Abu Thalhah, Si Tajir yang Menikah dengan Mahar Dua Kalimat Syahadat

Selasa, 27 April 2021 - 17:21 WIB
loading...
A A A
Baca juga: Quraish Shihab: Rasulullah Ajarkan Sambut Lailatul Qadar dengan I'tikaf

Doa Rasulullah
Pasangan Ummu Sulaim dan Abu Thalhah dikaruniai putra tampan dan cerdas. Suatu hari, Abu Thalhah harus pergi jauh kendati anaknya sedang sakit. Sang anak kemudian meninggal dunia ketika ayahnya tidak ada di sisinya.

Dengan tabah, Ummu Sulaim berucap, "Innalilahi wa inna ilaihi raji'un" seraya minta ampun dan berdoa kepada Allah agar mengaruniainya kesabaran, ketabahan, serta keturunan. Ia juga berpesan kepada keluarga Abu Thalhah agar ketika suaminya datang, tidak mengabari kematian anaknya sendiri kecuali dirinya sendiri.

Ketika pulang, Abu Thalhah langsung menanyakan kabar anaknya. Ummu Sulaim mengatakan, "Tiada hari ia lebih tenang dan lebih indah dari malam ini."

Abu Thalhah menyangka anaknya sudah sembuh, lantas ia bersyukur kepada Allah. Ummu Sulaim pun menunggu saat yang tepat untuk memberitahu kepada suaminya.

Akhirnya ia mendekati suaminya. "Wahai Abu Thalhah, suamiku tercinta. Jika ada suatu kaum menitipkan barang titipan kemudian mereka ingin mengambilnya kembali, bolehkah kita melarangnya," tanya Ummu Sulaim.

"Tidak," jawab Abu Thalhah.

"Anakmu adalah titipan Allah kepada kita. Allah SWT telah mengambilnya," kata Ummu Sulaim.

Dengan berlinang air mata, Abu Thalhah mengungkapkan rasa marah kepada istrinya. Usai menenangkan diri, Abu Thalhah menceritakan apa yang dialaminya kepada Rasulullah SAW. Nabi Muhammad SAW terharu dengan apa yang dilakukan Ummu Sulaim.

Nabi pun berdoa untuk keduanya, "Semoga Allah memberkati kalian pada malam kalian yang telah berlalu."

Menurut riwayat Anas bin Malik, "Ummu Sulaim kemudian hamil sejak malam itu dan ia mempunyai sepuluh anak yang semuanya pandai membaca Al-Quran."

Baca juga: 11 Ramadhan, Momen Paling Menyedihkan Bagi Rasulullah

Mencintai Nabi
Abu Thalhah amat hormat dan cinta Rasulullah SAW. Kecintaanya terhadap Rasulullah SAW tidak dapat dibandingkan dengan kecintaan terhadap yang lainya. Abu Thalhah tidak pernah merasa puas memandang wajah junjungannya, dan tidak pernah kenyang mendengarkan nasihat beliau.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Uwais Al Qarni...
Kisah Uwais Al Qarni : Menggendong Ibunya dari Yaman ke Makkah untuk Melaksanakan Haji
Kisah Sahabat Nabi dari...
Kisah Sahabat Nabi dari Iran : Salman Al Farisi Sempat Menjadi Penjaga Api Agama Majusi
Kisah Sahabat Nabi :...
Kisah Sahabat Nabi : Debat Sengit Khalifah Abu Bakar dan Umar bin Khattab Tentang Pembangkang Bayar Zakat
Kisah Sahabat Nabi :...
Kisah Sahabat Nabi : Iktikaf Abu Sa’id Al-Khudri Bersama Rasulullah SAW
Kisah Teladan di Bulan...
Kisah Teladan di Bulan Ramadan: Abu Bakar Ash Shiddiq Setia Mendampingi Rasulullah di Perang Badar
Kisah Teladan Puasa...
Kisah Teladan Puasa Ramadan : Jasad Abu Talhah Tetap Utuh dan Tak Bau karena Kebiasaan Berpuasa
Rekomendasi
Spesies Buaya Trias...
Spesies Buaya Trias Baru Mengungkap Kehidupan Pesisir Kuno AS
Sesuatu yang Tidak Biasa...
Sesuatu yang Tidak Biasa Terjadi di Struktur Alam Semesta
Amerika Serikat Akan...
Amerika Serikat Akan Diselimuti Gelombang Panas Ekstrem Pekan Ini
Artikel Terkini
7 Kisah Para Nabi di...
7 Kisah Para Nabi di Bulan Muharram yang Diabadikan Al Quran
Bolehkah Menggabungkan...
Bolehkah Menggabungkan Niat Puasa Sunnah?
Tahun Baru Islam 1448...
Tahun Baru Islam 1448 H Jadi Momentum Kebangkitan Umat Islam Hadapi Tantangan Global
Puasa Tasua, Keutamaan...
Puasa Tasua, Keutamaan dan Jadwal Pelaksanaannya
Tak Banyak yang Tahu,...
Tak Banyak yang Tahu, Ini 7 Larangan di Bulan Muharram
Ucapkan Selamat Tahun...
Ucapkan Selamat Tahun Baru 1448 Hijriah, Menag Ajak Umat Jaga Persatuan
Infografis
Fenomena Si Janda Bolong,...
Fenomena Si Janda Bolong, Tanaman Hias dengan Harga Selangit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved