghilang.
Akhirnya, malam tiba, orang-orang berdiri di berkerumun dalam keheningan total. Tiba-tiba raja menjatuhkan diri dan merangkul kaki pengemis itu. Ia mengaku kalah. "Aku kalah," katanya mengiba. "Tapi sebelum kau pergi, pemenuhilah rasa ingin tahu saya. Terbuat dari apakah mangkuk itu?" tanya raja dengan lunglai.
Pengemis itu tertawa mengejek lalu berkata, "Mangkuk ini terdiri rahasia pikiran manusia. Terbuat dari keinginan manusia."
Pemahaman ini mengubah kehidupan. Tatkala Anda pergi ke salah satu keinginan, apa yang Anda dapatkan? Pertama ada kegairahan besar, getaran yang besar juga petualangan. Sesuatu akan terjadi, Anda berada di ambang itu. Maka Anda memiliki kereta dan istana dan semua berlian di dunia. Tapi kini tiba-tiba semua tidak berarti lagi.
Lihat Juga :