Puasa dan Transformasi Hidup 3: Keliru Memandang Agama Sendiri

Kamis, 27 Mei 2021 - 14:48 WIB
loading...
Puasa dan Transformasi...
Ustaz Shamsi Ali, Direktur/Imam Jamaica Muslim Center. Foto/Ist
A A A
Ustaz Shamsi Ali
Presiden Nusantara Foundation,
Imam/Direktur Jamaica Muslim Center

Salah satu dilema umat dalam beragama adalah kekeliruan dalam memandang agama itu sendiri. Pandangan agama yang terbatas (limited) bahkan parsial (partial) menjadikan karakter beragama juga menjadi terbatas dan parsial.

Akibatnya kerap nampak dalam kehidupan umat terjadi tendensi "broken personality" atau personalitas yang cenderung terbelah. Umat menjadi sangat relijius dan taat pada waktu atau tempat tertentu. Tapi pada tempat dan waktu lain menjadi manusia berbeda.

Karakter beragama seperti ini diakibatkan oleh wawasan beragama yang pastinya terbatas. Dibatasi oleh keterbatasan ruang dan masa. Parsial atau berislam secara sebagian-sebagian (tab'iidh). Seperti yang digambarkan oleh Al-Qur'an: "Apakah kamu mengimani sebagian dari Al-Kitab (Al-Qur'an) dan mengkafiri sebagiannya?".

Kegagalan umat dalam dalam menampilkan Islam, khususnya di dalam kehidupan sosialnya, salah satunya disebabkan oleh cara pandang beragama yang keliru. Islam dipandang sebagai sekadar agama. Dalam artian, Islam hanya kumpulan amalan ritual yang diamalkan pada waktu dan tempat tertentu.

Cara pandang beragama seperti ini berimbas pada banyak konsekwensi buruk dalam kehidupan, bahkan pada agama itu sendiri. Berdampak buruk pada kehidupan karena manusia akan menjadikan cara beragama seperti ini sebagai jaminan. Dengan sholat, puasa, zikir, qiyamullail, dan seterusnya, seolah itu jaminan keselamatan.

Padahal berislam dengan cara demikain terancam dengan kebangkrutan di Akhirat kelak. Hadis Rasulullah mengancam pelaku ritual yang tidak memiliki dampak sosial akan mengalami kebangkrutan di hari Akhirat nanti (baca hadits Al-muflis atau hadis orang yang bangkrut).

Dampak negatifnya pada Islam adalah nampak seolah agama ini tidak memiliki dampak positif dalam hidup. Agama bahkan oleh sebagian, yang memang bodoh dan punya iktikad buruk, akan dituduh sebagai sekadar beban hidup yang tiada manfaat. Bahkan lebih jahat lagi, ketika prilaku sosial umat yang buruk itu ditimpakan pada Islam. Seolah Islamlah yang mengajarkan atau menginspirasi untuk melakukan berbagai kejahatan sosial itu.

Momentum Ramadhan seharusnya mengajarkan Umat ini untuk membenahi kembali wawasan beragamanya. Belajar secara sungguh-sungguh untuk sadar bahwa agama itu adalah kehidupan. Dengan agamalah kehidupan menjadi hidup dan bermakna. Tanpa agama kehidupan mengalami mati suri dan tiada nilai.

Di Surah Al-Anfal Allah menegaskan: "Wahai orang-orang yang beriman, penuhilah ketika Allah dan Rasul-Nya memanggilmu kepada kehidupanmu".

"Limaa yuhyiikum(yang menghidupkanmu) pada ayat ini menurut para Ulama kita adalah iman dan Islam itu sendiri.

Wawasan keislaman yang benar adalah yang memahami bahwa agama itu mencakup seluruh sisi kehidupan manusia, di setiap ruang (tempat dan waktu). Sehingga setiap pergerakan nadi kehidupannya termaknai secara Islam. Sehingga dengan sendirinya hidupnya secara totalitàs bernilai ibadah.

Wawasan keislaman yang benar itu sekaligus menegaskan bahwa Islam bukan agama yang dihadirkan untuk sekadar mengajarkan kematian. Justru sebaliknya Islam hadir untuk nengajarkan bagaimana hidup yang sesungguhnya (benar dan bertanggung jawab).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Khotbah Iduladha di...
Khotbah Iduladha di Lapangan Masjid Agung Al Azhar, Din Syamsuddin Tekankan Pentingnya Persatuan Umat Islam
Indonesia Usulkan 5...
Indonesia Usulkan 5 Inisiatif dalam Temu Pemimpin Agama Anggota BRICS di Brasil
Paparkan Tafsir Kontekstual,...
Paparkan Tafsir Kontekstual, Menag: Agama Harus Dipahami sebagai Perekat Bangsa
Cara Orang Bisu Masuk...
Cara Orang Bisu Masuk Islam, Bagaimana Syahadatnya?
Promosi Islam ala Muslim...
Promosi Islam ala Muslim Asia Tenggara
Peran Strategis, Menag...
Peran Strategis, Menag Apresiasi Program Wanita Islam
Rekomendasi
Picu Reaksi Katalitik,...
Picu Reaksi Katalitik, Lubang Ozon di Antartika Semakin Besar
Spesies Buaya Trias...
Spesies Buaya Trias Baru Mengungkap Kehidupan Pesisir Kuno AS
Mengungkap Misteri di...
Mengungkap Misteri di Balik Lukisan Raja Charles II Karya Carreno de Miranda
Artikel Terkini
Mengapa Hari Asyura...
Mengapa Hari Asyura Begitu Istimewa? Ini Keutamaan, Peristiwa Besar, dan Fadhilah Puasanya
Sebaik-baikya Puasa...
Sebaik-baikya Puasa Setelah Ramadan, Ternyata Puasa Muharram!
Bacaan Niat 3 Jenis...
Bacaan Niat 3 Jenis Puasa Sunnah Muharram, Harian, Tasua dan Asyura
Puasa Asyura 2026: Jadwal,...
Puasa Asyura 2026: Jadwal, Dalil, dan Keutamaan Besarnya Menurut Hadis Nabi
Peristiwa di Bulan Muharram...
Peristiwa di Bulan Muharram : Bahtera Nabi Nuh AS Berlabuh setelah 150 Tahun Terombang-ambing Banjir
7 Kisah Para Nabi di...
7 Kisah Para Nabi di Bulan Muharram yang Diabadikan Al Quran
Infografis
Berjasa dalam Penemuan...
Berjasa dalam Penemuan Obat Kanker, 3 Ilmuwan Meraih Nobel Kimia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved