Renungan: Ingin Mendekati Tuhan? Berkhidmatlah kepada Sesama Manusia Dulu
Minggu, 28 Maret 2021 - 21:37 WIB
loading...
Ilustrasi/Ist
A
A
A
Cobalah merenung. Apakah hubungan kita dengan sesama sudah terjalin dengan baik? Adakah kita mencintai saudara kita itu?
Seorang murid bercerita kepada gurunya yang sufi . Ia mengaku bertemu orang suci. Orang itu dapat berjalan di atas air. Sang guru menjawab: “Sejak dulu katak juga dapat melakukannya.”
Lalu murid itu juga bercerita bahwa orang suci itu dapat terbang. “Lalat justru dapat melakukannya lebih baik,” begitu jawab guru sufi.
Baca juga: Renungan: Keserakahan dan Penyakit Iri
Lalu apakah ciri kesucian itu? "Cara terbaik untuk mendekati Tuhan adalah melakukan perkhidmatan sebaik-baiknya kepada sesama manusia, memasukkan kebahagiaan ke dalam hatinya," begitu pesan Abu Said Abul Khayr guru sufi itu.
Mencoba memahami hal itu sungguh tidak mudah. Jika ingin mendekati Tuhan, maka harus terlebih dulu berkhidmat kepada sesama manusia.
Mari kita kembali mengingat kisah Nabi Musa .
Satu kali, kaum Bani Israil mendatangi Musa, "Wahai Musa, kami ingin mengundang Tuhan untuk menghadiri jamuan makan kami. Bicaralah kepada Tuhan supaya Dia berkenan menerima undangan kami."
Dengan marah Musa menjawab, "Tidakkah kamu tahu bahwa Tuhan tidak memerlukan makanan?" Tetapi, ketika Musa menaiki bukit Sinai, Tuhan berkata kepadanya, "Kenapa tidak engkau sampaikan kepada-Ku undangan itu? Hamba-hamba-Ku telah mengundang Aku. Katakan kepada mereka, Aku akan datang pada pesta mereka Jumat petang."
Nabi Musa menyampaikan sabda Tuhan itu kepada umatnya. Berhari-hari mereka sibuk mempersiapkan pesta itu.
Seorang murid bercerita kepada gurunya yang sufi . Ia mengaku bertemu orang suci. Orang itu dapat berjalan di atas air. Sang guru menjawab: “Sejak dulu katak juga dapat melakukannya.”
Lalu murid itu juga bercerita bahwa orang suci itu dapat terbang. “Lalat justru dapat melakukannya lebih baik,” begitu jawab guru sufi.
Baca juga: Renungan: Keserakahan dan Penyakit Iri
Lalu apakah ciri kesucian itu? "Cara terbaik untuk mendekati Tuhan adalah melakukan perkhidmatan sebaik-baiknya kepada sesama manusia, memasukkan kebahagiaan ke dalam hatinya," begitu pesan Abu Said Abul Khayr guru sufi itu.
Mencoba memahami hal itu sungguh tidak mudah. Jika ingin mendekati Tuhan, maka harus terlebih dulu berkhidmat kepada sesama manusia.
Mari kita kembali mengingat kisah Nabi Musa .
Satu kali, kaum Bani Israil mendatangi Musa, "Wahai Musa, kami ingin mengundang Tuhan untuk menghadiri jamuan makan kami. Bicaralah kepada Tuhan supaya Dia berkenan menerima undangan kami."
Dengan marah Musa menjawab, "Tidakkah kamu tahu bahwa Tuhan tidak memerlukan makanan?" Tetapi, ketika Musa menaiki bukit Sinai, Tuhan berkata kepadanya, "Kenapa tidak engkau sampaikan kepada-Ku undangan itu? Hamba-hamba-Ku telah mengundang Aku. Katakan kepada mereka, Aku akan datang pada pesta mereka Jumat petang."
Nabi Musa menyampaikan sabda Tuhan itu kepada umatnya. Berhari-hari mereka sibuk mempersiapkan pesta itu.
Lihat Juga :