Ibnu Mas'ud: Penggembala yang Menjadi Pemegang Rahasia Rasulullah
Sabtu, 01 Mei 2021 - 16:32 WIB
loading...
A
A
A
Ajaib, tak berapa lama susu anak domba itu membengkak, dan setelah itu air susunya memancar berlimpah-limpah. Laki-laki yang seorang lagi mengambil sebuah batu cekung lalu diisinya dengan susu dan diminumnya berdua dengan kawannya.
Kemudian anak itu diberinya pula dan mereka bertiga minum bersama-sama. Anak itu hampir tidak percaya kepada apa yang dilihatnya dan dialaminya.
“Ajaib sungguh’” kata anak gembala itu.
Setelah mereka minum sepuas-puasnya, orang yang penuh berkat itu berkata, “Berhenti!”
Ajaib lagi, air susu domba mendadak berhenti mengalir, dan teteknya kempes kembali seperti semula.
Si anak gembala berkata kepada orang yang penuh berkat, “Ajarkanlah kepada saya bacaan yang Tuan baca tadi.”
“Engkau anak pintar!” jawab orang luar biasa yang penuh berkat itu.
Baca juga: Pendekar Pincang Itu Syahid Bersama Putranya dalam Perang Uhud
Kisah ini adalah permulaan kisah Abdullah bin Mas’ud mengenal Islam. Orang yang penuh berkat itu tidak lain adalah Rasulullah SAW . Sedangkan kawannya ialah Abu Bakar Shiddiq Radhiyallahu ‘anhu. Mereka pergi ke perbukitan Makkah pada hari itu, menghindari kemungkinan-kemungkinan yang tidak mereka ingini karena tindakan Kaum Quraisy yang keterlaluan dan sok kuasa.
Sejak peristiwa itu, Abdullah bin Mas’ud jatuh cinta kepada Rasulullah dan sahabatnya. Dia merasa terikat kepada keduanya. Sebaliknya Rasulullah juga kagum kepada anak itu. Walaupun dia seorang anak gembala, sehari-harian terjauh dari masyarakat ramai, tetapi dia cerdas, jujur, bertanggung-jawab, bersungguh-sungquh dan teliti.
Kemudian anak itu diberinya pula dan mereka bertiga minum bersama-sama. Anak itu hampir tidak percaya kepada apa yang dilihatnya dan dialaminya.
“Ajaib sungguh’” kata anak gembala itu.
Setelah mereka minum sepuas-puasnya, orang yang penuh berkat itu berkata, “Berhenti!”
Ajaib lagi, air susu domba mendadak berhenti mengalir, dan teteknya kempes kembali seperti semula.
Si anak gembala berkata kepada orang yang penuh berkat, “Ajarkanlah kepada saya bacaan yang Tuan baca tadi.”
“Engkau anak pintar!” jawab orang luar biasa yang penuh berkat itu.
Baca juga: Pendekar Pincang Itu Syahid Bersama Putranya dalam Perang Uhud
Kisah ini adalah permulaan kisah Abdullah bin Mas’ud mengenal Islam. Orang yang penuh berkat itu tidak lain adalah Rasulullah SAW . Sedangkan kawannya ialah Abu Bakar Shiddiq Radhiyallahu ‘anhu. Mereka pergi ke perbukitan Makkah pada hari itu, menghindari kemungkinan-kemungkinan yang tidak mereka ingini karena tindakan Kaum Quraisy yang keterlaluan dan sok kuasa.
Sejak peristiwa itu, Abdullah bin Mas’ud jatuh cinta kepada Rasulullah dan sahabatnya. Dia merasa terikat kepada keduanya. Sebaliknya Rasulullah juga kagum kepada anak itu. Walaupun dia seorang anak gembala, sehari-harian terjauh dari masyarakat ramai, tetapi dia cerdas, jujur, bertanggung-jawab, bersungguh-sungquh dan teliti.
Lihat Juga :