Saatnya Menghamburkan Harta untuk Borong Pahala

loading...
Saatnya Menghamburkan Harta untuk Borong Pahala
Keistimewaan harta yang berlimpah jika dimanfaatkan untuk bersedekah dalam berbagai proyek kebaikan, akan mendapatkan pahala berlimpah pula untuk kita. Foto ilustrasi/dok mui
Muslimah, memiliki banyak harta tentu semua orang menginginkannya. Harta pun memiliki banyak manfaat dari aspek dunia atau pun aspek agama . Manfaat dari sisi dunia misalnya, dengan harta manusia bisa makan makanan yang diinginkannya, bisa memiliki kendaraan, rumah dan kenikmatan duniawi lainnya. Sedangkan manfaat harta dari aspek agama, ada sebuah riwayat tentang harta ini, hadis yang disampaikan Imam Muslim berikut ini,

عَنْ أَبِي ذَرٍّ أَنَّ نَاسًا مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالُوا لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا رَسُولَ اللَّهِ ذَهَبَ أَهْلُ الدُّثُورِ بِالْأُجُورِ يُصَلُّونَ كَمَا نُصَلِّي وَيَصُومُونَ كَمَا نَصُومُ وَيَتَصَدَّقُونَ بِفُضُولِ أَمْوَالِهِمْ

"Ada sejumlah shahabat Nabi yang miskin datang menemui Nabi dan mengatakan, “Ya Rasulullah, orang-orang yang kaya raya itu memborong pahala. Mereka mengerjakan salat sebagaimana kami orang miskin mengerjakan sholat. Mereka juga berpuasa sebagaimana kami berpuasa. Namun mereka bisa bersedekah dengan kelebihan hartanya”.(HR Muslim)

Baca juga: Berbuka Puasa dengan Kurma atau yang Manis?

Menurut Ustadz Aris Munandar, SS, MPI, statemen sejumlah sahabat yang miskin di atas menunjukkan keistimewaan harta yang berlimpah jika dimanfaatkan untuk bersedekah dalam berbagai proyek kebaikan. Inilah di antara manfaat harta.



Alumni Program Pascasarjana, Universitas Muhammadiyah Surakarta ini menjelaskan, ada tiga hal manfaat harta dari aspek agama yakni pertama, untuk memenuhi kebutuhan diri baik kebutuhan untuk ibadah, kedua harta yang diberikan kepada orang lain, dan ketiga harta yang dibelanjakan untuk hal-hal yang menghasilkan pahala jariyah.

Baca juga: Menunda Haid Agar Tetap Bisa Berpuasa Ramadhan, Bolehkah?

1. Harta untuk memenuhi kebutuhan diri baik kebutuhan untuk ibadah

Sebagai contoh untuk biaya ibadah haji atau untuk memenuhi kebutuhan pendukung ibadah berupa kebutuhan pangan, sandang, papan dan kebutuhan vital lainnya. Tanpa kebutuhan vital yang terpenuhi hati dan pikiran seorang itu tidak akan fokus menekuni kewajiban agama dan beribadah

Sarananya agar ibadah berjalan baik itu bagian dari ibadah. Oleh karena itu mengambil dunia secukupnya untuk mendukung agama dan ibadah itu bagian dari manfaat agama dari harta.

Baca juga: Mentadabburi dan Mengakrabi Al-Qur'an di Malam-malam Ramadhan

2. Harta yang diberikan kepada orang lain

Manfaat agama dari harta yang diberikan kepada orang lain itu ada empat macam.
a. Harta yang dipergunakan untuk bersedekah kepada fakir miskin. Pahala bersedekah kepada fakir miskin itu demikian banyak dan beragam.

b. Murūah,menjaga nama baik di hadapan masyarakat. Itulah harta yang diberikan kepada orang-orang kaya dan para tokoh sebagai jamuan tamu, hadiah dan bantuan. Hal termasuk kategori manfaat agama karena dengan ringan tangan dan hati membelanjakan harta untuk kepentingan semisal ini seorang mendapatkan kawan dan relasi.

Baca juga: Bukan Masalah, Pembentukan Denwalsus Bersifat Resiprokal

c. Harta untuk melindungi nama baik semisal berbagi harta untuk melindungi diri dari komentar-komentar miring tetangga, teman kerja dan lainnya. Termasuk juga harta yang diberikan kepada preman agar terjaga dari gangguannya.

d. Harta yang dikeluarkan sebagai upah untuk efisiensi waktu dalam ibadah kepada Allah. Dalam kehidupan sehari-hari ada banyak aktivitas yang harus dilakukan seandainya semuanya ditangani sendiri banyak waktu yang terbuang sehingga aktivitas ibadah banyak yang tersita untuk melakukan hal-hal tersebut. Orang yang kondisi ekonominya pas-pasan perlu secara langsung melayani dirinya sendiri.

Baca juga: 4 Saham Ini Kena Suspensi BEI karena Peningkatan Harga Kumulatif

Bagi orang yang kaya raya dan shaleh semua kebutuhan yang bisa diserahkan kepada orang lain dengan mengupahnya namun dilakukan sendiri adalah sebuah kerugian. Ada banyak aktivitas bernilai ibadah yang tidak bisa diperankan oleh orang lain. Semisal kegiatan belajar atau mengajar ilmu agama dan berbagai ibadah individual atau pun ibadah sosial contohnya membesuk orang sakit. Bagi orang yang memiliki harta yang berlimpah kebutuhan melakukan aktivitas ilmu dan ibadah ini lebih besar dibandingkan kebutuhan untuk melakukan aktivitas harian non ilmu dan ibadah.
halaman ke-1
cover top ayah
لَا يَغُرَّنَّكَ تَقَلُّبُ الَّذِيۡنَ كَفَرُوۡا فِى الۡبِلَادِؕ
Jangan sekali-kali kamu teperdaya oleh kegiatan orang-orang kafir yang bergerak di seluruh negeri.

(QS. Ali 'Imran:196)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!