Bolehkah Perempuan Haid Berlama-lama di Masjid?

loading...
Bolehkah Perempuan Haid Berlama-lama di Masjid?
Perempuan haid dibolehkan datang ke masjid hanya untuk mendengarkan pengajian atau kajian ilmu keagamaan. Foto ilustrasi/ist
Salah satu amalan yang dapat dilakukan perempuan yang sedang haid saat bulan puasa ini adalah mendengarkan kajian atau majelis taklim sebagai ikhtiar menuntut ilmu . Namun, karena biasanya kajian atau taklim ini digelar di masjid, bolehkah muslimah yang sedang berhadast ini berkunjung atau berlama-lama di masjid?

Baca juga: Inilah Kebaikan dalam Menyegerakan Berbuka Puasa

Ustadz Abul Aswad Al Bayati menjelaskan bahwa perihal di atas masih diperselisihkan oleh para ulama. Imam Ahmad, Al-Muzani, Ibnu Hazm, Abu Dawud termasuk ulama yang memilih pendapat bolehnya seorang perempuan haid berdiam diri di masjid untuk mendengarkan pengajian selama memang aman dari darah yang tercecer.

Demikian pula Syaikh Al-Albani juga memilih pendapat ini. Syaikh Muhammad Ali Al-Farkus pula menyatakan :

م يَرِدْ دليلٌ ثابتٌ صريحٌ يمنع الحائضَ مِنْ دخول المسجد، والأصلُ عدَمُ المنع



Baca juga: Benarkah Wafat di Bulan Ramadhan Langsung Masuk Surga?

“Tidak ada dalil shahih dan tegas yang melarang wanita haid masuk masjid. Dan hukum asal seorang hamba itu tidak dibebani larangan.” (Fatawa Syaikh Farkus no. 35).

Menurut dai yang aktif di bimbinganislam ini, di antara dalil yang mendasarinya adalah sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam kepada Aisyah radhiyallahu anha :

فَافْعَلِي مَا يَفْعَلُ الحَاجُّ غَيْرَ أَنْ لَا تَطُوفِي بِالبَيْتِ حَتَّى تَطْهُرِي

Baca juga: 9 Perkara yang Bisa Membuat Puasa Ramadhan Sia-sia

“Lakukanlah semua yang dilakukan oleh seorang yang berhaji hanya saja kamu jangan melakukan thawaf di ka’bah sampai kamu suci dari haid." (HR Bukhari dan Muslim).

Dalam riwayat ini Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam tidak melarang Aisyah radhiyallahu'anha dari memasuki dan berdiam diri di masjid. Yang dilarang oleh beliau hanya melakukan thawaf.

Baca juga: Ini Penyebab Banyak Aset Negara Dikangkangi Pihak-pihak Tak Bertanggung Jawab

Dengan demikian, mendengar kajian keagamaan di masjid adalah salah satu amalan perempuan haid yang boleh dilakukan selama bulan Ramadhan. Hal tersebut juga sebagai ikhtiar mencari ilmu.

Mencari ilmu dalam Islam bersifat wajib (faridlah). Manfaatnya yang sangat besar bagi diri sendiri dan orang lain membuat kegiatan tersebut masuk kategori ibadah, bahkan setara dengan jihad.

Baca juga: Soal Reshuffle Kabinet, Muhammadiyah Tegaskan Tak Meminta-minta Jabatan

تَعَلَّمُوا الْعِلْمَ فَإِنَّ تَعَلُّمَهُ لِلهِ خَشْيَةٌ، وَطَلَبَهُ عِبَادَةٌ، وَمدَارَسَتَهُ تَسْبِيحٌ، وَالْبَحْثُ عَنْهُ جِهَادٌ

“Belajarlah ilmu, sesungguhnya belajar ilmu kerana Allah adalah suatu bentuk ketakwaan. Mencari ilmu adalah ibadah, menelaahnya adalah tasbih, dan mengkajinya adalah jihad.” (HR Ad-Dailami)

Baca juga: Pancasila dan Bahasa Indonesia Tak Dicantumkan Jadi Kurikulum Wajib, Ini Kritik DPR

Wallahu A'lam
(wid)
cover top ayah
فَسَبِّحۡ بِحَمۡدِ رَبِّكَ وَكُنۡ مِّنَ السّٰجِدِيۡنَۙ‏
maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan jadilah engkau di antara orang yang bersujud (shalat),

(QS. Al-Hijr:98)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!