Pendekar Pincang Itu Syahid Bersama Putranya dalam Perang Uhud

Jum'at, 30 April 2021 - 04:22 WIB
loading...
Pendekar Pincang Itu...
:Kuburkan Amr bin Jamuh satu kuburan dengan puranya, Khallad bin Amr, perintah Rasulullah./Ilustrasi/Ist
A A A
PADA saat terjadi perang Uhud , Amr bin Jamuh melihat ketiga putranya bersiap-siap hendak memerangi musuh-musuh Allah. Mereka bersemangat dan tangkas bagaikan singa jantan. Dalam hati mareka bergelora keinginan hendak mati syahid dan memperoleh ridha Allah.

Baca juga:

Apa yang dilihat Amr berbekas di hatinya dan membakar semangat dan tekadnya untuk turut berperang bersama-sama dengan putera-puteranya di bawah bendera Rasulullah SAW. Tetapi putera-putera ‘Amr sepakat melarang bapak mereka turut berperang. Selain usianya sudah lanjut, kondisi fisik Amr tidak memungkinkan. Jika berjalan dia pincang.

Allah telah memberi kelonggaran baginya karena sudah uzur dan cacat. Putra-putra Amr mengatakan kepada sang ayah. “Wahai ayah kami! Sesungguhnya Allah telah membebaskan Bapak dari kewajiban berperang. Mengapa Bapak harus memaksakan diri. Bukankah Allah telah mema ‘afkan Bapak?”

Orang tua itu marah mendengar keberatan putera puteranya. Dia pergi menemui Rasulullah mengadukan mereka kepada beliau.

“Wahai Rasulullah! Putra-putra saya melarang saya berbuat baik. Mereka keberatan saya turut berperang karena saya sudah tua dan pincang. Demi Allah! Walaupun saya sudah tua dan pincang, saya tidak ingin bersantai santai untuk mendapatkan surga. Sungguh pun saya pincang, saya pengendara kuda yang tangkas!” kata ‘Amr mengadu kepada Rasulullah.

Maka bersabda Rasulullah kepada putra-putranya, “Biarkanlah ayah kalian! Mudah-mudahan Allah memberinya rezki surga.”

Putra-putra Amr membiarkan ayahnya turut berperang, karena patuh kepada perintah Rasulullah. Ketika waktu berangkat sudah tiba, ‘Amr bin Jamuh pamit kepada isterinya mengucapkan salam perpisahan. Berpisah untuk tidak bertemu lagi.

Baca juga: Kisah di Balik Perang Uhud (2-Habis): Ketika Rasulullah Terjebak Perangkap Kafir Quraisy

Kemudian dia menghadap ke kiblat sambil menadahkan kedua tangannya ke langit. Dia mendo’a, “Wahai Allah! Berilah saya rezki sebagai syuhada. Janganlah saya dikembalikan kepada keluarga saya dengan kecewa.”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Jejak Perang yang Diabadikan...
Jejak Perang yang Diabadikan dalam Al Quran, Apa Saja?
Wafat di Makkah saat...
Wafat di Makkah saat Beribadah Haji: Raih Pahala Syahid dan Beri Syafaat
Kisah Uwais Al Qarni...
Kisah Uwais Al Qarni : Menggendong Ibunya dari Yaman ke Makkah untuk Melaksanakan Haji
Kisah Sahabat Nabi dari...
Kisah Sahabat Nabi dari Iran : Salman Al Farisi Sempat Menjadi Penjaga Api Agama Majusi
Kisah Khalifah Umar...
Kisah Khalifah Umar bin Khattab yang Ingin Mati Syahid dan Doa-doanya
Dalil-dalil Tentang...
Dalil-dalil Tentang Mati Syahid, Bersumber dari Ayat Al Quran dan Hadis
Rekomendasi
Umur Bumi Semakin Pendek,...
Umur Bumi Semakin Pendek, Ternyata Ini Penyebabnya
Abu Rahyan alias Al-Biruni,...
Abu Rahyan alias Al-Biruni, Ilmuwan Jenius yang Dikagumi Dunia Barat
Anomali Magnetik Aneh...
Anomali Magnetik Aneh Ditemukan di Peta Baru Danau Rotorua
Artikel Terkini
Hukum Menikah di Bulan...
Hukum Menikah di Bulan Safar, Benarkah Membawa Sial? Ini Dalil dan Penjelasan Ulama
Ketika Salah Kiblat,...
Ketika Salah Kiblat, Salatnya Sah atau Tidak? Ini Penjelasan Lengkap Beserta Dalilnya
Sejarah Rashdul Kiblat:...
Sejarah Rashdul Kiblat: Metode Penentuan Arah Kiblat Warisan Abu Rahyan Al-Biruni
Rashdul Qiblat, Cara...
Rashdul Qiblat, Cara Paling Akurat Meluruskan Arah Kiblat yang Memadukan Sains dan Syariat
3 Amalan Bulan Safar...
3 Amalan Bulan Safar 1448 Hijriyah yang Jangan Dilewatkan, Pahalanya Berlipat-lipat
Khotbah Jumat Pertama...
Khotbah Jumat Pertama Bulan Safar : Bulan Penuh Kebaikan, Bukan Kesialan
Infografis
Ukraina Kerahkan Rudal...
Ukraina Kerahkan Rudal Harpoon, Kapal Perang Rusia dalam Bahaya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved